Untuk ukuran pejalan dari Asia Tenggara, berwisata di Istanbul tidak bisa dikatakan murah. Setibanya di bandara saja kita harus mengeluarkan uang sebesar US$25 untuk Visa on Arrival, membeli koin (disebut “jeton“) tram sekali jalan senilai 2 lira dan setiap ganti/transfer tram harus membeli koin lagi. Biaya penginapan berupa asrama paling murah sekitar US$9/malam, sekali makan untuk makanan sederhana seperti kabab atau falafel dan sebotol air mineral adalah 5 lira. Belum lagi harga tiket masuk museum atau atraksi wisata yang terkenal rata-rata seharga 20 lira atau museum yang kurang popular seharga 10 lira. Hitung semua itu sesuai kurs 1 lira = Rp5.000 (dibulatkan).

Untuk yang anggarannya pas-pasan atau ingin berhemat, jangan khawatir. Istanbul menyediakan banyak pilihan atraksi wisata yang tidak dikenakan bayaran. Berikut beberapa atraksi wisata gratis yang bisa dijadikan prioritas, terangkum dalam sehari perjalanan. Jangan lupa ambil peta wisata gratis yang tersedia di bandara atau penginapan!

08.00 – 09.00: Hippodrome

Hippodrome
Hippodrome

Dulunya pernah menjadi Hippodrome atau lapangan pacuan kuda terbesar di dunia. Pembangunan Hippodrome dimulai pada abad 203 Masehi oleh kaisar Roma Septimius Severus dan diselesaikan oleh Constantine Agung pada abad 330 Masehi. Hippodrome yang pada saat itu bertempat duduk sejumlah 100.000 juga digunakan sebagai tempat upacara, kegiatan olah raga, kegiatan sosial dan bahkan tempat eksekusi mati.

Hingga kini tidak banyak yang tersisa, hanya tiga buah monumen kuno yang masih berdiri. Salah satu monumennya adalah obelisk Mesir yang berasal dari 1490 SM, dibawa oleh kaisar Roma ke Istanbul pada abad ke-4 Masehi. Obelisk setinggi 25,6 meter terbuat dari batu granit langka berwarna merah muda yang berdiri di atas balok perunggu dengan ukiran penonton yang sedang menyaksikan lomba pacuan kereta. Di sisi yang lain dari Sultan Ahmed Square juga terdapat air mancur sebagai hadiah untuk Sultan Abdulhamit dan rakyatnya yang diberikan oleh kaisar Jerman Wilhelm II pada tahun 1898 sekaligus untuk memperingati bersekutunya Jerman dan Ottoman.

09.00 – 10.00: Blue Mosque

Blue Mosque
Blue Mosque

Bila minaret yang tersebar di kota Istanbul tidak menarik perhatian Anda, mungkin hanya Blue Mosque dengan enam minaretnya yang menjulang tinggi dan terletak di seberang Hippodrome akan mengubah pikiran Anda. Dibangun oleh kaisar ke-14 kekaisaran Ottoman antara tahun 1609 – 1616 sebagai tandingan dari Museum Hagia Sophia yang berada di seberangnya. Konon kondisi Blue Mosque saat ini berawal dari kesalahpahaman antara keinginan Sultan dan arsiteknya. Awalnya sultan menginginkan mesjid berminaret terbuat dari emas (“altin” jika dalam bahasa Turki), tetapi sang arsitek mengartikan masjid dengan 6 (“alti”) minaret.

Nama Blue Mosque berasal dari 20.000 keping keramik Iznik berwarna biru berbentuk pola tradisional Ottoman dengan bentuk bunga lili, carnation dan tulip yang menghiasi langit-langit mesjid. Interior mesjid menjadi lebih indah dengan masuknya sinar matahari melalui 260 jendela berkaca patri yang berada di sekeliling dinding mesjid. Blue Mosque ditutup selama 30 menit pada waktu sholat dan selama sholat Jumat.

10.00 – 11.30: Gulhane Park

Gulhane Park
Gulhane Park

Dengan berjalan kaki dari Blue Mosque Anda akan melewati Museum Hagia Sophia dan menikmati atau mengambil foto arsitektur bangunan yang pernah menjadi gereja di masa kekaisaran Roma dan dialihfungsikan menjadi mesjid pada masa kekuasaan Ottoman.

Gulhane Park merupakan taman bersejarah dan tertua di kota Istanbul yang ramai dilewati pengunjung dari Blue Mosque dan Museum Hagia Sophia yang menuju Topkapi Palace. Berjalan di jalan setapak yang lebar dengan rindangnya pohon di kiri dan kanannya disertai pemandangan Selat Bosphorus dan Laut Marmara tentu akan menjadi pengalaman tersendiri.

11.30-14.00: Grand Bazaar

Grand Bazaar
Grand Bazaar

Untuk menuju Grand Bazaar dari Gulhane Park bisa menaiki tram dari stasiun Gulhane ke arah Zeytinburnu dan turun di stasiun Cemberlitas dengan menggunakan satu koin seharta 2 lira. Setibanya di Cemberlitas terlihat Column of Constantine setinggi 35 meter yang juga dikenal sebagai Burnt Column setelah terbakar pada tahun 1779. Column of Constantine didirikan pada tahun 330 Masehi untuk memperingati berdirinya Byzantium sebagai ibukota baru kekaisaran Roma. Makan siang di restoran yang menjual Turkish kabab dan jus buah delima segar di seberang jalan dan selang beberapa toko terdapat pemandian Turki yang bersejarah, Cemberlitas Hamami.

Dengan mengikuti jalan setapak dan banyak bertanya Anda akan tiba di Grand Bazaar yang didirikan sejak tahun 1461. Terdapat 4.000 kios yang tersebar di 64 jalan. Anda kemungkinan besar akan tersesat di pasar yang dikunjungi hampir 400.000 orang per harinya. Memiliki peta Grand Bazaar walking tour tentu akan sangat membantu untuk menghemat waktu. Grand Bazaar tutup pada hari Minggu, selama bulan Ramadhan, dan beberapa hari besar. Setelah puas berkeliling, carilah pintu keluar yang mengarah ke stasiun Beyazit.

14.00 – 17.00: Taksim Square & Istiklal Caddesi

Istiklal Caddesi
Istiklal Cadessi

Dari Stasiun Beyazit di seberang Grand Bazaar, naiklah tram dengan tujuan Kabatas, lalu ganti tram menuju Taksim. Tarifnya 4 lira. Perjalanan dari Beyazit menuju Taksim memakan waktu kurang lebih 30 menit. Tram akan berhenti tepat di Taksim Square, sebuah ruang terbuka. Berjalanlah ke arah Monument of Republic yang tidak jauh dari Taksim Square, lalu ikuti jalur kereta berserjarah yang melintasi jalan sepanjang 3 kilometer dari Monument of Republic hingga ke ujung jalan (“cadessi”) Istiklal.

Jalan yang berada di kawasan Beyoglu ini juga disebut Grand Avenue dan dilintasi jutaan manusia setiap harinya. Terdapat pertokoan, kafe, bar, galeri seni, museum, restoran, bioskop, bangunan religius dan kedutaan besar di kedua sisi jalan dengan beragamnya bangunan dari yang berarsitektur klasik hingga modern. Di penghujung jalan Istiklal, tempat di mana jalur kereta berakhir, ikutilah jalan berbatu yang menurun, melintasi Galata Tower di sebelah kanan dan terus berjalan hingga menemukan jalan utama dan diteruskan ke arah Galata Bridge.

17.00 – 18.00: Galata Bridge

Pemandangan dari Galata Bridge
Galata Bridge

Jembatan sepanjang 500 meter yang baru dibangun pada tahun 1992 ini menghubungkan kota tua Istanbul dan kota modernnya. Selain dapat dilalui kendaraan beroda empat, jembatan ini juga menyediakan jalur tram dan pejalan kaki. Galata Bridge ramai dikunjungi pemancing ikan dari pagi hingga malam dan masyarakat lokal untuk mencari jajanan. Di bawah Galata Bridge terdapat deretan rumah makan dan kafe yang menjajakan teh dan kopi, serta berbagai makanan laut.

Dari Galata Bridge terlihat pemandangan kota tua Istanbul dengan bangunan masjid Ottoman dan minaretnya yang menjulang, Galata Tower dan burung camar berterbangan. Jangan lupa mencoba balik ekmek, roti yang diisi irisan sayuran dan ikan goreng seharga 5 lira.

18.00 – 18.30: Spice Bazaar

Spice Bazaar
Spice Bazaar

Spice Bazaar dibangun pada tahun 1664 yang biaya sewa kiosnya digunakan untuk membiayai perawatan Masjid Yeni Cami (New Mosque) yang terletak tidak jauh dari situ. Di sini terdapat 86 kios yang menjual aneka rempah, obat obatan tradisional, aneka jenis cemilan dan cinderamata.

18.30 – 19.00: Yeni Camii Mosque

Mesjid Yeni Camii
Yeni Camii Mosque

Terletak di seberang Spice Bazaar, Yeni Cami, meskipun dikenal dengan nama New Mosque, dibangun sebelum Blue Mosque pada tahun 1597. Yeni Cami memiliki halaman yang megah dengan air mancur tempat mengambil air wudhu yang terletak di tengahnya. Terdapat dua minaret dan beberapa kubah yang bertingkat. Interior mesjid dipenuhi oleh dekorasi batu marmer dan keramik Iznik berwarna emas, putih, biru dan hijau.

Untuk kembali ke penginapan, stasiun tram terdekat adalah Eminonu, tapi lebih baik berjalan kaki sambil melihat Hagia Sophia dan Blue Mosque dengan pencahayaan lampu di malam hari.

  • Disunting oleh SA 08/01/12