Kategori: Akomodasi (halaman 1 dari 4)

Menjadi Pengguna Airbnb yang Baik

Menjadi Pengguna Airbnb yang Baik
Saya sudah tiga tahun terakhir jarang sekali menginap di hotel maupun hostel, dan selalu menggunakan Airbnb. Banyak manfaat dari Airbnb, jika dilakoni dengan cermat. Pertama, dengan harga yang mirip hotel maupun hostel, kita bisa mendapat kamar atau apartemen (bahkan rumah!) dengan kualitas yang sepadan atau lokasi dan fasilitas yang tepat di tempat kita mau. Yang kedua, kita bisa hidup seperti orang lokal dan menikmati rutinitas sehari-hari orang lokal. Ketiga, menjalin persahabatan baru dengan pemilik penginapan. Barangkali bisa jadi jodoh pula!
Namun, tetap waspada karena beberapa kasus melanda baik pemilik maupun pengguna Airbnb. Ada yang apartemennya diacak-acak setelah pesta ilegal, ada yang benar-benar hancur porak poranda, ada pengguna Airbnb yang meninggal karena kecelakaan ayunan di pohon (sehingga isu keselamatan mengemuka) dan beragam kasus lain. Sedikit dibanding jumlah pemesanan Airbnb sepanjang masa, tetapi dampaknya luar biasa ketika terjadi.
Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk mencari penginapan yang tidak hanya sedap dipandang foto-fotonya, tetapi juga melihat komentar dan reputasi. Kalau perlu, saya klarifikasi dulu kepada pemiliknya, dan mencoba berkomunikasi dengannya. Apakah pemiliknya berkomunikasi dengan baik dan cepat membalas? Apakah ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar? Menurut saya komunikasi penting karena begitu ada masalah, pemiliknya-lah yang akan kita hubungi dulu. Ingat, foto cantik bisa menipu.
Saya juga lebih suka pemilik yang mau menerima dan menyambut tamunya secara langsung. Beberapa kali saya datang ke Airbnb dan hanya pembantunya yang menyambut, karena pemiliknya tinggal di tempat lain. Ini penting karena jika terjadi apa-apa, saya tahu benar berurusan dengan siapa. Selain itu, pengalaman menginap di Airbnb seharusnya adalah pengalaman autentik: bercakap-cakap dengan pemilik, mengetahui cerita pribadinya dan cerita tentang tempat yang saya inapi, dijamu seperti sahabat. Kalau tidak, apa bedanya dengan menginap di hotel dan hostel?
Sebagai tamu, jangan lupa pula untuk menghargai tempat dan pemilik. Jangan mengotorinya sembarangan dan tidak membersihkannya. Bersihkanlah dan kembalikan segalanya seperti semula ketika anda pergi. Jangan melakukan hal-hal yang tidak senonoh dan menghancurkan reputasi pemilik tempat. Jangan meminta yang aneh-aneh seperti mengantarkan ke bandara kecuali ditawarkan. Walau semua benda yang ada di tempat menginap bisa anda nikmati, rawatlah seperti benda-benda itu milik sendiri. Tempat anda menginap adalah rumah kesayangan bagi pemiliknya.

Iboih Inn Bar & Resto Pulau Weh, Aceh

Dermaga tempat bersantai
Dermaga tempat bersantai.
Berbicara mengenai Sabang, tak bisa menghindar dari lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Benar saja, Indonesia adalah negara kepulauan, dan kepulauan tersebut dimulai dari ujung paling barat yaitu Pulau Weh dengan Sabang sebagai pusat kotanya. Beruntung sekali bagi saya bisa mengunjungi tempat seindah ini. Banyak tempat menarik di Pulau Weh, diantaranya yang saya kunjungi adalah Tugu Nol Kilometer, Iboih, Rubiah, Gapang, Sabang sebagai pusat kota Pulau Weh, dan Sumur Tiga, dan dari semua tempat tersebut yang paling berkesan menurut saya adalah Iboih.
Pintu masuk Iboih Inn melalui dermaga
Pintu masuk Iboih Inn melalui dermaga.
Resepsionis
Resepsionis.
Iboih terletak di bagian tengah Pulau Weh. Butuh sekitar satu setengah jam perjalanan menggunakan mobil dari Pelabuhan Balohan menuju Iboih. Iboih memiliki banyak pantai yang menawan. Sesampainya di Iboih mobil yang saya naiki parkir di sekitar dermaga Iboih, pas di tepi pantai. Suasana laut mulai saya rasakan, hembusan angin saya dengar seakan sedang menyapa saya “Selamat Datang di Iboih”.
Hari sudah menunjukan Pukul 12 siang, namun matahari tidak begitu terik, tak lama setelah itu saya langsung mencari tempat untuk menginap. Banyak sekali penginapan di Iboih, mulai dari tarif yang murah sampai dengan tarif yang mahal. Setelah berdikusi dengan teman saya, akhirnya saya putuskan untuk menginap di Iboih Inn.
Banyak pertimbangan mengapa saya memilih untuk menginap di Iboih Inn, salah satunya menurut referensi dari masyarakat lokal, Iboih Inn merupakan salah satu penginapan yang ternyaman. Dari segi harga, Iboih Inn memang tergolong agak mahal dibandingkan dengan penginapan yang lainnya, namun hal ini sebanding dengan kenyamanan yang di dapat yang mungkin tidak bisa di dapat dari penginapan lain.
Saya pikir, sudah jauh-jauh datang dari Jakarta ke Sabang, untuk harga soal belakangan, yang penting saya dan teman saya bisa menginap di penginapan ternyaman dan terindah, dan menurut saya Iboih Inn merupakan penginapan yang tepat untuk saya.
Untuk menuju penginapan ini, dari dermaga Pantai Iboih Inn ada dua cara, cara yang pertama bisa minta dijemput di dermaga Pantai Iboih oleh pihak Penginapan Iboih Inn menggunakan kapal, atau jalan kaki lewat perbukitan. Saya jalan kaki menuju atas perbukitan, karena saya belum booking sebelumnya, terdapat jalan setapak menuju Iboih Inn, jalannya rapi dan dari jalan itu terlihat pemandangan laut dan pantai yang menyenangkan mata. Perjalanan dilanjutkan jalan kaki 15 menit sebelum sampai di Iboih Inn.
Saya langsung menuju resepsionis untuk memesan kamar. Untungnya masih ada kamar tersedia. Saya memilih kamar yang paling mahal yang letaknya pas di tepi laut. Terdapat bebagai macam jenis kamar di Iboih Inn, mulai dari Budget Room, Deluxe Seaview-fan, dan Deluxe AC Seaview.
Dermaga apung
Dermaga apung.
Jenis Budget Room terletak di atas perbukitan, letaknya agak jauh dari tepi laut, jenis kamar ini adalah jenis kamar yang paling murah harganya Rp200.000 (tahun 2013) harga tersebut sudah termasuk free sarapan. Tipe kamar ini ada yang twin bed ada pula yang single bed, bisa di pilih sesuai dengan kebutuhan.
Tipe kamar yang kedua adalah Deluxe Seaview-Fan, letak kamar ini agak dekat dengan laut, tidak dilengkapi dengan AC hanya kipas angin saja, harganya sekitar Rp300.000 (tahun 2013), harga ini sudah termasuk sarapan.
Tipe Kamar yang terakhir adalah Deluxe AC Seaview, letak kamar ini pas sekali di pinggir laut, harganya Rp400.000 (tahun 2013). saya menginap di tipe kamar ini, sengaja saya memilih tempat ternyaman, tak masalah bagi saya harus mengeluarkan kocek yang lebih mahal, asalkan bisa mendapatkan kenyamanan yang lebih. Saya cukup puas dengan kenyamanan di kamar ini, dari kamar saya terlihat laut yang amat biru, saya bisa merasakan hembusan angin pantai dan bisa mendengarkan suara ombak. Kenyamanan tidak cukup sampai di situ, kamar ini juga dilengkapi pendingin udara dan air panas di kamar mandinya.
Persewaan alat snorkeling
Persewaan alat snorkeling.
Kamar Deluxe AC Sea-View tempat saya menginap
Kamar Deluxe AC Sea-View tempat saya menginap.
Terdapat banyak fasilitas-fasilitas menarik di penginapan ini, di antaranya bar dan resto yang terdapat di tepi laut dan dermaga apung. Bar dan restorannya menyediakan banyak makanan yang enak dengan harga yang terjangkau, saya sempat memesan nasi goreng di restoran ini. Di dekat restoran dan bar terdapat dermaga tempat untuk bersantai ria, terdapat meja dan bangku yang nyaman untuk ngobrol-ngobrol dan menikmati hangatnya matahari. Terdapat juga dermaga terapung yang bisa digunakan untuk duduk-duduk santai ataupun memancing.
Fasilitas lain di penginapan ini disediakan persewaan alat-alat snorkeling, harganya relatif murah, selain ini terdapat pula persewaan kamera bawah air, jadi para pengunjung yang suka dengan aktivitas laut tidak perlu takut karena fasilitas semuanya sudah disediakan di sini. Iboih Inn juga menyediakan persewaan kapal kecil yang bisa digunakan untuk menyeberang ke Pulau Rubiah yang letaknya tidak jauh dari Iboih.
Menu sarapan Iboih Inn sangat istimewa dan lengkap: nasi, lauk dan sayur.
Secara keseluruhan saya puas menginap di Iboih Inn, bagi anda yang berniat untuk berlibur ke Pulau Weh terutama di daerah Iboih, penginapan ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik, informasi lebih lengkapnya dan pemesanan bisa di hubungi di:
Iboih Inn
Teupin Layeu, Iboih, Pulau Weh
Sabang, Aceh, Indonesia
E-mail: iboih.inn@gmail.com atau contact@iboihinn.com
Telepon: +62 811 841 570, +62 812 699 1659

  • Disunting oleh SA 04/03/2014

Hotel Carolina, Kenyamanan di Tepi Danau Toba

Loncat ke Danau Toba dari dermaga kecil ini
Loncat ke Danau Toba dari dermaga kecil ini.
Bulan Maret lalu saya berkesempatan untuk berkeliling di provinsi Sumatera Utara, mulai dari Medan, Pematangsiantar, Parapat, sampai Berastagi. Saya pun mengunjungi ikon provinsi Sumatera Utara yang namanya sudah tersohor di Indonesia bahkan dunia, yaitu Danau Toba dan Pulau Samosir.
Danau Toba sudah menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing. Tak heran, bila fasilitas pariwisata di Danau Toba sudah cukup memadai, termasuk fasilitas penginapan dan hotel yang lumayan banyak dan bervariasi.
Hotel Carolina adalah salah satu hotel yang tersedia di Pulau Samosir. Letaknya di Tuktuk Siadong. Saat saya mengunjungi Danau Toba, saya menginap dan bermalam di hotel ini. Saya mendapatkan informasi tentang hotel ini dari internet. Saat saya mencari beberapa referensi hotel di internet terdapat banyak pilihan, namun Hotel Carolina yang berhasil menarik perhatian saya. Mulai dari pertimbangan harga, tempat dan pemandangan di sekitarnya.
Suasana kamar "Hill 2"
Suasana kamar “Hill 2”.
Menuju Danau Toba saya berangkat dari Parapat, dari Parapat menyeberang menggunakan kapal ke pulau Samosir tepatnya di daerah Tuktuk Siadong. Saat kapal yang saya naiki hendak merapat di Tuktuk Siadong, pemandangan Pulau Samosir dan keindahan Danau Toba terlihat amat menenangkan. Kapal merapat di Tuktuk Siadong tepat di dermaga milik Hotel Carolina. Saya menuruni kapal dengan langkah perlahan. Sesaat setelah turun saya langsung menuju lobi hotel.
Hotel Carolina tidak jauh dari dermaga kapal, tinggal jalan menuju ke atas sudah terlihat lobi hotel dengan arsitektur Batak yang amat khas. Jenis kamar di Hotel Carolina terdiri dari kelas ekonomi yang terdiri dari “Economy – Hill 1”, “Economy – Hill 2” dan “Economy – Beach”. Kemudian, kelas “Standard” yang terdiri dari rooms “Standard – Hill”, “Standard – Beach”, dan kelas “Deluxe”, yang terdiri dari kamar “Deluxe – Hill” dan “Deluxe – Beach”. Perbedaan Hill dan Beach terletak pada lokasi, kamar-kamar “Hill” terletak agak di atas seperti di bukit, sedangkan kamar-kamar “Beach” hampir terletak di tepi danau dengan pemandangan Danau Toba yang terlihat amat jelas.
Pekarangan hotel
Pekarangan hotel.
Menikmati pesisir Danau Toba
Menikmati pesisir Danau Toba.
Saat saya sampai di hotel Carolina, saya tidak sempat memesan sebelumnya. Saya dan teman saya sudah niat langsung pesan di tempat saja. Sayangnya, kala itu sudah banyak kamar yang penuh, tinggal tersisa kelas “Hill 2”, saya pun menginap di kamar kelas ini. Saya menginap sekamar berdua dengan teman saya dengan harga Rp150.000. Kamarnya kecil, namun bersih dan nyaman. Di dalamnya ada dua tempat tidur yang terpisah. Ada dua sofa juga yang terletak di depan jendela dengan pemandangan keluar langsung ke bukit yang terlihat juga Danau Toba walau tidak begitu jelas.
Hari sudah semakin sore, setelah menaruh dan merapikan barang bawaan di kamar, saya dan kawan saya bergegas menuju tepian Danau Toba yang dikelola oleh Hotel Carolina. Hanya tamu Hotel Carolina yang boleh masuk ke tempat ini. Tempatnya sangat nyaman, di tepian pinggir danau dengan nuasa di pinggir pantai. Banyak orang berenang di sini, yang juga dilengkapi dermaga dan papan loncat untuk terjun di Danau Toba. Terdapat banyak gazebo dengan bangku kayu yang tersusun rapi untuk duduk bersantai memandangi Danau Toba.
Esok paginya, saya menyantap sarapan di restoran hotel, tempatnya dekat dengan lobi hotel. Restoran yang amat nyaman, lumayan luas, ada fasilitas live music juga. Tersedia berbagai masakan yang harganya tidak terlalu mahal, mulai dari masakan barat, Indonesia dan Cina. Rasanya sangat lezat.
Di antara fasilitas yang bagus dan nyaman, ada satu lagi fasilitas yang menjadi nilai tambah di Hotel Carolina, yaitu fasilitas penyewaan mobil dan motor. Jadi, pengunjung hotel yang ingin berkeliling di Pulau Samosir tidak perlu khawatir kesulitan kendaraan. Saya menggunakan fasilitas penyewaan ini yaitu menyewa sepeda motor yang saya gunakan untuk berkeliling di Pulau Samosir, harga sewanya tidak terlalu mahal, hanya Rp40.000/per hari.
Secara keseluruhan Hotel Carolina di mata saya sangat positif. Tempatnya nyaman, indah di tepi Danau Toba, fasilitas untuk berenang di Danau Toba juga nyaman dan aman. Fasilitas kamar juga nyaman dan harga tidak terlalu mahal, dan untuk urusan makanan tidak perlu khawatir untuk memilih makanan enak.
Bila anda mempunyai rencana ke Danau Toba dan Pulau Samosir, dan ingin melihat indahnya danau dari tepian Danau Toba, sambil berenang untuk merasakan kesegaran air danau, pilihlah hotel yang terletak tepat di tepi danau Toba dan memiliki lokasi yang aman untuk berenang, Hotel Carolina salah satunya.
Hotel Carolina
Tuktuk Siadong – Pulau Samosir
Sumatera Utara
Indonesia 22395
Tel.: +62 625 451210 / +62 625 451100
Faks.: +62 625 451250
E-mail: carolina@indosat.net.id

Halaman sebelumnya

© 2021 Ransel Kecil