Tampak depan Le Bambino Guesthouse

Mencari penginapan di negeri orang adalah hal yang suka menyesakkan dada. Foto dan kenyataan bisa saja tak sesuai. Harga terlalu mahal. Lokasi tak tepat. Begitu sampai di lokasi, pelayanan tak maksimal—entah itu mereka ternyata tak pandai berbahasa Inggris atau tak bersahabat. Bagi orang muda, mungkin boleh untuk bertaruh sedikit dengan menyewa tempat penginapan yang murah meriah. Untuk tidur saja, tak perlu mahal. Namun, bagaimana dengan kita yang punya gaya perjalanan yang berbeda: ingin nyaman, aman, dan layanan yang prima, tapi harga tak selangit? Atau perjalanan yang dilakukan bersama keluarga, dengan anak kecil?

Bulan Maret lalu saya menginap di tempat yang sempurna untuk menjawab pertanyaan seperti itu. Saya berada di Da Nang, sebuah kota di sentral Vietnam, sebenarnya hanya untuk transit satu malam untuk melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh City esok harinya. Kebetulan pula, ada kompetisi kembang api internasional. Ketika memesan di internet pun, saya sudah capek mencari harga murah dan presentasi yang generik dari berbagai hotel murah di Vietnam. Tak pikir panjang, saya kirim email ke penginapan yang tipenya rumah singgah ini, dan berani membayar USD35 untuk satu malam, sebuah harga yang bisa dua malam di hotel lain.

Dari gambar yang saya lihat di situs webnya, ternyata aslinya jauh lebih bagus. Saya tak mengira dapat kamar sebesar 10m x 5m! Belum lagi lengkap dengan kamar mandi yang ada bathtub-nya, meja nakas panjang begitu masuk, lemari lega, daerah sofa untuk nonton TV kabel, lantai parkit, karpet, tempat tidur ukuran raja, jendela masif gaya Perancis, dua nakas lengkap di samping tempat tidur… Saya speechless. Hanya ada tiga kamar tamu di rumah singgah ini, ketiganya bisa disewa harian, mingguan maupun bulanan. Untuk harian, tarifnya USD35. Untuk bulanan, tarifnya sekitar USD600. Cukup mahal, memang, apalagi untuk ukuran kota sedang seperti Da Nang. Tetap saja, harga itu melebihi ekspektasi. Di hotel berbintang, harga itu tak dapat fasilitas semacam ini.

Kamar luas di Le Bambino Guesthouse

Pemilik Le Bambino adalah pasangan Perancis-Vietnam, Jean Paul Ernecq dan Vinh Ernecq. Pak Jean sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Da Nang sejak menikah dengan istrinya, pekerjaan utamanya adalah mengelola rumah singgah ini dan sebuah restoran Perancis di bawahnya. Le Bambino sebenarnya adalah rumah tiga tingkat, lantai dasar untuk restoran, dan sisanya untuk kamar.

Tak cukup dari ukuran kamar yang masif untuk saya seorang, kita mendapatkan interaksi yang tak seperti di hotel. Lebih dekat seperti konsep homestay, sebenarnya. Pemilik akan senang hati mengobrol dengan kita, menanyakan asal, menjelaskan tempat-tempat menarik, sambil menyeduh kopi, jus jeruk atau kue jika kita mau. Bahkan beliau tak sungkan menceritakan anaknya yang sedang kuliah di Perancis. Saya bahkan sempat diantarkan ke Museum Cham, ketika pasangan itu sedang berangkat ke pasar. Ketika datang, saya dibuatkan sarapan ala Perancis: baguette, omelet jamur, kopi hitam, selai stroberi dan jus jeruk. Penyajiannya pun sempurna! Sarapan dan hospitality ini sudah termasuk dengan harga itu. Hanya saja, untuk makan siang dan makan malam, tetap harus kita cari sendiri. Namun begitu, ada rekomendasi dan petunjuk jalan. Menyenangkan, bukan?

Sarapan pagi di Le Bambino Guesthouse

Dekorasi di Le Bambino Guesthouse

Untuk keluarga, saya tak tahu berapa orang maksimal bisa menginap di sini. Tapi jika Anda berdua, atau dengan satu anak, saya rasa tak masalah. Sayang, seharusnya penginapan semacam ini ada di kota yang lebih touristy, tapi cukup baik untuk mereka yang ingin jeda sejenak beberapa hari!

Pemesanan dilakukan dengan email, mereka belum terhubung dengan reservasi kolektif. Untuk foto-foto dan informasi lanjutan, silakan kunjungi situs web mereka.

  • Le Bambino Guesthouse and Restaurant. 122/11 Quang Trung Street, Da Nang. Tel.: +84 0511 896386. Faks: +84 0511 886098. E-mail: jpernecq@yahoo.fr. Situs web: www.lebambino.com.

Disunting oleh ARW 16/06/2010