Menampilkan semua artikel dalam kategori Catatan Perjalanan

Sepenggal Kisah Fotografer dari Siem Reap

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kimleng dan tuk-tuk kebanggaannya.
Kimleng dan tuk-tuk kebanggaannya.

Pilihanlah mempertemukan saya dengan seorang Kimleng Sang, dan oleh karenanya saya sama sekali tidak merasa menyesal.

Selesai menjelajah India, saya selalu terpikir untuk menjelajahi Kamboja, tepatnya untuk melihat Angkor Wat yang sangat tersohor itu, walau agak ragu. Jujur saja, sejak awal saya memang tidak terlalu menyukai kuil Buddha yang menurut saya terlalu biasa bila dibandingkan dengan kuil Hindu. Namun demikian, ingatan mengenai film Tomb Rider memang sudah terpatri sedemikian rupa, sehingga cukup untuk menggeret langkah saya untuk terbang ke sana.

Dataran Tinggi Dieng: Dari Telaga hingga Puncak Gunung

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kabut menyeringai Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu
Kabut menyeringai Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu.

Suara meraung-raung seketika terdengar memekakkan telinga ketika supir memainkan gas dengan kaki kanannya. Asap hitam pekat pun menandai kualitas kendaraan yang saya tumpangi. Tanjakan cukup curam menanti di hadapan. Sebuah tanda peringatan dengan gambar jalan menanjak kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Saya kemudian memperhatikan jalan sembari sesekali melirik supir di sebelah kanan yang terlihat tenang mengemudi sembari menimpali obrolan sang kernet.

Museum Fujiko F. Fujio: Bernostalgia dengan Doraemon

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Patung Doraemon, Nobita dan Piisuke.
Patung Doraemon, Nobita dan Piisuke.

“Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali…”

Familiar dengan lagu di atas? Mungkin anda sama seperti saya, tumbuh dan besar dengan cerita-cerita Doraemon, yang memungkinkan daya khayal kita tumbuh tinggi tanpa batas. Zaman saya kecil, komik Doraemon itu salah satu bacaan favorit selain rajin menonton film kartunnya di televisi. Sampai sekarang pun rasanya saya masih menikmati cerita-cerita Doraemon terutama seri Doraemon Petualangan. Hanya di seri Doraemon Petualangan, Nobita tiba-tiba menjadi keren dan berubah jadi sosok pahlawan! Saya pun sering berandai-andai, jika saja pintu ke mana saja itu nyata, alangkah menyenangkan. Tinggal sebut mau ke mana, dalam sekejap mata bisa sampai. Ah, Doraemon…

Sebuah Kuil bagi Sang Surya

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kuil dari kejauhan
Kuil dari kejauhan.

Nun jauh di Orissa/Odisha, sekitar dua jam perjalanan dari kota Bhubaneswar, sebuah kuil megah berdiri di daerah yang dinamakan Konark. Konark yang juga dikenal dengan nama Konaditya atau Arkakshetra berasal dari turunan dua kata; “Kona” yang berarti sudut dan “Arka” yang berarti surya.

Berbagai misteri dan cerita mengiringi perjalanan saya memasuki kuil ini. Konark tidak dapat dipisahkan dengan cerita Samba, anak dari Krishna yang menderita lepra dan menjadi sembuh akibat bantuan dari dewa matahari. Lambat laun makin terurai legenda Dharmapada mengenai seorang raja dari abad ke-13 Masehi bernama Narasimhadeva I yang memerintahkan pendirian sebuah kuil bagi dewa matahari. Konark yang juga dikenal sebagai pagoda hitam dibangun dengan bulir-bulir keringat 12.000 pemahat terbaik di wilayah ini yang bekerja di bawah ancaman hukuman mati bila tidak mampu menyelesaikan perintah raja. Kebengisan Narasimha makin terasa saat perintah penyelesaian kuil dipercepat dari jadwal. Sri Samantaray sebagai kepala pemahat mengakui ketidaksanggupannya, sehingga berakhir dengan pemecatan. Kisah bergulir di mana kepala pemahat yang baru bernama Bisu akhirnya berhasil menyelesaikan pembangunan kuil, namun satu hal tertinggal, mahkota dari kuil (“kalasa“) selalu gagal diletakkan di tempatnya. Tidak seorang pun pemahat mengetahui solusinya.

Berenang Bersama Ubur-Ubur Danau Kakaban, Kalimantan Timur

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Dermaga Danau Kakaban
Dermaga Danau Kakaban.

Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Letaknya tidak jauh dari Pulau Derawan. Pulau Kakaban adalah salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban masih cenderung murni dan jarang dikunjungi orang karena lokasi jauh terpencil dan belum ada sarana transportasi yang memadai layaknya tempat wisata alam lainnya.

Danau ini agak berbeda dan unik dengan kebanyakan danau yang ada di Indonesia, di dalam danau ini terdapat ubur-ubur yang tidak menyengat. Berdasarkan informasi dari kawan saya, ubur-ubur seperti ini hanya terdapat di dua tempat di dunia, yaitu di Danau Kakaban, Kalimantan Timur dan Jellyfish Lake di Palau, Mikronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.

Pulau Kemaro, Pulau Kecil di Tengah Sungai Musi

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Pagoda di Pulau Kemaro
Pagoda di Pulau Kemaro

Saat saya berkunjung ke Palembang, saya mengunjungi suatu pulau unik yang terletak di tengah Sungai Musi, Pulau Kemaro namanya. Kemaro dalam bahasa Palembang berarti “kemarau”. Menurut masyarakat Palembang, nama tersebut diberikan karena pulau ini tidak pernah tergenang air. Ketika air pasang besar dan volume air Sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung di atas perairan Sungai Musi.

Pulau Kemaro sudah menjadi tempat plesiran terkenal di Palembang. Pulau ini terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan. Untuk menuju Pulau ini saya menggunakan kapal kecil yang saya sewa dari Dermaga bawah Jembatan Ampera yang lokasinya bersebelahan dengan halte Trans Musi Ampera. Untuk sampai ke pulau ini, dari dermaga saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit menyusuri arus liar Sungai Musi.

Sesaat kapal yang saya naiki masih melaju di Sungai Musi dan belum berlabuh di Dermaga Pulau Kemoaro, Pagoda besar di Pulau Kemaro sudah bisa terlihat, saya melihat kemegahan pagoda dari kejauhan.

Di Hampi, Bebatuan Berbicara dalam Kesunyian

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Begitu banyak hal yang dikatakan banyak orang, begitu banyak hal yang kita dengar, dan begitu banyak pula hal yang kita bayangkan, namun terkadang pada kenyataannya kita sering mendapati semuanya tidak seindah bayangan yang ada. Semua teori ini tidak berlaku saat saya mencapai Hampi beberapa waktu lalu di musim dingin. Semua hal yang saya lihat amat sangat menakjubkan, lebih dari yang saya bayangkan dan dengar sebelumnya.

Berbekal dengan rasa penasaran, perjalanan saya menuju Hampi diawali dengan penerbangan ke Goa selama dua jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan memakai mobil selama delapan jam menuju Hampi, dengan melewati kota yang disebut Hospet. Sebagai suatu daerah kecil yang berada di bagian selatan dari sungai Tungabhadra di sebuah distrik di Karnataka dan dibatasi gundukan gunung berbatu, Hampi berbeda dengan daerah lainnya. Bagi umat Hindu sendiri, daerah ini amat keramat dan merupakan salah satu tujuan perjalanan religi mereka.

Kuil Virupaksha dari atas bukit Hamakuta
Kuil Virupaksha dari atas bukit Hamakuta.

Kota Tua Veliky Novgorod, Rusia

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Perjalanan ke Veliky Novgorod memakan waktu sekitar lima jam dengan kereta cepat dari Moskow. Novgorod terletak antara kota Moskow dan St. Petersburg, sepanjang sungai Volkhov. Novgorod baru saja berulang tahun ke-900 saat saya tiba. Kota ini sendiri berumur lebih tua dari itu (nama kota Novgorod tercatat sejak tahun 862). Menurut sejarahnya, Novgorod adalah kota perdagangan penting dan pernah melepaskan diri dari Rusia. Kota ini memiliki sejarah panjang dengan bangsa Skandinavia dan disebut sebagai ibu kota bagi empat raja Viking. Banyak manuskrip Slavik dan Finlandia ditemukan di kota ini.

The Kremlin di Novgorod.
The Kremlin di Novgorod.

Ketenangan di Desa Coloane, Makau

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Makau, negara tetangga Hong Kong yang hanya seluas kota Bogor ini memang sangat terkenal dengan kemewahannya. Suasana yang gemerlap di malam hari, dentingan mesin-mesin kasino, pertunjukan-pertunjukan spektakuler, dan pemandangan deretan gedung hotel raksasa yang tinggi menjulang menjadi suatu daya tarik para turis untuk berkunjung ke tempat ini, baik sekedar belibur melepas penat maupun menghabiskan pundi-pundi uang mereka di meja judi.

Sudut Rua de Interior
Sudut Rua de Interior

Namun, di balik suasana kota modern yang serba glamor tersebut, tersembunyi sebuah desa yang sunyi dan sederhana di pinggiran kota bernama Coloane. Tempat ini pulalah yang menjadi tujuan utama saya ketika berkunjung ke Makau. Maka, setelah puas berkeliling Senado Square, saya langsung menaiki bus nomor 26A (alternatif lain adalah bus no. 21A yang juga lewat di depan halte Senado Square) dari halte bus di depan Largo de Senado menuju Coloane Village, perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit. Suasana di dalam bis sangatlah nyaman, selain sejuk ber AC, terdapat pula monitor di depan bus dalam tiga versi bahasa, Cantonese, Inggris, dan Portugis yang sangat ramah terhadap turis. Monitor bersuara tersebut adalah petunjuk nama halte selanjutnya yang akan disinggahi bus tersebut, sehingga kecil kemungkinan akan tersesat atau terlewat. Sebaiknya kita bayar ongkos bus dengan uang pas, karena jika uang yang kita bayarkan jumlahnya lebih besar, maka selisihnya tidak akan dikembalikan.

Menikmati Moskow di Bulan April

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

St. Basil Cathedral pada siang dan malam hari.
St. Basil Cathedral pada siang dan malam hari.

Moskow begitu suram pada akhir musim dingin. Salju yang tidak cair sempurna masih ada di rerumputan, sungai dan pohon. Saya tiba di Moskow pada pertengahan April. Langit kelabu, jalanan kotor oleh salju bercampur tanah. Kesan “pasca” negara adidaya masih jelas terlihat dari gedung–gedung tinggi dan bentuk bangunan mereka yang berseni serta berwarna–warni.

Beruntung saya tinggal di hotel yang tak jauh dari pusat kota. Hanya 20-25 menit jalan kaki menuju Lapangan Merah (Red Square) dan Kremlin. Gerimis turun saat saya dan teman–teman berencana keliling kota dengan jalan kaki. Namun tidak ada yang urung untuk tetap menelusuri budaya Rusia. Kami berangkat tepat setelah makan siang!

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN