Malaysia Airlines penerbangan nomor MH370, yang juga di-codeshare dengan China Southern Airlines nomor CZ748, jurusan Kuala Lumpur-Beijing yang bertolak pada 00:41 dini hari waktu Kuala Lumpur tanggal 8 Maret 2014, hilang dari pantauan radar pukul 01:22 waktu setempat. Pesawat Boeing 777-200ER itu membawa 227 penumpang dan 12 awak kapal termasuk pilot dan ko-pilot. Pesawat itu seharusnya mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. Sampai saat ini penyebab hilangnya pesawat itu dari radar masih menjadi misteri.

Mari kita sama-sama memanjatkan doa agar para penumpang dan awak kapal MH370 dapat ditemukan dengan selamat.

Berikut beberapa sorotan terakhir tragedi ini.

  • Negara-negara ASEAN, Amerika Serikat dan Australia turut membantu pencarian di Teluk Thailand, Selat Melaka dan sekitarnya.
  • Pada saat kejadian, pesawat dalam tahapan “cruising” dengan ketinggian 35.000 kaki atau 10,600 meter di atas permukaan laut, dan berkecepatan 471 knot atau 540 mil per jam atau 870 km per jam. Posisi terakhir ketika pesawat menghilang adalah 6°55′15″N 103°34′43″E. Seharusnya, pada saat itu, pesawat sudah menghubungi menara kontak Ho Chi Minh City.
  • Walaupun hilang kontak pada tepatnya 01:22 dini hari, pihak Malaysia Airlines baru memberikan konfirmasi kehilangan pesawat pada pukul 07:24 paginya. Sebelum dan sesaat menghilang, pesawat tidak memberikan pertanda atau sinyal apapun. Tidak ada indikasi adanya cuaca buruk atau masalah teknis.
  • Pesawat hilang sekitar 300km di selatan Pulau Thổ Chu yang merupakan milik Vietnam.
  • Dua orang penumpang dilaporkan naik pesawat menggunakan paspor curian dari warganegara Italia dan Austria. Kedua penumpang “palsu” ini terakhir dilaporkan membeli tiket pesawat Kuala Lumpur-Beijing secara bersamaan dengan harga yang sama. Seorang berkebangsaan Iran yang bernama “Mr. Ali” dikabarkan membantu memesan tiket ini di agen perjalanan.
  • Tidak dapat dipastikan apakah ada kemungkinan tindakan kriminal atau terorisme.
  • Tidak dapat dipastikan juga apakah ada kesalahan teknis dalam pesawat, atau semacam ledakan yang terjadi di udara.
  • Serpihan-serpihan yang tadinya diduga sebagai pintu atau jendela pesawat disangkal oleh pihak DCA (Department of Civil Aviation), Malaysia. Serpihan lain yang dikira mirip “sirip” atau “tail” juga disangkal oleh DCA.
  • Ditemukan sisa-sisa tumpahan minyak sepanjang 10-20 km di sekitar tempat hilangnya pesawat, namun terakhir dapat dipastikan bahwa tumpahan minyak itu bukan berasal dari pesawat terbang, tetapi tumpahan dari kapal
  • Panglima Royal Malaysian Air Force, Rodzali Daud, mengklaim ada rekaman radar militer yang menunjukkan pesawat udara sempat berputar balik sebelum hilang. Oleh karenanya, pencarian juga dilakukan di Selat Melaka untuk menjajal kemungkinan pesawat berada di bagian barat semenanjung Malaysia.
  • Pada hari ke-4, belum ada tanda-tanda ditemukannya jejak-jejak pesawat MH370. Wilayah pencarian diperluas dari 50 mil nautikal hingga 100 mil nautikal.
  • Untuk pengumuman dan pemutakhiran resmi dari Malaysia Airlines, laman khusus MH370 dipersiapkan di sini.