Artikel-artikel dari bulan November 2013

Mempersiapkan Komunikasi dalam Perjalanan

Komunikasi penting dalam perjalanan

Apakah anda pernah pergi ke luar negeri dan sulit mendapatkan penyedia layanan seluler yang cocok untuk keperluan dan durasi perjalanan anda? Jika ya, apa sering juga paket yang disediakan ternyata cukup mahal dan kualitasnya tidak sesuai dengan harganya?

Seringkali pejalan yang ke luar negeri mengalami masalah ini dan setiap negara punya struktur paket dan sistem yang berbeda-beda. Di Indonesia, kita biasa membeli paket perdana prabayar murah yang langsung aktif, beserta data. Di Amerika Serikat, sulit unutk mencari paket perdana prabayar, karena kebanyakan pascabayar yang sudah di-bundling dengan ponsel. Di Jepang, GSM tidak bisa dipakai.

Pejalan mancanegara yang datang dari luar negeri ke Indonesia juga mengalami masalah yang sama. Ada banyak pilihan dan mereka tidak tahu kualitas dan tarifnya. Padahal, komunikasi lokal dan internasional menjadi penting. Di era data sekarang, tidak hanya soal paket suara (telepon), tetapi juga paket data.

Berikut beberapa tips untuk mempersiapkan keperluan komunikasi anda selama perjalanan, baik itu dalam maupun luar negeri.

1. Riset tentang jenis jaringan yang tersedia

Tidak semua negara mendukung GSM dan CDMA, misalnya. Ada yang GSM saja, ada yang CDMA saja. Cek penyedia layanan seluler yang anda tuju di negara destinasi, dan lihat jenis jaringannya. Selain itu, cek juga apakah penyedia layanan seluler yang anda miliki sekarang dapat digunakan dalam jaringan di negara destinasi.

2. Persiapkan perangkat komunikasi

Apakah anda butuh ponsel pintar, biasa, atau satelit? Jika anda suka mendaki gunung mungkin lebih baik menggunakan ponsel satelit karena sinyalnya cukup sulit. Selain itu, perangkat komunikasi lain seperti komputer tablet dan jinjing juga menggunakan konsumsi data dan seluler.

3. Paket data bisa jadi lebih penting dari paket yang lain

SMS dan telepon bisa jadi lebih mahal dibandingkan dengan paket data dan chatting di WhatsApp, misalnya. Untuk itu, lihat apakah paket yang ditawarkan lebih banyak memberikan keuntungan di sisi data. Jika ya, pilihlah paket itu!

4. Cek fasilitas roaming dan tarif SMS/telepon dari penyedia layanan seluler anda

Sebagai backup, cek fasilitas roaming dan tarif SMS atau telepon dari penyedia layanan seluler yang anda miliki. Setidaknya, sebelum mencari paket perdana di destinasi, anda bisa memberi kabar singkat ke keluarga anda di rumah ketika baru sampai. Jangan menunda memberi kabar, ya.

5. Gunakan paket murah penyedia layanan seluler lokal

Beberapa penyedia layanan seluler lokal memberikan promo menarik, seperti paket data 7 hari sampai 30 hari dengan tarif terjangkau.

Bagi pejalan luar negeri yang ingin ke Indonesia, salah satunya adalah dengan mengunakan paket Super Obrol dari Mentari, yang memberikan gratis nelpon dan WhatsApp 24 jam hanya dengan sekali daftar. Ada dua paket, yakni Obrol Seharian dan Obrol Siang.

Paket Obrol Seharian untuk mendukung produktivitas anda sepanjang hari selama 24 jam penuh. Hanya Rp. 3000, Dapatkan 300 menit Nelpon ke semua nomor Indosat se-Indonesia + WhatsApp yang dapat digunakan selama 24 jam penuh dari waktu registrasi paket (00.00 – 24.00). Sisa kuota Nelpon & WhatsApp dapat digunakan hingga esok hari.

Cara Mengaktifkan paket:

Tekan *123*200# > SUPER OBROL > Obrol SEHARIAN

atau

Kirim SMS ketik SEHARIAN kirim ke 123

Paket Obrol Siang untuk mendukung produktivitas anda sepanjang hari mulai pukul 00.00 – 17.00. Hanya Rp 1000, dapatkan 100 menit Nelpon berkali-kali semua nomor Indosat se-Indonesia yang dapat digunakan selama 17 jam penuh dari waktu registrasi paket. Dan Sisa kuota Nelpon dapat digunakan hingga esok hari.

Cara mengaktifkan paket:

Tekan *123*200# > SUPER OBROL > Obrol SIANG

atau

Kirim SMS ketik SIANG kirim ke 123

Tulisan ini disponsori oleh Mentari Super Obrol.


Danau Maninjau dan Kelok 44, Dua Sejoli yang Menawan

Danau Maninjau, orisinalitas karya Sang Maha Pencipta, terbalut keindahan sempurna. Danau yang terletak di Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat ini, menyimpan magnet keindahan yang membangkitkan gairah para pecinta keindahan alam. Danau ini terbentuk dari proses vulkanik akibat letusan Gunung Sitinjau ini sangat patut untuk dikunjungi saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Danau Maninjau dari Kelok 44
Danau Maninjau dari Kelok 44.

Untuk meraih keindahan Danau Maninjau, ada dua opsi jalur yang dilalui. Pertama, dari arah barat, yaitu dari Padang melewati Pariaman, yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Kedua, dari arah timur, yaitu dari Padang melewati Bukittinggi, kemudian dilanjutkan ke danau Maninjau melalui lintasan Kelok 44, dan waktu perjalanan yang ditempuh kurang lebih 3 jam saja. Akses menuju danau Maninjau sangat mudah, karena melewati jalan utama Lubuk Basung-Bukittinggi. Untuk transportasi dapat menggunakan angkutan umum, travel, dan mobil atau motor pribadi.

Keramba di Danau Maninjau
Keramba di Danau Maninjau.

Maninjau dari Atas Bukit
Maninjau dari Atas Bukit.

Saya sengaja pergi dari arah timur, karena sehari sebelumnya saya baru saja keliling Bukittinggi. Selain itu, saya juga ingin merasakan sensasi melewati Kelok 44 yang sudah terkenal itu.

Kelok 44 merupakan daerah perbukitan yang berada di atas danau Maninjau, tepatnya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dinamakan Kelok 44 karena memang terdapat 44 buah kelokan, di mana setiap kelok diberi nomor secara berurutan. Dalam bahasa Minang, sering disebut dengan Kelok Ampek Puluh Ampek.

Dari kelok 44, terlihat pesona danau Maninjau yang begitu anggun. Terlihat di sekeliling danau, tampak barisan bukit berdiri tegak, terlihat hijau nan cantik. Tampak panorama danau dengan nuansa kebiruan berpayungkan langit yang dipenuhi gumpalan awan yang bergerak teratur. Sesekali saya memperlambat laju kendaraan untuk sekedar menikmati panorama dari atas, sungguh damai rasanya.

Gapura "Selamat Datang" di Kelok 44.
Gapura "Selamat Datang" di Kelok 44.

Museum Nuya Hamka
Museum Nuya Hamka.

Sawah di tepi danau
Sawah di tepi danau.

Di tepi danau Maninjau, terdapat banyak budidaya keramba ikan patin. Tak heran kegiatan perekonomian Maninjau ‘hidup’ berkat budidaya ikan tersebut. Ketika mengunjungi Danau Maninjau, saya sempat berbincang di tepian Danau dengan penduduk sekitar yang merupakan pengelola keramba ikan. Mereka mengatakan bila tidak ada budidaya seperti ini di danau Maninjau, niscaya perekonomian kawasan Maninjau akan mati.

Danau Maninjau dan Kelok 44 meninggalkan jejak keindahan di memori saya. Sungguh menawan. Keindahannya seakan mengingatkan diri saya agar tidak lupa untuk singgah lagi di tanah Maninjau.


Pagoda Shwedagon, Rumah Suci Bagi Rambut Sang Buddha

Di tengah pusat kota Yangon (Ranggon), Myanmar, sebuah pagoda menjulang dengan megahnya membelah cakrawala. Pagoda Shwedagon atau yang juga dikenal sebagai Pagoda Emas memang merupakan tempat tersuci di Myanmar ini, yang didirikan di bagian barat dari Danau Kandawgyi, tepat di daerah perbukitan suci Singgutara. Konon, di tempat inilah terdapat keempat struktur suci Buddha, yaitu staf dari Kakusandha, air suci Koṇāgamana, jubah Kassapa dan rambut suci Siddharta Gautama.

Sekitar 2.500 tahun yang lalu, hidup seorang raja bernama Okkalapa yang memerintah Suvvanabhumi. Raja ini mengetahui bahwa seorang Buddha akan “muncul” setiap 5.000 tahun sekali. Pada saat itu, Siddharta masih menjadi seorang pangeran Hindu di India Utara dan belum mendapatkan ‘pencerahan’. Sesuai perhitungan Okkalapa, saat pemerintahannya, semestinya seorang Buddha baru akan datang.

Bukit Singgutara telah lama memiliki sebutan suci, karena di tempat inilah warisan dari ketiga Buddha terdahulu dikuburkan. Untuk mempertahankan kesucian bukit ini, maka Raja Okkalapa merasa bahwa harus ada hadiah yang diberikan oleh Buddha yang baru. Sedemikian takutnya Okkalapa, sehingga ia pun mengunjungi bukit ini untuk memohon. Okkalapa tidak mengetahui pada saat itu Siddharta sudah mendapatkan pencerahan. Dikisahkan Sang Buddha yang baru muncul dalam alam meditasi Okkalapa dan menyerukan untuk bersabar menantikan hadiah dari-Nya.

Ketika Siddharta sedang menyelesaikan meditasinya di bawah pohon Bodhi, pada hari ke-49, datang seorang pedagang bernama Tappusa dan Bhalika yang rupanya utusan dari Okkalapa. Kedua pedagang ini menawarkan kue madu pada Sang Buddha dan kepada keduanya, Buddha menitipkan kedelapan buah rambut sucinya sebagai ucapan terima kasih. Namun dalam perjalanan kembali menuju Myanmar, keduanya dirampok, sehingga mereka hanya sanggup membawa empat buah rambut suci Buddha. Kedatangan mereka disambut dengan meriah dan keempat rambut suci dikuburkan di bukit Singgutara untuk mempertahankan kesuciannya. Dikisahkan bahwa ketika keempat rambut suci ini dikeluarkan dari kotaknya, maka bumi bergoncang hebat, orang buta dapat melihat kembali, dan pohon-pohon berbunga. Akhirnya didirikanlah sebuah pagoda setinggi 300 kaki, yang hingga kini dapat dilihat dari sudut kota manapun, yang dihiasi dengan emas dan batu permata.

Pendirian pagoda Shwedagon hingga kini tidak diketahui, namun diperkirakan sekitar abad ke-11. Setelah didirikan, pagoda ini mengalami beberapa renovasi dan tetap selamat dari segala ancaman alam dan bahkan saat penjajahan bangsa asing di Myanmar. Keteguhan pagoda ini untuk terus bertahan membangkitkan semangat pada rakyat Myanmar yang sangat menyanjung dan membanggakannya. Bahkan pada tahun 2007, seluruh pendeta melakukan protes dan berjalan dari pagoda ini untuk membebaskan Aung San Suu Kyi.

Dari segi arsitektur, Shwedagon merupakan suatu kompleks luas berwarna keemasan. Terdapat empat buah pintu masuk. Turis asing dapat memasukinya dengan biaya delapan dolar Amerika. Alas kaki harus ditanggalkan di sini. Setelah menaiki lif, kita akan sampai di salah satu pintu masuk kawasan pagoda. Tampak bentuk singa mistis mengawal setiap pintu masuk pagoda ini. Suatu bentuk yang sama yang dapat kita temui pada kuil Hindu di India. Beberapa pemeluk agama Buddha telah bersiap untuk melakukan ritual doa dengan membawa bunga teratai, dupa, daun emas dan lain-lain. Penduduk lokal tidak dikenakan biaya untuk memasuki pagoda ini. Para pemeluk agama Buddha yang mengunjunginya akan mengelilingi pagoda ini sesuai arah jarum jam, umumnya sebanyak tiga kali. Pagoda dapat dicapai dari bandara internasional dengan menggunakan taksi bandara dengan biaya sekitar 7.000 kyat (satu dolar Amerika setara dengan 950 kyat).

Bagian dasar dari stupa atau jedi ini terbuat dari batu bata yang dilapisi oleh batang emas. Bagian selanjutnya adalah teras yang hanya dapat dimasuki para pendeta. Bentukan seperti lonceng adalah struktur yang terdapat di atasnya, selanjutnya semacam bentuk turban, pot sesembahan terbalik, kelopak lotus, tunas pisang, dan selanjutnya mahkota. Bagian mahkota ini dihiasi sekitar 5.500 berlian dan 2.300 batu rubi.

Astrologi dan ajaran Buddha tidak dapat dipisahkan dari hidup warga Myanmar. Posisi planet ditentukan sesuai hari kapan mereka dilahirkan. Satu minggu terbagi menjadi delapan hari, karena hari Rabu terbagi atas siang dan malam. Setiap hari memiliki lambang hewan masing-masing, misalnya macan untuk senin, singa untuk selasa, gajah bercula untuk rabu siang dan tidak bercula untuk malam, tikus untuk kamis, babi untuk jumat, naga untuk sabtu, dan minggu disimbolkan oleh garuda. Setiap planet memiliki patung Buddha masing-masing dan para pemeluknya akan memandikan, menaruh bunga serta berdoa di patung masing-masing.

Oleh karena akar dari Buddha adalah ajaran Hindu, maka dalam beberapa hal cukup banyak kemiripan dari kedua ajaran ini. Namun satu hal yang berbeda, adalah kepercayaan mereka terhadap Rahu dan Ketu. Kedua planet ini pernah saya ungkap saat membahas kuil Konark. Perbedaannya dengan Hindu adalah, bagi warga Buddhist Myanmar, kedua planet ini terpisah. Ketu dianggap sebagai raja dari semua planet dan keseluruhan planet menentukan hidup manusia kecuali Ketu. Planet yang menjadi hari dimana kita dilahirkan akan menentukan jalan hidup kita secara keseluruhan, namun beberapa planet tertentu dapat mempengaruhi fase-fase dalam hidupnya. Warga Myanmar akan mengunjungi ahli astrologi ini untuk meminta saran dalam setiap tahapan penting dalam hidupnya misalnya pernikahan, ujian, lamaran kerja, dan sebagainya.

Kuil-kuil kecil berisikan patung Buddha dengan berbagai gaya dan posisi berada dalam area kompleks ini. Para pemeluk dibebaskan untuk berdoa di kuil manapun yang mereka suka. Dari kejauhan nampak bagian kuil yang sering menjadi tempat untuk doa khusus, misalnya mendapatkan anak. Beberapa wanita dengan khusyuk berdoa dalam kuil ini.

Beberapa orang asing berusaha mencuri lonceng-lonceng dari pagoda ini yang memang luar biasa indahnya. Sebut saja Philip de Brito yang berusaha mencuri 30 ton lonceng, namun saat menuju Portugis, lonceng-lonceng ini terjatuh ke Sungai Bago dan kemudian hilang. Lonceng di pagoda kemudian diganti, dan kembali dicuri oleh prajurit dari Inggris. Namun saat menuju Kolkata, kapalnya karam, walaupun lonceng dapat diselamatkan dan diletakkan pada bagian tenggara pagoda.

Keindahan pagoda emas ini dapat dinikmati kapanpun, waktu terbaik adalah di malam hari, karena pagoda ini akan dilingkupi lampu yang bertaburan berpadu dengan kemolekan cahaya emas dari pagoda itu sendiri. Saya sendiri lebih memilih pagi hari untuk mengunjunginya, saat pagoda berwarna kontras dengan birunya langit di atasnya. Samar-samar tercium bau dupa yang baru saja dibakar dan terdengar suara lonceng-lonceng kecil tertiup angin. Seorang gadis kecil tampak berdiri di dekat saya sambil membawa setangkai lotus di tangan mungilnya untuk dipersembahkan kepada Sang Buddha.


© 2017 Ransel Kecil