Arsip untuk kategori Catatan Perjalanan

Pelajaran Berharga dari Deles Indah, Klaten

Hari itu, tepatnya hari Rabu. Bersama dengan sang saudara yang lahir mendahului saya, kami pergi dari rumah tanpa ada tujuan yang pasti. Tampaknya kebiasaan ini memang ada di dalam jiwa kami masing-masing. Kami suka pergi untuk mencari tempat dan hal-hal baru yang belum pernah kami datangi dan kami nikmati. Perjalanan kami hari ini pun akhirnya sampai di tempat yang tidak kami duga sejak berangkat tadi.

Nenek penjual durian di jalan pulang.
Nenek penjual durian di jalan pulang.

Rencana awal kami, hari ini hendak pergi ke suatu kota yang sudah amat terkenal dengan Jalan Malioboro. Alih-alih, perjalanan secara spontan berganti dengan jalan menantang menuju daerah wisata Deles Indah, sebuah lokasi wisata yang bagi kami berdua memiliki kadar ekstremitas tersendiri, karena letaknya cukup tinggi di atas permukaan laut. Namun, untuk kali ini rasa penasaran menambah jiwa keberanian kami untuk menuju lokasi. Tanpa ada rasa rendah diri kami pun mengarahkan sepeda motor kami ke arah kanan di pertigaan sebelum pabrik gula Gondang Winangoen di Klaten. Kondisi jalan di sini memang sedikit mengerikan. Lubang jalan yang lebarnya selebar kubangan kerbau pun selalu siap menghadang di jalan depan. Truk-truk pasir dengan muatan penuh siap menghalangi jalan kami dengan tumpahan pasirnya. Sempitnya jalanan pun harus kami bagi dengan pengendara-pengendara di sekitar kami. Keletihan, kesemutan, dan panasnya mesin bercampur menjadi satu pada saat itu. Namun, kami pantang istirahat sebelum sampai di tujuan akhir. Rasa penasaran menambah keinginan kami untuk segera sampai ke tujuan akhir. Setelah berjalan sekitar satu setengah jam dengan menghindari lubang-lubang jalan, kami pun sampai di tempat pembayaran tiket masuk.

Baca seutuhnya →

Menikmati Pantai Pribadi di Kuta, Lombok

Awal tahun lalu, saya dan suami berkesempatan untuk berbulan madu ke Pulau Seribu Masjid—tetangga Pulau Seribu Pura yang tersohor itu. Ya, akhirnya saya berhasil menjejakan kaki di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah sekian lama saya menuliskan pulau ini di “bucket list” yang saya miliki.

Selama ini saya mengenal Lombok karena dua hal. Pertama, sebagai penggemar kuliner, siapa yang tidak pernah mendengar nama masakan khas Lombok, ayam taliwang, yang pedas namun sangat lezat itu, dilengkapi plecing kangkung yang segar? Dua masakan tersebut adalah menu khas Lombok yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Panorama Pantai Kuta, Lombok
Panorama Pantai Kuta, Lombok.

Baca seutuhnya →

Sebuah Puisi Tersembunyi di Madhya Pradesh

Embun itu masih ada, waktu kami beranjak pergi menuju Orchha yang letaknya cukup jauh dari Khajuraho. Masih bertempat di Madhya Pradesh, Orchha terletak 15 km dari stasiun kota Jhansi atau sekitar tiga jam perjalanan dengan mobil dari khajuraho. Saya berharap keputusan yang saya ambil tepat untuk mengunjungi tempat ini mengingat tidak begitu banyak informasi yang saya peroleh dari internet sebelumnya.

“Orchha” artinya “tersembunyi”. Dan seperti arti dari namanya, semua hal yang ada di kota kecil ini memang seakan-akan “tersembunyi” dari sentuhan peradaban luar, menyepi di pinggir Sungai Betwa. Kota kuno yang seakan tertidur ini mengisahkan peradaban dinasti raja Bundela pada masa sekitar abad ke-15 di setiap sudut istana, benteng, dan kuilnya. Akibat letaknya yang memang tersembunyi di antara hutan yang mengelilinginya, kota ini bahkan terbebas dari sentuhan penjajahan kerajaan Mughal di masa itu.

Jahangir Mahal.
Jahangir Mahal.

Baca seutuhnya →

Pacu Adrenalin ke Puncak Bromo

Pandangan saya berkeliling. Di depan saya adalah samudera pasir yang seperti hamparan gurun tak bertepi. Bisikan pasirnya sampai di telinga seolah mengucapkan salam. Di sisi kanan, pelangi menyapa seakan mengucapkan selamat datang. Saya berdiri mematung, memandang puncak Bromo yang terus mengepulkan asap tebal berwarna kelabu.

Hardtop tidak boleh mendekat sampai ke kaki gunung, karena terdapat pancang-pancang besi yang membatasi kendaraan. Untuk naik, kita bisa berjalan kaki atau naik kuda. Ongkos naik kuda sendiri sangat variatif. Ada yang menawarkan Rp50.000, ada yang Rp70.000, bahkan ada yang menawarkan ongkos Rp100.000. Namun, bila ingin lebih dalam menikmati sensasinya, berjalan kaki menjadi pilihan yang tepat. Sambil berjalan, resapi pemandangan yang indah dengan latar belakan gunung Semeru yang selalu mengeluarkan asap raksasa secara berkala. Telusuri tiap jengkalnya!

Patahan kawah Gunung Bromo. Patahan kawah Gunung Bromo.

Baca seutuhnya →

Menyambut Pagi di Lok Baintan

Sesaat setelah menunaikan ibadah sholat subuh, saya melawan dinginnya kota Banjarmasin dengan sepeda motor untuk menjemput teman saya yang bernama Nurul menuju warung soto banjar Bang Amat, dimana perahu sewaan kami atau yang biasa disebut orang Banjar “kelotok” menunggu. Sesampainya di warung soto banjar Bang Amat, teman kami satu lagi bernama Micah telah menunggu bersama kelotok yang sudah kami pesan sehari sebelumnya seharga Rp200.000. Kelotok yang dapat menampung hingga sepuluh orang tersebut memang terlalu besar untuk kami bertiga, namun tidak ada pilihan lain karena kami tidak mempunyai rombongan sebesar itu. Jadilah kami bertiga naik ke kelotok tersebut dan siap melihat keunikan pasar terapung Lok Baintan.

Pasar Terapung
Pasar terapung.

Baca seutuhnya →

Menjelajahi Dunia Sihir Harry Potter

Art Science Museum telah menjadi ikon unik di Singapura. Betapa tidak, bangunan Art Science Museum yang terlihat sekilas seperti bunga teratai ini sangat mudah dikenali bahkan untuk pengunjung yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Singapura seperti saya. Siang itu langit Singapura terlihat mendung dan benar saja tak berselang lama hujan gerimis mengguyur negara Singa itu. Saya dan seorang teman saya warga Singapura yang tatkala itu sedang berjalan-jalan di sekitar area Marina Bay Sands segera mencari tempat berteduh. Kami akhirnya mampir ke Art Science Museum.

The Flying Ford
The Flying Ford.

Baca seutuhnya →

Selamat Tahun Baru dari Sydney

Tahun 2012 telah berakhir dan selamat datang 2013. Pergantian tahun selalu membuat pemerintah kota Sydney menyajikan pesta kembang api. Pemerintah Sydney menjelaskan bahwa kembang api yang digunakan untuk tahun baru 2013 merupakan yang terbesar di dunia. Diperkirakan sebanyak 1,6 juta orang akan melihat pesta kembang api ini dari seluruh Sydney. Sebuah hal yang patut diacungi jempol karena pemerintah kota Sydney mengemas acara malam tahun baru 2013 dengan serangkaian acara menarik. Koreografi kembang api dikerjakan dengan teliti oleh Foti International Firework, yang dipimpin oleh Fortunato Foti dan 45 kru-nya. Total berat beban, mulai dari kembang api sampai peluncurnya, diperkirakan mencapai 120 ton. Menurut laporan dari 7 News, pemerintah kota Sydney menghabiskan 6,6 juta dollar untuk pesta kembang api tersebut. Angka yang cukup signifikan karena pemerintah kota Sydney telah menyediakan lebih dari 80 titik strategis untuk menikmati pesta kembang api lengkap dengan fasilitas umum, seperti toilet, transportasi 24 jam dan gratis serta petugas kebersihan.

Pukul 00:00 Pesta Kembang Api dimulai. Kurang lebih gemerlap kembang api ini berlangsung selama 20 menit.
Pukul 00:00 Pesta Kembang Api dimulai. Kurang lebih gemerlap kembang api ini berlangsung selama 20 menit.

Baca seutuhnya →

Wisata Pulau di Taman Nasional Ujung Kulon

Ada surga di ujung paling barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon namanya. Di tempat yang merupakan wilayah taman nasional yang dilindungi ini hidup badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya.

Bentang alam di Taman Nasional Ujung Kulon amat beragam, mulai dari bentang alam laut, bentang alam hutan rawa dan ekosistem daratan. Jadi, saat saya berkunjung ke taman nasional yang asri ini, saya bisa merasakan serunya petualangan trekking di bentang rawa dan hutan yang masih alami dan snorkeling di bentang alam laut yang masih bersih dengan perpaduan pasir putih nan indah.

Menikmati senja.
Menikmati senja.

Baca seutuhnya →

Tentang Koboi, Steak dan Baseball

Tak pernah terbayangkan bahwa di awal tahun 2012 sudah harus bersiap-siap untuk melakukan perjalanan panjang. Rasanya, ia akan menjadi sebuah perjalanan yang melelahkan namun menjadi salah satu album perjalanan yang tak terlupakan.

Sedikit bercerita, di akhir tahun 2011, saya membawa seluruh barang-barang, kardus-kardus dan semua “warisan”: perlengkapan memasak dari orang tua dan kakek-nenek dari Surabaya menuju Jakarta. Pada saat itu, hanya saya sendiri yang melakukan semua persiapan di rumah baru di Jakarta. Suami masih bekerja di Timur Tengah, tepatnya negara yang baru saja merayakan kemenangannya setelah seluruh pasukan Amerika Serikat ditarik kembali ke negaranya, Irak.

Di awal tahun 2012, saya sudah langsung harus bekerja setidaknya 12 jam sehari di kantor. Mulai jam delapan pagi hingga delapan malam. Di akhir Januari 2012, saya mendapat kabar kalau suami berkesempatan untuk ikut sebuah pelatihan yang sangat penting di Amerika Serikat selama kurang lebih tiga bulan dan pelatihan tersebut akan dimulai di awal bulan Maret. Tidak bisa terbayangkan betapa mendadaknya berita ini. Meski mendadak, ini adalah sebuah berita baik bagi masa depan suami dan tentunya keluarga kami.

Suasana "kota koboi"
Suasana “kota koboi”.

Baca seutuhnya →

Hat Yai, Pesona Thailand Selatan

Tepat jam enam pagi, pintu imigrasi Bukit Kayu Hitam dibuka. Bukit Kayu Hitam yang terletak di negara bagian Kedah ini, merupakan salah satu pintu perbatasan Malaysia dengan Thailand. Kami berdua pun mengantri untuk mendapat cap keluar dari Malaysia di paspor saya.

Pagi ini cuaca cukup dingin. Kamipun bergegas masuk kembali ke dalam bis. Setelah semua penumpang masuk ke dalam bis, bis pun melaju ke arah Sadao, gerbang imigrasi Thailand selatan. Jarak imigrasi Malaysia dan Thailand adalah sekitar 500 meter. Di antara jarak tersebut, di sisi kiri nampak Kedai Bebas Cukai yang telah buka. Di bagian kanan merupakan markas Tentera Darat Diraja Malaysia atau Angkatan Darat Malaysia.

Wat Hat Yai Nai.
Wat Hat Yai Nai.

Baca seutuhnya →