Begitu tahu kami akan ke Melbourne, istri saya, Lintang, langsung berkata, “Di Melbourne bukannya ada pantai yang ada rumah-rumah berwarna-warni itu, ya?”

Rumah-rumah mungil di Pantai Brighton
Rumah-rumah mungil di Pantai Brighton.

Saya sekilas teringat, sepertinya, ya, ada! Setelah mencarinya di Google, ternyata memang ada, dan letaknya di Brighton Beach, di sebelah selatan pusat kota Melbourne. St. Kilda, tujuan pantai dan dermaga populer itu, berbatasan langsung dengan Brighton, kota di sebelah selatannya. Pantai Brighton ada di pesisir barat kota Brighton.

Seagull?
Sekumpulan burung camar barangkali mencari makanan.

Kami berencana pergi ke sana setelah perjalanan ke Phillip Island dibatalkan karena alasan kenyamanan Janis. Menurut Google Maps, jika dari East Melbourne, kami harus menyetir sekitar 25-30 menit dan menempuh jarak sekitar 13-14 km ke arah selatan.

Kami pun bertanya-tanya, sebenarnya rumah-rumah kecil berwarna-warni di pinggir pantai ini apa dan buat apa ya? Ternyata, setelah diselidiki, mereka punya sejarah panjang. Pada abad ke-18, mereka digunakan sebagai tempat ganti baju untuk wanita yang sedang rekreasi di pantai Brighton. Sejak saat itu, fungsinya tetap sama. Hari ini, ia dikelola pemerintah, ada yang dimiliki pribadi, dan ada sebagian yang dijual lagi oleh pemiliknya. Harganya hari ini bisa mencapai Rp2,5 milyar, namun tak ada listrik dan air, dan tidak bisa diinapi semalaman atas alasan keamanan dan kenyamanan pengguna pantai. Jadi, siapapun yang menjadi pemiliknya harus menggunakannya sebagai sarana rekreasi pantai pada saat pantai buka saja. Setelah itu, pack up and leave.

Ada aturan juga tentang pengecetan dan modifikasi. Rumah-rumah kecil ini tidak boleh dicat dengan menampilkan merek atau usaha tertentu, tidak boleh dipakai beriklan, dan tidak boleh dimodifikasi melebihi ruang yang disediakan. Selain itu, tidak boleh digunakan sebagai tempat usaha, misalnya dijadikan warung kelontong, tempat nasi pecel, apalagi usaha fotokopi.

Keramaian di Pantai Brighton

Keramaian di Pantai Brighton
Keramaian di Pantai Brighton.

Terkesan eksklusif dan restriktif, tapi mungkin saya bisa paham tujuannya: untuk melindungi pantai ini dan melestarikan sejarah rumah-rumah kecil ini.

Pejalan kaki bisa menikmati trotoar untuk menyusuri pantai
Pejalan kaki bisa menikmati trotoar untuk menyusuri pantai.

Kami suka daerah Brighton. Saat itu sudah musim gugur, angin sejuk cukup kencang tapi tidak terik dan berkeringat. Kami berjalan agak jauh menyisir pantai dari mulai dari The Baths at Middle Brighton, sebuah restoran dan klub olahraga—dengan ruang parkir mobil yang agak luas—menuju ke selatan.

Melihat ke pusat kota Melbourne
Jika melihat ke utara, anda dapat melihat pusat kota Melbourne dari kejauhan.

Perjalanan diakhiri dengan membeli fish and chips di “warung” terdekat dan memarkir mobil tempat di pinggir pantai sambil menikmati semilir angin senja.

Carol, Janis dan Lintang menikmati senja dan fish and chips
Carol, Janis dan Lintang di dalam mobil.

Pantai Brighton menjelang senja
Pantai Brighton menjelang senja.

Kami akan kembali, Brighton.