Ketika kami memutuskan untuk pergi ke Istanbul, kami tidak tahu apakah kota ini ramah anak-anak atau tidak. Apakah ramah stroller atau tidak. Atau secara umum, apakah kota ini aman dan nyaman, mengingat banyak kejadian terorisme di sini dalam beberapa tahun terakhir. Ketika membeli tiket pun kami berpikir, is this the right thing?


Si kecil di Dolmabahce Palace

Pada saat itu, pikiran saya cuma seputar betapa cantiknya kota ini dan imajinasi berkat membaca buku Orhan Pamuk.

Akhirnya kami pe-de saja, toh kejadian tidak mengenakkan bisa terjadi di mana saja, bahkan di Singapura, tempat kami berdomisili saat ini.

Apakah Janis bisa survive 11 jam di udara, itu lain cerita. Tapi kami lebih percaya diri soal itu. Kami memutuskan naik Turkish Airlines, di antara pilihan lain Singapore Airlines. Yang penting langsung tanpa transit.

Kami sadar, orang tua manapun yang ingin membawa anak-anak-nya jalan di Istanbul, pasti akan berpikir banyak hal, mulai dari biaya, memilih akomodasi, penerbangan sampai rencana perjalanan. Berikut beberapa tips-nya, supaya perjalanan anda lancar.

Pilihlah penerbangan langsung

Sebisa mungkin, pilihlah penerbangan langsung dari Jakarta atau dari kota tempat anda tinggal. Dari Singapura, perjalanan memakan waktu 11 jam, dan di malam hari. Ini membuat kondisi tubuh lebih tidak letih dan tidak repot turun dan naik pesawat lagi. Kami memilih Turkish Airlines, dan servis mereka luar biasa.

Hotel atau Airbnb?

Kami memilih hotel dengan opsi sarapan, untuk memastikan anak kami sudah makan sesuatu setiap harinya sebelum beraktivitas. Tentu saja, Airbnb bisa jadi alternatif yang baik jika anda ingin lebih hemat atau punya ruang lebih lega. Tetapi, pilihlah Airbnb yang dekat dengan supermarket, sehingga anda tak perlu jauh-jauh untuk belanja makanan yang bisa dimasak untuk sarapan.

Sultanahmet atau Beyoglu?

Ada dua area populer untuk menginap di Istanbul: Sultanahmet dan Beyoglu. Keduanya dipisahkan selat Golden Horn yang membelah kota dari utara ke selatan. Sultanahmet adalah kota tua di mana Constantinople, ibukota Romawi, berada. Di sini pulalah anda bisa menemukan sebagian besar atraksi seperti Hagia Sofia, Basilica Cistern, Grand Bazaar dan Blue Mosque. Kelemahannya, area ini cukup padat dan hotelnya pun kecil-kecil. Beyoglu adalah kota “baru” nan trendi dengan pusat perbelanjaan seperti Istiklal Cadesi dan jalan bergaya Eropa modern. Di sini pula terdapat banyak cafe modern. Atraksi lain adalah Galata Tower, beberapa museum, Taksim Square, dan Dolmabahce Palace.

Kami memilih untuk tinggal di Beyoglu, tepatnya di Taksim, karena hotel yang kami inginkan ada di daerah ini. Aksesnya ternyata mudah karena dari Taksim kami bisa naik subway atau tram. Plus, di Beyoglu banyak supermarket dan makanan juga.

Ada alternatif lain jika anda sudah kedua kalinya ke Istanbul, anda bisa tinggal di Kadikoy, di sisi Asia. Dari sini memang untuk ke kota area utamanya harus naik subway atau kapal feri dulu (murah, dan sering), tapi tidak terlalu touristy seperti Sultanahmet atau Beyoglu, dan ada pasar Kadikoy dengan makanan-makanan yang murah meriah.

Belilah kartu Istanbulkart

Jika anda tidak punya banyak anggaran untuk transportasi, maka kartu Istanbulkart jadi solusi handal. Kartu ini sama fungsinya dengan kartu ezLink di Singapura atau Suica/Pasmo di Jepang, di mana kita bisa isi saldo tertentu dan dipakai di berbagai moda transportasi. Lebih kerennya lagi, untuk sampai lima orang, kita bisa menggunakan satu kartu saja. Anda dapat membelinya di stasiun Metro Istanbul atau halte tram mana saja, dengan memasukkan nominal yang diinginkan secara tunai.

Stroller mungkin tidak selalu berguna, tapi jika mesti, pakailah yang ringkas

Jalan dan trotoar di Istanbul masih banyak yang berbatu dan becek, serta trotoar tidak sambung-menyambung sehingga perlu kelihaian luar biasa dalam membawa stroller. Selain itu, di beberapa tempat seperti Beyoglu, naik turun tangga tidak dapat dihindari karena kontur kota yang berbukit. Untuk stasiun Metro Istanbul, kebanyakan dilengkapi lif, jadi aman. Untuk tram, masalah utama adalah ruang yang sempit dan keramaian penumpang. Saran kami, belilah stroller ringan yang mudah dilipat, tapi juga kokoh.

Uang tunai adalah raja

Meskipun pusat perbelanjaan menerima kartu kredit dan debit internasional, uang tunai masih menjadi raja terutama jika anda ingin menikmati street food, berbelanja di Grand Bazaar atau Pasar Kadikoy, atau membayar pengisian Istanbulkart.

Biarkan si kecil memuaskan rasa ingin tahu

Ketika kami berjalan di Jembatan Galata, jembatan yang menghubungkan antara Beyoglu, Janis tiba-tiba berhenti di salah satu kotak berisi ikan hasil pancingan seorang paman. Di jembatan ini memang banyak orang memancing. “Look! Fish!“, ujarnya riang. Ada kalanya, kita biarkan dia bersenang-senang, karena liburan tidak melulu agenda orang dewasa!


Look! Fish!

Makan makanan kesukaan si kecil

Kadang kami harus “mengalah” sedikit untuk tidak mencoba makanan baru atau yang lebih asing, demi si kecil berselera makan. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba hal baru juga!


Makanan enak favorit Janis di Galata Tower

Siapkan mental untuk macet dan antrian museum

Istanbul mirip seperti Jakarta: macet. Bedanya, Istanbul sudah memiliki sistem transportasi yang relatif lebih baik dari Jakarta. Namun, terkadang kita perlu naik Uber atau bis, dan perhitungan waktu di jalan harus memperkirakan waktu di kemacetan. Berangkatlah 30 menit lebih awal, terutama ke bandara. Selain itu, karena banyak atraksi turis di kota ini, antrian masuknya bisa panjang, belum lagi ada pengecekan keamanan, yang juga mengantri. Saran kami, jika anda membawa anak-anak:

  • Belilah tiket terusan museum atau Istanbul Museum Pass, atau Istanbul Tourist Pass, untuk menghindari antrian.
  • Jika tidak sempat beli tiket terusan, datanglah pagi hari ketika tempat itu buka.
  • Jika ada anggaran lebih, gunakanlah tur sehari untuk mengunjungi semua kunjungan wajib (di mana tiket dan transportasi diurus semua), sehingga hari lain anda bisa lebih santai.

Cobalah naik feri ke sisi Asia

Sisi Asia sering terlewatkan, apalagi jika anda hanya berkunjung selama kurang dari 24 jam (untuk transit misalnya). Tapi jika ada waktu, kunjungilah sisi Asia, rekomendasi kami adalah Kadikoy. Jangan lupa naik feri, yang sangat murah tarifnya jika anda membayar dengan Istanbulkart. Nikmati juga teh (chay) di atas feri, sambil melihat burung albatros dan jika beruntung, lantunan musik Turki dari pemusik di dalam kapal. Indah!

Manfaatkan taman bermain

Kami menemukan taman bermain umum di Taksim Square, dan tentunya, anak kami senang sekali bermain di sini. Ingat, kunjungan wisata harus bisa dinikmati semua orang, termasuk si kecil.


Bermain di Taksim Square

Orang Turki hampir semuanya ramah pada anak-anak. Janis bolak-balik dicubit pipinya, digoda, diminta foto bersama. Istanbul adalah kota yang ramah anak, tetapi dengan tips-tips di atas, semoga akan semakin mempermudah dan membahagiakan perjalanan anda sekalian. Selamat berlibur di Istanbul.