Semalam saya berkesempatan menghadiri Halloween Horror Nights 4 di Universal Studios, Singapura. Apa yang terjadi kemarin setelah matahari terbenam? “Demoncracy” merajalela, mengambil-alih Universal Studios dipimpin oleh Minister of Evil.

Empat scare zones dan empat haunted houses yang diset sukses membuat kami merinding disko semalaman.

Jack's Nightmare Circus
Jack’s Nightmare Circus.

Jack's 3-Dementia
Jack’s 3-Dementia.

Acara dimulai dengan Jack’s Nightmare Circus, tentu saja bintang dari pertunjukannya adalah Jack si badut jahat. Sirkus ini menampilkan banyak performers yang ternyata didatangkan dari luar Singapura, tapi, ya, ujung-ujungnya dibunuhin semua sama si Jack (oops, spoiler?).

Selesai sirkus, kami beranjak menelusuri scare zones dan haunted houses.

Haunted houses yang disiapkan ada empat buah, Jack’s 3-Dementia yang keren banget memakai efek 3D untuk menipu color coordination dan depth of field kita. Jing’s Revenge yang berlatar di sebuah sekolah dan sukses membuat orang-orang terbirit-birit karena hantu klasik sekolahnya sangat mengagetkan. Mati Camp yang sangat bising, tempat Minister of Evil mendidik tentara-tentaranya dengan cara yang sangat kejam. Haunted house terakhir adalah Laboratory of Alien Breeding, ini personally bikin saya sangat merinding karena ada banyak humanoid reptil dengan sisik yang banyak pula.

The Lab
The Lab.

The Scary Tales
The Scary Tales.

Di antara empat haunted houses ini terdapat empat scare zone. Bedanya dengan haunted house, scare zone ini tempatnya terbuka. Di siang hari dia seperti setup horor biasa di Universal Studios, tapi di malam hari jadi ada “penunggunya”.

Masing-masing scare zone mengusung tema berbeda, mulai dari kota New York yang disatroni setan (Demoncracy), zombie koboi dan Indian (Canyon of The Cursed), gang yang isinya hantu semasa kecil (Bogeyman) sampai ke zona favorit saya: The Scary Tales. The Scary Tales ini sendiri merupakan zona di mana para putri yang berasal dari dongeng-dongeng berubah menjadi versi horornya. Di sini saya berkesempatan melihat Rapunzel “botak tapi gondrong” dan Red Riding Hood yang bawa kapak berdarah ke mana-mana. Benar-benar kebalikan dari dongeng-dongeng yang biasa saya dengar.

Demoncracy
Demoncracy.

Akhir kata, beberapa jam yang saya habiskan di sana sangat menakutkan namun menghibur. Terima kasih Resorts World Sentosa atas undangannya, besok-besok lagi, ya!