Arsip untuk kategori Dari Kami

Warta Ransel #2

Bagaimana mengendarai sepeda di Jakarta

Bukan masalah ada atau tidaknya artikel tentang ini di Wikihow, tetapi ternyata ada yang peduli bagaimana memandu pesepeda amatir untuk menavigasi Jakarta yang sudah hiruk-pikuk dengan sepeda motor, mobil dan pengguna jalan lain. Semoga berguna.

Suasana subway Kota New York tahun 1973

Foto-foto suasana subway di Kota New York tahun 1973, penuh grafiti

Foto-foto nostalgia dari subway (kereta bawah tanah) di Kota New York tahun 1973. Walau pada hari ini suasana stasiunnya tidak banyak berubah, yang jelas gerbong kereta hari ini lebih bersih, terutama bersih dari grafiti.

Jendela-jendela New York

Menikmati sebuah kota tidak hanya dari tulisan, tapi juga mencermati secara visual, lalu mendokumentasikannya. Jose Guizar adalah seorang desainer grafis di Kota New York yang rajin mendokumentasikan jendela-jendela di gedung-gedung kotanya dalam ilustrasi sederhana nan elegan.

Loco2

Loco2 adalah situs yang didedikasikan khusus untuk perjalanan kereta api di Eropa, sekaligus memfasilitasi pemesanan tiket secara terintegrasi.

Tips mengatasi takut terbang

Anda takut naik pesawat terbang? Anda tentu tidak sendiri, ini beberapa tipsnya.

Baca seutuhnya →

Warta Ransel #1

Salam untuk pembaca semua. Mulai hari ini Ransel Kecil akan juga menulis soal berita-berita atau pernak-pernik dunia perjalanan, untuk menyemarakkan lagi isi situs ini. Kami akan memasukkan pranala-pranala yang relevan dengan dunia perjalanan dari waktu ke waktu. Semoga bisa berguna sebagai inspirasi atau referensi perjalanan.

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan yang berkunjung ke negara mereka demi keselamatan dan keamanan. Beberapa kejadian kekerasan terjadi di negara itu dan jika dibiarkan akan mengancam industri pariwisatanya.

Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda

Rijskmuseum di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali

Setelah renovasi yang memakan waktu 10 tahun dan biaya 498 juta dolar Amerika, Rijksmuseum, sebuah museum seni di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali. Wajib kunjung jika ke sana.

Koleksi travel organizer dari Etsy

Jika ingin pernak-pernik wisata yang berbeda, coba beberapa opsi travel organizer dari Etsy ini, atau jadikan inspirasi untuk membeli di tempat lain.

Lion Air Bandung-Denpasar Jatuh di dekat Bandara Ngurah Rai

Penerbangan Lion Air dengan kode JT904 jurusan Bandung – Denpasar jatuh sebelum landasan (undershooting) di dekat Bandara Ngurah Rai, Pulau Bali. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan kali ini. Investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih berlanjut. Banyak spekulasi hadir soal kecelakaan ini, antara lain downdraft atau pergerakan udara secara tiba-tiba yang jika pesawat tidak kuat atau terlalu lambat, maka akan membuatnya jatuh.

Cap paspor dari berbagai negara di seluruh dunia

Beberapa koleksi cap paspor negara-negara eksotis yang mungkin tak semua dari kita bisa menerimanya. Cap paspor, menurut tulisan tersebut, adalah seperti “medali kehormatan” bagi para pengelana.

Baca seutuhnya →

Kenapa Dunia Desain Swedia Begitu Terkenal?

Ada kalanya, kita perlu menilik lebih dalam tentang budaya dan ekonomi sebuah negara. Ada kalanya pula, kita bisa melihat sebuah destinasi dari kacamata profesi kita sendiri. Sebagai seorang desainer grafis, saya mau tidak mau mengamati industri dan kebijakan desain sebuah negara, salah satunya adalah Swedia. Beruntung, saya sempat mengunjungi negara ini dua tahun silam. Untuk memenuhi rasa ingin tahu saya, saya lakukan sedikit riset dan merangkum soal kebijakan desain Swedia hingga produk-produknya terkenal di mancanegara sebagai pelopor desain yang baik dan apik.

Baca seutuhnya →

Berbincang Bersama Jejak Petjinan

Tidak banyak yang bergerak sendiri untuk memajukan pemahaman budaya di Indonesia, sekaligus mempromosikan pariwisata yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Salah satunya adalah Jejak Petjinan, sebuah inisiatif seorang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa untuk mengangkat warisan budaya Tionghoa yang ternyata usianya lebih panjang dari negara Indonesia itu sendiri. Kami berkesempatan mewawancarai Paulina Mayasari, penggagas program ini beberapa waktu lalu. Program ini mendapat penghargaan The Intercultural Innovation Award yang diselenggarakan bersama oleh United Nations Alliance of Civilizations dan BMW Group. Berkat usahanya ini, Paulina Mayasari diundang ke Rio de Janeiro tahun 2010 untuk menghadiri acara bertajuk 2010 Marketplace of Ideas.

Baca seutuhnya →

Kaos Ransel Kecil (Lagi)

Pemutakhiran 27 Februari 2012: Pemesanan sudah ditutup. Terima kasih partisipasinya. Bagi yang sudah memesan kaos, silakan tunggu kabar dari kami.

Kaos Ransel Kecil datang lagi! Kali ini kami kembali berkolaborasi bersama Neuro-Designs untuk membuat kaos yang dapat diajak bepergian bersama ke destinasi berikutnya.

Tema kaos kali ini adalah “Love your passport“. Sayangi paspor Indonesia Anda walau banyak usaha yang harus dihadapi untuk bepergian ke negara-negara lain. Tanpa paspor ini, kita tak bisa menikmati perjalanan ke hampir semua negara di dunia sambil mempelajari budayanya, mencicipi makanannya, berpetualang dengan berbagai sarana transportasi sampai tersesat di tempat antah-berantah!

Kaos Ransel Kecil Edisi ke-2
Kaos Ransel Kecil. Hanya ilustrasi. Warna tidak 100% akurat.

Baca seutuhnya →

Tentang Bebas Visa Kunjungan ke Negara-Negara Schengen

Beberapa hari yang lalu berkembang berita mengenai kemungkinan warga negara Indonesia (WNI) dibebaskan dari keperluan mengurus visa untuk bepergian ke negara-negara Schengen di Eropa. Perlu ditekankan bahwa negara-negara Schengen ini tetap terbatas, dan tidak menjadi keseluruhan benua Eropa. Oleh karena itu, menyebut kasus ini sebagai “bebas visa ke Eropa” sebenarnya salah kaprah. Negara-negara yang termasuk perjanjian Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Switzerland.

Berita ini mulai ada di harian Tribun News, yang mengutip perkataan Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Rochadi Iman Santoso, yang menyimpulkan bahwa Indonesia tinggal mencapai status “Aneks 1”. Tidak jelas apa yang dimaksud Aneks 1, dan siapa yang memiliki regulasi ini (Indonesia? Negara-Negara Perjanjian Schengen?).

“Saat ini, dalam lingkup keimigrasian dunia, Indonesia baru mencapai status aneks 2. Salah satu hasilnya adalah pengurusan visa untuk negara Schengen tidak lagi memakan waktu berminggu-minggu, melainkan hanya 3-5 hari saja,” kata Rochadi lagi.

Baca seutuhnya →

Ransel Baru, Namun Masih Kecil

Selamat datang di Ransel Kecil yang baru. Sudah hampir dua tahun blog ini ada, selama itu pulalah kami mencoba untuk mengumpulkan cerita-cerita. Cerita-cerita mereka yang tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga sudi menuliskan dalam kata.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua kontributor yang sudah menulis, mengirimkan foto, dan berbagi satu sama lain. Tanpa Anda semua, Ransel Kecil tidak mungkin seperti sekarang.

Baca seutuhnya →

Kaos Ransel Kecil

Kaos Tampak Depan
Tampak Depan

Pemutakhiran 4 Juli 2011: Pemesanan kaos sudah ditutup. Jika Anda ingin memesan kaos, tunggu pengumuman kami selanjutnya. Terima kasih!

Pemutakhiran 1 Juli 2011: 27 kaos gelombang 1 sudah dikirim hari ini.

Bagaimana rasanya jika bepergian dengan kaos Ransel Kecil?

Bekerjasama dengan Neuro-Designs, kami akan memproduksi kaos Ransel Kecil. Kaos-kaos ini dibuat dari bahan katun dan dikemas oleh Neuro-Designs.

Keuntungan dari penjualan ini bukanlah untuk kepentingan komersil. Setidaknya ada dua hal yang mendasari produksi kaos Ransel Kecil ini.

Yang pertama, kami ingin bisa mulai memberikan sesuatu kepada kontributor kami. Dengan membeli kaos-kaos ini, keuntungannya akan kami gunakan untuk membelikan kaos lagi kepada setiap kontributor baru.

Kedua, untuk jangka panjang. Akhir-akhir ini, kami mengalami lonjakan pengunjung yang luar biasa, dengan rata-rata 1.000 – 1.500 pageview unik setiap bulan sejak awal tahun 2011. Server kami sempat kelebihan bandwidth dua kali, yang membuat kami terpaksa menaikkan batasnya. Ke depan, jika memang kebutuhan server Ransel Kecil semakin meningkat, dana yang ada digunakan untuk menopang sebagian pengeluaran bulanan.

Baca seutuhnya →

Tips Menulis Catatan Perjalanan dari Agustinus Wibowo

Agustinus Wibowo

Buat petualang seperti Agustinus Wibowo, perjalanan bukan soal pergi ke tempat-tempat paling asing di bumi.

“Kunci sebuah perjalanan adalah refleksi,” kata Agustinus, di sela-sela sesi berbagi dengan komunitas National Geographic pada hari Sabtu, 14 Mei lalu.

Agustinus, yang muncul dengan pakaian tradisional Afghanistan shalwar
qamiz
berwarna putih, dengan lancar membagi cerita seputar perjalanannya di Afghanistan, Tajikistan, Kazakhstan, Kirgizstan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Sebagian besar ceritanya memang sudah dimuat di buku-bukunya, “Selimut Debu” dan “Garis Batas”, tapi lebih istimewa memang ketika mendengar langsung pengalaman tukang jalan yang satu ini. Ada beberapa hal tentang proses pembuatan buku yang tidak termuat di mana pun. Misalnya, cerita bahwa buku pertamanya, “Selimut Debu” diselesaikan tanpa sempat bertemu dengan editornya, Hetih Rusli. Buku keduanya, “Garis Batas” dibuat dalam waktu dua tahun dan melalui empat kali penulisan ulang. Naskah pertama “Garis Batas” panjangnya
mencapai 600 halaman. Menurut Hetih, jumlah tersebut terlalu panjang dan perlu peringkasan supaya pembeli mau membaca. Mau tidak mau, beberapa detail terpaksa dibuang untuk menjaga fokus buku.

Baca seutuhnya →