Category: Esai Foto (Page 1 of 5)

Magnet Spiritual

Arab Saudi serupa lampu, dan umat Muslim adalah laron-laron yang tak henti beterbangan menghampirinya. Tiap tahunnya jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia datang ke sini untuk melaksanakan ibadah umroh atau haji, ritual yang diajarkan oleh Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu. Di negeri berdebu ini beragam manusia dan budaya yang melekat padanya berinteraksi, berdinamika, bergesekan, serta berangkulan di bawah nafas yang sama: perjalanan spiritual.
Selama dua puluh empat jam non-stop para peziarah bergantian bertawaf mengelilingi Ka'bah selama tujuh kali.
Selama dua puluh empat jam non-stop para peziarah bergantian bertawaf mengelilingi Ka’bah selama tujuh kali.
Lantai 3 Masjidil Haram merupakan tempat luas tak beratap yang langsung dilewati oleh angin malam. Di sini biasa terlihat beberapa penziarah tidur berselimutkan sajadah selepas sholat malam sembari menunggu Shubuh.
Lantai 3 Masjidil Haram merupakan tempat luas tak beratap yang langsung dilewati oleh angin malam. Di sini biasa terlihat beberapa penziarah tidur berselimutkan sajadah selepas sholat malam sembari menunggu Shubuh.
Ritual dalam ibadah umroh yang terakhir, tahalul, mensyaratkan para penziarah laki-laki untuk mencukur rambut mereka. Hal tersebut melahirkan banyak barber shop yang tersebar di sekitar Masjidil Haram. Ongkosnya 10 real untuk cukur pendek dan 20 real untuk cukur sampai habis.
Ritual dalam ibadah umroh yang terakhir, tahalul, mensyaratkan para penziarah laki-laki untuk mencukur rambut mereka. Hal tersebut melahirkan banyak barber shop yang tersebar di sekitar Masjidil Haram. Ongkosnya 10 real untuk cukur pendek dan 20 real untuk cukur sampai habis.
Di Mekkah, hampir semua hal dipisahkan tempatnya antara laki-laki dan perempuan.
Di Mekkah, hampir semua hal dipisahkan tempatnya antara laki-laki dan perempuan.
Berburu binatang merupakan salah satu hal yang dilarang untuk dilakukan di Mekkah. Itulah sebabnya kota ini dihuni oleh banyak sekali burung merpati. Berburu binatang merupakan salah satu hal yang dilarang untuk dilakukan di Mekkah. Itulah sebabnya kota ini dihuni oleh banyak sekali burung merpati.
Pemandangan dari Jabal Rahmah, bukit yang dipercaya sebagai tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah mereka dilempar dari surga. Para penziarah menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di bebatuan yang ada di sini karena dipercaya membawa berkah.
Pemandangan dari Jabal Rahmah, bukit yang dipercaya sebagai tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah mereka dilempar dari surga. Para penziarah menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di bebatuan yang ada di sini karena dipercaya membawa berkah.
Sebuah toko di pusat kota Jeddah yang sudah tentu mengundang orang Indonesia untuk masuk.
Sebuah toko di pusat kota Jeddah yang sudah tentu mengundang orang Indonesia untuk masuk.
Sepasang lanjut usia duduk berteduh di bawah papan peringatan di pinggir Laut Merah, Kota Jeddah. Di dasar laut ini konon terkubur jasad Fir'aun dan pasukannya yang ditenggelamkan oleh Nabi Musa.
Sepasang lanjut usia duduk berteduh di bawah papan peringatan di pinggir Laut Merah, Kota Jeddah. Di dasar laut ini konon terkubur jasad Fir’aun dan pasukannya yang ditenggelamkan oleh Nabi Musa.
Payung-payung raksasa dipasang di halaman Masjid Nabawi, Madinah, untuk melindungi para penziarah dari sengatan matahari.
Payung-payung raksasa dipasang di halaman Masjid Nabawi, Madinah, untuk melindungi para penziarah dari sengatan matahari.
Seorang pegawai sedang membuat roti khubuz (roti bundar pipih khas Arab) di sebuah kedai di Kota Madinah.
Seorang pegawai sedang membuat roti khubuz (roti bundar pipih khas Arab) di sebuah kedai di Kota Madinah.

  • Disunting oleh SA 17/04/2013

Raja Ampat

Lelahnya karena perjalanan dari tepat pukul 12.00 WIB dini hari tadi pagi hingga sore ini ketika waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 WIT terbayar sudah. Saya sekarang berada di salah satu tempat impian saya: Raja Ampat, Indonesia.
Setelah cukup beristirahat, saya dan teman seperjalanan mulai menjelajahi kepulauan ini pada hari berikutnya.
Saya sedang tengah tertidur di kapal ketika teman-teman berteriak, "Pelangi!" Setelah mencari sesaat, saya menemukannya tengah malu-malu bersembunyi di balik awan, di batas horizon.
Saya sedang tengah tertidur di kapal ketika teman-teman berteriak, “Pelangi!” Setelah mencari sesaat, saya menemukannya tengah malu-malu bersembunyi di balik awan, di batas horizon.
Sudah 45 menit berlalu sejak kami meninggalkan dermaga, lalu sampailah kami di Pulau Arborek, salah satu pulau wisata yang terkenal di sana. Cantiknya...
Sudah 45 menit berlalu sejak kami meninggalkan dermaga, lalu sampailah kami di Pulau Arborek, salah satu pulau wisata yang terkenal di sana. Cantiknya…
Setelah menambatkan tali kapal, kami turun dan melewati dermaga berpagar merah.
Setelah menambatkan tali kapal, kami turun dan melewati dermaga berpagar merah.
Kami terus melangkah dengan riang walau matahari bersinar terik tanpa ampun, karena kami tahu, kami sedang berada di salah satu surga di Indonesia.
Kami terus melangkah dengan riang walau matahari bersinar terik tanpa ampun, karena kami tahu, kami sedang berada di salah satu surga di Indonesia.
Melewati pagar biru di pulau cantik ini, kami mencari penduduk yang biasa membuat kerajinan tangan anyaman khas pulau ini.
Melewati pagar biru di pulau cantik ini, kami mencari penduduk yang biasa membuat kerajinan tangan anyaman khas pulau ini.
Kami lalu bertemu dengan Mama Maria, yang sedang menganyam topi. Berbagai kerajinan yang tersedia berupa tas, topi, tempat buku, dan lainnya, mulai dari harga Rp100.000 hingga Rp350.000 per buah.
Kami lalu bertemu dengan Mama Maria, yang sedang menganyam topi. Berbagai kerajinan yang tersedia berupa tas, topi, tempat buku, dan lainnya, mulai dari harga Rp.100.000 hingga Rp.350.000 per buah.
Sambil melihat para Mama menganyam, aku tersenyum melihat adik kecil yang tengah berbaring manja di kaki Mamanya ini...
Sambil melihat para ibu menganyam, aku tersenyum melihat adik kecil yang tengah berbaring manja di kaki ibunya ini…
Sembari menunggu, aku melihat ke halaman.
Sembari menunggu, aku melihat ke halaman. Ya, ampun!
Ah, kalau adik satu yang satu ini pasti baru saja dikeroyok temannya dengan pasir.
Ah, kalau adik satu yang satu ini pasti baru saja dikeroyok temannya dengan pasir.
Tak lama kemudian, topi pesanan kami sudah selesai. "Terima kasih, Mama!" Sampai jumpa lagi, Pulau Arborek. Kami pasti kembali lagi.
Tak lama kemudian, topi pesanan kami sudah selesai. “Terima kasih, Mama!” Sampai jumpa lagi, Pulau Arborek. Kami pasti kembali lagi.

  • Disunting oleh SA 18/02/2013
« Older posts

© 2021 Ransel Kecil

Ikuti kami di Twitter