Perjalanan ke Ha Long Bay memakan waktu sekitar empat jam melalui jalan darat, dari Hanoi. Hari itu hari yang cerah, kami menumpangi sebuah minibus penuh dengan turis asing. Pemandu kami pun sangat bersahabat dengan guyonan-guyonannya yang ringan.

Perjalanan pulang pergi ke Ha Long Bay dijual dengan sistem paket, dan banyak sekali agen perjalanan yang menawarkannya di Hanoi, tentu dengan harga yang amat beragam. Anda harus memesannya setidaknya sehari sebelumnya. Ada paket yang hanya sehari, tanpa menginap. Ada juga paket 2 hari, 3 hari dan bahkan seminggu, menginap di sebuah pulau. Kami memesan paket sehari, sudah termasuk ongkos naik kapal junk (kapal khas Indochina terbuat dari kayu seperti dipaparkan di film James Bond yang Tomorrow Never Dies) plus makan siang makanan laut dan nasi. Minuman sayangnya harus dibayar lagi (sekitar 10.000 dong). Total biaya yang kami keluarkan sekitar USD30 per orang. Tak buruk untuk perjalanan sejauh itu!

Petualang di atas kapal menyusuri Ha Long Bay

Sepanjang perjalanan dari Hanoi ke Ha Long Bay, kami disuguhi berbagai pemandangan pinggiran Vietnam. Rata-rata kontur tanahnya datar, mungkin karena menuju laut. Sawah padi ada tetapi tidak ekstensif. Kebanyakan ladang atau tanah luas yang belum digarap. Rumah-rumah penduduk tersusun dengan jarak yang jauh, per kluster. Satu sampai dua jam pertama kami lalui di atas jalan tol, sebelum keluar ke jalan biasa. Minibus sempat berhenti istirahat di dua titik, yang juga difungsikan sebagai sentra buah tangan. Makanan dan minuman juga tersedia, walau tak spesial. Gedungnya pun biasa saja, besar seperti gudang.

Beberapa pegunungan kapur mulai terlihat ketika mendekati tujuan. Udara dingin di Hanoi sudah tak ada lagi. Gedung-gedung tak selesai dan trotoar yang ditumbuhi alang-alang menyambut, menyirat sebuah rencana jangka panjang yang tak kunjung selesai. Pikiran tak sempat tuntas ketika minibus yang kami tumpangi berhenti di sebuah dermaga.

Sir, madame. Two days? Come with him. Three days? You come with me.” Setiap pelanggan paket sudah punya pemandu sendiri-sendiri, dan naik kapal yang berbeda.

Seketika kami disambut dengan junk boat yang dapat menampung kira-kira 40 – 50 turis di dek dalam dan atas. Kapal ini terdiri dari ruang penumpang dengan tempat duduk yang nyaman, yang juga berfungsi sebagai ruang makan. Dek atas juga memiliki tempat duduk, namun khusus untuk observasi. Kapal berangkat tidak lama setelah kami naik.

Agenda pertama adalah makan siang. Makan siangnya cukup standar, makanan laut seperti cumi, ikan dan sayur pelengkap. Kecuali minuman, semuanya sudah termasuk paket senilai USD30 itu tadi.

Petualang di atas kapal menyusuri Ha Long Bay

Ha Long Bay mirip dengan daerah selatan Thailand seperti “Phang Nga”:http://en.wikipedia.org/wiki/Phang_Nga_Province di dekat pulau Phuket, penuh dengan pulau-pulau yang terbuat dari batu gamping. Namun begitu, airnya cukup tenang dan kapalnya cukup lambat untuk membuat kita hanyut dalam lamunan, apalagi jika tidak ada kabut.

Ada beberapa perhentian di perjalanan ini, tergantung dari paket yang kita ambil. Bahkan kita bisa menginap di salah satu pulaunya. Paket standar adalah mengunjungi salah satu gua yang terbesar: Hang Đầu Gỗ. Di sini, kita dipandu ikut masuk menuju sistem stalaktit dan stalakmit yang beberapa di antaranya dianggap mirip dengan sosok hewan/mitologi seperti kelinci, singa dan naga.

Saya tak cukup tertarik dengan gua. Yang lebih membuat saya tertarik adalah perjalanan setelahnya menuju pulau tempat penginapan. Waktu itu jam tiga sore, matahari sudah tidak tepat berada di atas. Kabut pun luput dari penglihatan, suhu menjadi bersahabat. Kapal melaju tenang. Tak ada musik, tak ada keributan. Seketika, semua orang yang ada di kapal pun menikmati keheningan yang luar biasa. Lamunan pun hanya bisa dihentikan dengan menyadari kapal sedang melewati perkampungan apung yang biasa digunakan sementara untuk para nelayan.

Karena tak menginap, kami pun tak turun dari kapal dan melanjutkan perjalanan pulang setelah mengantar turis lainnya. Perjalanan pulang kami ditemani langit yang mulai meredup menjelang senja, dan suhu yang bertahap turun. Jaket dan syal pun tak terhindarkan.