Category: Tempat (Page 1 of 23)

Tempat-Tempat Ramah Anak Kecil di Singapura

Sebenarnya, agak bingung juga membuat daftar ini karena hampir semua tempat wisata atau tempat umum di Singapura itu ramah anak kecil. Bayangkan saja, setiap sudut ditata rapi, trotoar hampir selalu tidak putus, keamanan dan kenyamanan ruang publik selalu dijaga. Tapi, tentu saja kami suka bingung jika akhir pekan tiba, karena opsi-opsinya biasanya mal lagi, mal lagi. Syukurlah, tidak seperti ketika kami tinggal di Jakarta, untuk sekedar ngadem, tidak perlu ke mal. Berikut beberapa tempat yang sudah kami kunjungi, yang kiranya cocok untuk keluarga dengan anak kecil seperti kami.
Satu hal yang kami cari adalah ruang publik atau lokasi yang tidak terlalu ramai pengunjung, sehingga anak-anak pun lebih betah.

National Library

Terletak di Bugis, gedung perpustakaan pusat ini terdiri dari 16 lantai yang isi koleksinya bermacam-macam. Terdapat juga ruang kuliah dari beberapa universitas ternama. Tapi, yang paling penting, ada surga untuk anak-anak di lantai B1. Begitu masuk ke ruang perpustakaan pusat, carilah My Tree House, ruang buku dan bermain khusus anak-anak. Ruang ini sangat luas, dan ada replika rumah pohon di tengahnya, semuanya karpet, sehingga anak-anak bisa leluasa berlari-lari dengan membuka sepatunya. Orang tua pun senang dan adem ayem, sambil sesekali membacakan buku kepada anaknya.

Bandara Changi

Warga Singapura menganggap bandara kesayangannya sebagai sebuah destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Setiap ujung minggu, ada saja yang berkunjung hanya untuk makan, minum, belajar atau bermain. Ruang publik yang melimpah, opsi makanan dan belanja yang juga seperti mal, membuat bandara ini praktis menjadi tempat nyaman untuk menghabiskan waktu walau tidak terbang ke mana-mana. Di semua terminal terdapat ruang bermain anak yang tak kalah menarik dengan apa yang ada di mal, bahkan jauh lebih baik.

National Gallery

Atraksi baru ini terdapat di dekat MRT City Hall, tepat di depan Padang, lapangan besar yang menjadi saksi perayaan kemerdekaan tiap tahun. Baru saja diresmikan tahun 2015, museum seni ini memiliki ruang khusus anak-anak, yang bernama Keppel Center for Art Education. Di sini, ada bagian yang gratis, dan ada yang berbayar. Untuk yang gratis, ada ruang bermain dengan replika taman yang mengingatkan saya pada pesta teh di Alice in Wonderland. Untuk opsi berbayar, ada berbagai workshop menarik buat si kecil, tentunya bertema kesenian.

Stadium

Kami sekeluarga suka ruang terbuka, karena di sini si kecil bisa menyalurkan energinya secara bebas tanpa harus khawatir akan celaka atau mengganggu orang lain. Di Stadium, ada banyak ruang terbuka, mulai dari lingkaran untuk berlarinya di sekitar stadium—yang tertutup—sehingga bisa menghindari hujan, sampai di kawasan tepi airnya yang cukup luas. Ada juga taman air yang bisa digunakan jika anak anda ingin bermain air.

Changi Beach Park

Untuk opsi alternatif selain East Coast Park, bisa dicoba berkunjung ke Changi Beach Park, di timur Singapura dekat dengan bandara Changi. Ukurannya lebih kecil, tapi juga cukup leluasa untuk berjalan kaki. Yang menjadi sumber keramaian di sini adalah Changi Food Village, pujasera serba ada, tapi lumayan untuk mengisi perut ketika sudah lapar.
Kira-kira itulah tempat-tempat yang sudah kami kunjungi dan rekomendasi. Tentunya, ini bukan daftar yang definitif dan terbatas, nanti pasti kami perbaharui lagi.

Panduan Wisata Islandia

Thinglevir National Park
Alex Cornell melakukan perjalanan ke Islandia dan mendokumentasikannya dalam bentuk panduan wisata di majalah Gone.

  • Cara terbaik menikmati Islandia adalah dengan mobil berkeliling negara pulau ini. “The Ring Road” adalah jalan lingkar negara yang buka sepanjang tahun, dan dapat ditempuh non-stop selama 18 jam. Idealnya, kita habiskan waktu 8 – 14 hari berhenti dan menginap di sepanjang jalan. Waktu ideal road trip adalah bulan Mei – Agustus.
  • Islandia terkenal dengan Aurora Borealis (“The Northern Lights”). Idealnya anda pergi di musim dingin untuk menyaksikannya. Namun, musim panas juga menarik: anda bisa menyaksikan “senja abadi” dari jam 9 malam hingga jam 3 pagi.
  • Walau ada musim panas dan musim panas menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Islandia, perlu diwaspadai bahwa cuaca tidak menentu di negara ini. Terkadang cerah, terkadang berkabut, dan terkadang hujan. Pastikan anda selalu update soal cuaca.
  • Bawa variasi pakaian mulai dari kaos hingga jaket. Anda tidak tahu kapan cuaca bagus dan buruk.

Baca lebih lengkap lagi di sini.
Beberapa jalan bisa tiba-tiba ditutup
Bagi saya, Islandia adalah tujuan idaman dengan nuansa magis dan petualangan yang kental. Semoga suatu saat saya bisa ke sana.

« Older posts

© 2021 Ransel Kecil

Ikuti kami di Twitter