Artikel-artikel dari bulan September 2013 (halaman ke-2 dari 2)

Dari A-Z: Tips Melancong ke India

A: Ambil peta, kenali negara yang kamu ingin tuju. Mulai menelusuri apa yang terkenal dari India dan wilayah mana yang ingin dijelajahi. Hal ini mungkin berhubungan dengan apa yang menjadi minat anda. Sebagai contoh ada yang berminat dengan wisata alam, sedangkan yang lain mungkin lebih ke wisata sejarah. Untuk sejarah, India memiliki 36 Warisan Dunia UNESCO yang daftarnya bisa ditelusuri lewat internet. Buat itinerary selengkap mungkin. Pastikan semua hal yang popular di wilayah tersebut sudah termasuk di dalamnya. Setiap daerah di India punya keunikan masing-masing. Sebagai tambahan, biaya masuk monumen sekitar 250 rupee bagi turis mancanegara.

B: Bollywood hardcore fans? You would love being here. Film Bollywood India terbaru biasanya akan turun di hari Jumat minimal empat film. Umumnya tidak menggunakan terjemahan Inggris, namun alur ceritanya masih dapat ditebak dan dimengerti. Menonton film India di India adalah keharusan. Kapan lagi nonton film Bollywood di negaranya? Bioskop di India tergolong sangat nyaman, dengan biaya 200-300 rupee per film.

C: Camkan baik-baik, India bukanlah Eropa. Jadi, pastikan kamu mengatur segala hal sebelum berangkat sedetil mungkin untuk memastikan perjalanan kamu aman dan nyaman.

D: Dolar (Amerika Serikat) bukan mata uang India, namun akan lebih baik kamu menyisihkan dolar untuk dibawa saat mengunjungi India, karena harga tukar rupee biasanya akan lebih tinggi. Harga beli rupee di luar India biasanya lebih mahal dan lebih sulit. Alternatif lain, bisa membawa kartu ATM bank manapun di Indonesia yang berlogo Visa atau Mastercard. Kartu ini bisa digunakan untuk mengambil uang kontan di ATM, dengan tarif ekstra sekitar Rp20.000 per transaksi, dengan maksimal 10 juta rupiah sehari atau bisa juga dipakai sebagai kartu debit saat belanja.

E: Email orang-orang atau teman-teman yang mungkin sudah pernah berkunjung ke India untuk mencari tahu bagaimana pengalaman mereka.

F: Finding the good deal for ticket is the most important issue. Biasanya harga tiket akan melonjak di saat akhir tahun hingga sekitar Februari. Tiket bergantung pada maskapai penerbangan yang dipilih. Berbagai pilihan untuk kelas budget di antaranya adalah Indigo dan Jet air yang transit di Singapura, namun bila memesan jauh-jauh hari, bahkan tiket Malaysia Airlines, Thai Airways dan Singapore Airlines pun bisa diperoleh dengan harga miring. Jangan membawa barang terlalu banyak, karena kuota bagasi biasanya hanya sekitar 25-30 kg.

G: Go now! Tidak perlu menunggu lama-lama, segera urus cuti. Pastikan kamu bisa meyakinkan manajer untuk membawa cinderamata sepulang dari India bila cuti berhasil diperoleh.

H: Hotel selama di India bisa diurus online. Sebagai permulaan bisa browsing di situs, cari ulasan hotel yang pas dengan budget anda. Hotel di kota-kota besar di India terkenal mahal dan sering tidak sesuai antara harga dengan fasilitas yang ada. Menurut pengalaman, setidaknya harus memesan hotel bintang tiga. Di India jarang ada istilah hotel murah dan meriah, kalo murah biasanya tidak meriah (baca: jelek). Rata-rata hotel yang cukup bersih bertarif minimal Rp600.000 per malam.

J: India bisa dimasuki dengan menggunakan visa yang diurus di kedutaan di negara asal. Untuk wilayah Jakarta, kedutaan India berada di Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan, bersebelahan dengan Erasmus Huis. Sebelumnya kita dapat membuka situs aplikasi visa India. Isi formulir dan kemudian dicetak. Beberapa dokumen lain yang diperlukan adalah: rekening koran 3 bulan terakhir, bukti pemesanan tiket (juga bisa memakai bukti telah melakukan pemesanan tiket saja yang biasanya diberikan agen perjalanan), bukti pemesanan hotel, pasfoto 5x5cm dengan latar belakang putih dua buah, paspor tentunya, dan itinerary. Pembayaran visa harus tunai, visa turis sekitar Rp492.000, sedangkan visa jenis lain bervariasi harganya.

K: Kalau tidak sempat mengurus visa, maka dapat menggunakan jasa agen untuk kepengurusan visa. Lama pembuatan visa berkisar satu atau dua hari. Untuk visa yang sifatnya darurat dapat jadi di hari yang sama saat mendaftar, namun dikenakan biaya ekstra. Biasa digunakan untuk berobat atau pengiriman jenazah. Biasanya visa diambil keesokan harinya di sore hari.

L: Lho, bukannya bisa Visa on Arrival (VOA)? Ya, India sudah memberlakukan VOA yang bisa diperoleh dengan harga kurang lebih USD60, namun baru berlaku untuk masuk lewat bandara Delhi, Mumbai, Chennai dan Kolkata. Namun, terus terang saya tidak terlalu menganjurkan. Toh, kepengurusan visa India tidak rumit. Akan lebih rumit kalo proses VOA di India berlangsung lama dan menyebabkan waktu liburan terbuang sia-sia.

M: Memasuki India tentu saja harus mengenai tata krama yang ada. Cukup sulit karena tiap wilayah India memiliki kebudayaan yang berbeda. Mengerti bahasa Hindi merupakan suatu keuntungan, namun beberapa masyarakat India dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris, dan bahasa tubuh tentunya. Setiap wilayah India memang memiliki bahasa lokal masing-masing dan mereka bangga karenanya.

N: Norma di India agak berbeda memang. Sebagai contoh, jangan pernah merokok atau menawari rokok kaum Sikh (yang biasanya memakai turban di kepalanya) karena rokok dilarang agama ini. Bagi para wanita, harus dipahami tidak semua mesjid mengizinkan wanita untuk beribadah di dalamnya.

O: Orang asing yang memasuki India diharapkan tidak terlalu mengekspos tubuh, jadi usahakan tetap menggunakan celana midi atau panjang dan kaos berlengan bagi para wanita. Beberapa kuil di India juga memiliki norma masing-masing, misalnya hanya boleh memakai salwar kameez atau memakai celana dan kaos berlengan panjang saat memasukinya atau wanita yang sedang berhalangan dan non-Hindu dilarang masuk.

P: Perjalanan domestik antar kota di India bisa dipesan online jauh-jauh hari. Bila dipesan jauh hari, tiket sekali jalan bisa berkisar Rp100.000 – Rp300.000 saja dengan bagasi 20kg. Tiket ini juga bisa dipesan di agen perjalanan sesampai di India. Untuk domestic, dianjurkan menggunakan pesawat, karena harganya terjangkau dan menghemat waktu.

Q: Queue! Saya rasa budaya antri ada di mana saja dan harus diterapkan di manapun anda berada.

R: Reserved taxi dari bandara dianjurkan. Namun satu hal, berdasarkan pengalaman, taksi hitam atau bahkan taksi bandara yang sudah dipesan ini tetap sama-sama bisa berusaha mengecoh para turis. Biasanya mereka meminta biaya tambahan di luar biaya yang sudah dibayar dengan alasan yang dibuat-buat. Pastikan anda acuh, bersikap percaya diri dan bila perlu mengganti taksi. Yeah this is the ugly truth about taxi in India.

S: Saya tak suka curry! No worries, makanan India biasanya bisa dicerna indera pengecap kita. Makanan khas Goa bahkan hampir mirip rasanya dengan makanan Padang. Sebut saja beberapa resto India yang cukup enak seperti Shalimar, Delhi Darbar, dan Zaffran. Beberapa makanan yang dapat dipilih adalah chicken tandoori (ayam bakar), chicken tikka masalla (kari ayam), egg fried rice (must try!), dan lain sebagainya. Bila tetap tidak menyukainya, terdapat beberapa pilihan restoran Cina atau Asia di India. Harga porsi makanan di India juga murah dan tidak berlaku satu porsi untuk satu orang. Biasanya berlaku sistem sharing dengan teman, karena umumnya porsinya cukup besar. Harga tentu saja bergantung dengan restoran, namun sebagai standar harga setengah ekor chicken tandoori berisi 4 potong ayam adalah 110 ruppe, Restoran di India terbagi veg dan non-vegetarian. Walau daging sapi sulit ditemukan, beberapa hotel bintang lima atau Kafe Leopold di Mumbai menyediakan hidangan yang menggunakan daging sapi. Ingin KFC atau McDonald’s? Jangan khawatir, keduanya ada di sini dan halal pula.

T: Tuktuk disebut auto di India atau bajaj di Indonesia. Tidak semua wilayah bisa dijangkau tuktuk ini. Tuktuk biasanya menggunakan argo kecuali bila di kota kecil, di mana mereka akan memberlakukan sistem fixed price. Supir tuktuk biasanya tidak bisa berkomunikasi bahasa Inggris, jadi kalau anda kesulitan, maka usahakan meminta tolong seseorang untuk menjelaskan dalam bahasa Hindi. Namun demikian, mereka mudah mengerti perintah sederhana dalam Inggris. Beberapa kata Hindi yang bisa dipakai adalah :sida” = jalan lurus, “lena/lelo” = belok, “right lena” = belok kanan, “bas” = stop, “kidna” = berapa, “ruko/rukiye” = tunggu, “dure” = jauh.

U: Untuk mereka yang berniat menjelajah India dengan menggunakan kereta api bisa melakukan reservasi tiket kereta online. Kereta di India tergolong murah, sesuai dengan kelasnya. Di musim liburan, reservasi harus dipesan jauh hari. Bila mendadak akan ada program tatkal, yaitu program di mana disiapkan suatu gerbong khusus yang cuma dibuka sehari sebelum tanggal keberangkatan. Anda dapat mengontak agen perjalanan di India untuk mengurus hal ini, karena biasanya untuk memperoleh tatkal, anda harus menginap dan menunggu di depan loket tiket. Bila benar-benar tidak mendapatkan tiket, anda tetap bisa menaiki kereta dengan membayar 100 rupee, namun tidak memiliki kursi sama sekali. Anda bisa duduk di pojok mana pun, bahkan di toilet. Tapi, saya harap anda tidak nekat melakukan hal ini. Perjalanan kereta India sangat jauh, bisa memakan waktu puluhan jam, jadi lebih baik melakukan reservasi jauh hari sebelumnya.

V: Visiting Taj Mahal? Ada yang bilang belum afdol ke India kalau belum ke Taj Mahal. Sekedar pemberitahuan, India terbagi atas empat musim. Musim panas dari April hingga Juni, hujan dari Juli hingga September, dingin dari Oktober hingga Desember dan musim semi dari Januari hingga Maret. Pembukaan musim panas secara resmi biasanya setelah perayaan Festival Holi dilangsungkan. Musim terbaik ke India adalah saat musim dingin dan musim semi. Pada beberapa daerah di utara, musim panas bisa amat ekstrim. Karena Taj Mahal berada di Agra, maka saya sarankan jangan mengunjunginya di musim panas, karena di siang hari suhu permukaan bisa mencapai 45 derajat. Satu hal lagi, Taj Mahal tutup di hari Jumat, jadi kunjungi tempat ini di hari-hari lainnya. Untuk memasukinya, turis internasional cukup membayar 750 rupee sambil memperlihatkan paspor.

W: What about phone card? Untuk hal ini, India memang agak rumit. Jangan terpikir bisa membeli kartu telepon di jalan lalu langsung aktif sepenuhnya. Di India, karena mereka sangat takut teroris, maka kepemilikan kartu telepon sangat dikontrol. Untuk memperoleh kartu telepon, anda harus mengunjungi agen telepon terdekat. Ada beberapa pilihan provider seperti Idea, Airtel, Vodafone, Tata Dokomo, dan lain sebagainya. Tiap daerah memiliki provider terbaik, namun secara umum Airtel sangat bagus digunakan di Delhi dan Vodafone sangat bagus untuk Mumbai. Jadi, pilihlah satu di antara kedua provider ini. Setelah memilih nomor, agen telepon anda akan mengisikan beberapa formulir dan selanjutnya anda harus menandatangi serta menyertakan pas foto 2x3cm atau 3x4cm dua buah berwarna, fotokopi paspor, dan fotokopi hotel tempat menginap. Setelahnya telepon dapat digunakan untuk menelepon selama sehari. Setidaknya diperlukan waktu 2-3 hari untuk aktif secara sempurna termasuk mendaftarkan untuk paket Blackberry misalnya. Cara mengaktifkannya adalah dengan menelpon operator dari provider tersebut dari telepon yang akan diaktifkan. Bila dokumen sudah mereka terima dan lolos pengecekan, maka telepon dapat aktif. Jangan lupa melengkapi dokumen bila mereka memintanya. Bila tidak, dengan segera kartu tidak dapat digunakan lagi. Paket Blackberry di India sekitar 15 rupee harian atau 399 rupee untuk bulanan. Biaya menelpon ke Indonesia juga tergolong murah, sekitar satu rupee per menit.

X: “Xtreme news“. India saat ini memang sedang disorot akibat banyaknya pemberitaan mengenai pemerkosaan dan pembunuhan. Is India safe? Di beberapa tempat seperti Bihar dan Delhi, anda harus super waspada. Jangan berada di luar hotel setelah pukul tujuh malam, jangan berjalan sendirian terutama bagi wanita, usahakan melintasi daerah yang ramai pengunjung, and don’t talk to strangers! Delhi terkenal tidak aman untuk solo traveler wanita, namun Mumbai relatif lebih aman. Jaga diri dan ikuti intuisi anda.

Y: Yang berminat melakukan belanja, India adalah surga belanja. India terkenal dengan sari yang bisa diperoleh dari harga Rp25.000 hingga puluhan juta rupiah, dengan harga 1000 rupee anda sudah dapat memiliki sari yang luar biasa cantiknya. Yang tidak berminat sari, bisa memililih salwar-kameez, yaitu berupa atasan, celana bawahan dan biasanya diserta dupatta = selendang di dada. Beberapa merek lokal yang dapat menjadi pilihan adalah Biba dan Global Desi. Model celana Aladdin amat bervariasi di sini dan dapat diperoleh dengan harga minimal 300 rupee. Aksesori gelang, kalung dan selendang juga mudah diperoleh, begitu pula benda-benda etnik India seperti karpet, lukisan, dan lain sebagainya. Beberapa kota memiliki pasar untuk berbelanja oleh-oleh, misalnya Colaba di Mumbai, Janpat Market, Connaught Place, dan Deli Hut di Delhi. Anda harus menawar jelas. Bulan Januari dan Agustus adalah musim sale di India, sehingga anda bisa mendapati penawaran hingga 70% di mal-mal besar yang ada. Sebut saja beberapa department store seperti Pantaloon atau Shopper Stop yang memuat barang-barang lokal ternama.

Z: Zip your bag, go and enjoy India!. India menawarkan beberapa pilihan dan bukan sekedar Taj Mahal. Buat saya, destinasi indah di India adalah Hampi Badami-Aihole-Pattadakal di Karnataka, Ajanta–Elora di Aurangabad, Mahabalipuram, Rajashtan, Orissa, Khajuraho-Orchha di Madya Pradesh dan Belur-Halebidu di Andra Pradesh. India is one of those beautiful countries in the world. I fell in love with it once, with its people, heritage and culture, hope you will too.


Menemukan Tuhan di Belur dan Halebidu

Belur dan Halebidu

Berawal dari sebuah percakapan di meja operasi di suatu Senin pagi di sebuah rumah sakit kanker Mumbai, antara saya dengan seorang teman yang berasal dari Karnataka:

Teman: “Sudah pernah ke Karnataka?”

Saya: “Sudah, dong.”

Teman: “Kamu kan suka kuil Hindu kuno, sudah lihat Halebidu dan Belur?”

Jawabannya tentu saja tidak. Kening saya mengkerut sambil berusaha mengingat-ngingat. Seluruh daftar monumen yang termasuk dalam Warisan Dunia UNESCO di India tentu saja sudah saya hapal di luar kepala. Jadi waktu teman saya mendadak menyebutkan nama ini, di satu pihak saya membela diri dengan alasan bahwa nama kuil ini tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Teman: “Memang, tapi dua kuil ini arsitekturnya bagus sekali. You can have heart attack there, trust me! Belum afdol rasanya kalau belum pernah ke sana…”

Saya tahu jawaban ini terlalu hiperbolis, namun pada akhirnya cukup bisa membuat saya mencari tahu dan ujung-ujungnya menenteng ransel untuk pergi ke Karnataka beberapa hari kemudian.

Perjalanan saya dimulai dengan insiden saya tertinggal pesawat dari Mumbai menuju Bangalore yang menyebabkan saya harus menaiki pesawat berikutnya. Ditambah lagi, insiden yang ‘kecil’ ini berbuntut panjang, karena mengakibatkan saya tertinggal dari bus tur yang membawa saya ke kedua kuil ini. Setelah perjalanannya panjang dan melelahkan, akhirnya saya bisa sampai di depan kuil Belur. Dari Bangalore, perjalanan bisa mencapai waktu empat hingga lima jam, karena lewat tol, maka perjalanan yang jauh ini tidak terasa karena tidak mengalami kemacetan. Terdapat situs bus perjalanan berpendingin udara milik pemerintah yang bisa dipesan online dengan harga 900 rupee (ekuivalen 170 ribu rupiah).

Belur dan Halebidu seringkali disebut-sebut sebagai kuil Hindu yang amat indah karena dipenuhi dengan dekorasi arsitektur Hoysala. Kuil-kuil ini dibangun di masa pemerintahan Hoysala, antara abad ke-11 hingga ke-14 Masehi yang merefleksikan budaya dinasti saat itu. Walaupun ukurannya tidak semegah kuil Khajuraho atau kuil Surya di Konark, konon yang membuatnya spesial adalah arsitekturnya sangat indah dan tidak erotis.

Belur dan Halebidu

Sampailah saya akhirnya di Halebidu. Seluruh penilaian saya yang agak merendahkan kualitas kedua kuil ini runtuh seketika saat saya memasuki pintu gerbangnya. Kuil ini bukanlah sebuah kuil biasa, namun suatu karya seni dalam wujud nyata. Seluruh dindingnya berpahatkan mitologi Hindu yang tidak berkesudahan berpadu dengan hewan, bunga, dan postur penari. Kuil yang “dijaga” oleh patung Nandi (sapi) ini merupakan hasil kerja dari raja Vishnu Vardhana selama 86 tahun yang konon belum selesai. Walau sekilas tampak sederhana, namun kuil ini memiliki pilar-pilar berukir yang memukau setiap pasang mata yang melihatnya. Ketinggian kuil ini dibuat sedemikian rupa sehingga terdapat harmonisasi antara struktur horizontal dan vertikal untuk menampung berbagai ukuran pahatan di dalamnya. Kuil ini memiliki empat pintu masuk, namun biasanya para pengunjung memasukinya dari arah samping. Halebidu terkenal akan keindahan arsitektur pahatan pada dinding luar kuil, dimulai dengan pahatan Ganesha yang terlihat sedang menari. Pada dasar dinding yang berpahat dapat ditemui motif-motif seperti gajah, singa, kuda, raksasa dalam mitologi Hindu, dan angsa. Hal yang membedakan arsitektur Hoysala dengan lainnya adalah strukturnya sangat detil, indah, halus, dan biasanya memiliki perhiasan di bagian kepala figur pahatan. Walau kuil ini diperuntukan untuk Shiva, namun berbagai wajah Vishnu dan berbagai avatarnya dapat ditemukan dengan mudah. Tidak ada satupun bagian dari dinding kuil ini yang tidak berpahatkan wajah dewa Shiva atau Vishnu.

Belur dan Halebidu

Belur merupakan kuil yang lebih sederhana dibanding Halebidu. Kuil ini didirikan oleh Shantaladevi, istri dari raja Vishnu. Kuil ini lebih didedikasikan untuk dewa Vishnu dan lebih terkenal akan arsitektur di dalam kuil. Walau dalam kegelapan, kami dapat meilhat keindahan dekorasi di dalam kuil ini. Terdapat suatu cerita yang tidak dapat dipisahkan dari kuil Belur ini. Alkisah anak dari arsitek yang membangun kuil ini menemukan patung dewa Vishnu di dalam kuil tampak rusak dan terdapat seekor kodok di dalam kuil. Ia kemudian melaporkannya kepada ayahnya, Jakana. Jakana mendengar hal ini langsung merasa kecewa dan memotong kedua tangannya. Oleh karenanya kuil ini juga dinamakan “kappechennigaraaya” yang berarti kuil katak. Sayangnya hari itu saya tidak melihat seekor katak satupun, jadi sulit buat saya mempercayai cerita ini.

Walau terdapat beberapa bagian dari kedua kuil ini yang rusak, namun siapapun dapat menilai bahwa arsitektur keduanya tidak terbantahkan. Saya amat beruntung bisa menjadi saksi untuk melihat arsitektur kedua kuil ini, karena memang dibandingkan kuil shiva lainnya, wajah Tuhan dapat ditemukan secara mudah dalam pahatan yang sedemikian luar biasa indahnya. Samar-samar masih terdengar ucapan pemandu saya sebelum ia mengakhiri turnya:

“Devils are everywhere, but in Belur and Halebidu, God is everywhere…”


Keluar dari Sangkar Emas

Semuanya kesasar dan semuanya belajar. Prinsip orang bekerja adalah berpikir, namun kalau setiap hari melakukan hal yang familiar/rutin atau dibimbing orang lain, maka manusia punya kecenderungan menjadi “penumpang” bagi orang lain dan tidak berpikir lagi. Namun di lain pihak, orangtua juga punya tendensi mengawal dan menuntun anak secara berlebihan. Anak-anak yang berusia dewasa dilarang bepergian sendirian. Khawatir kita sangat berlebihan. Padahal di Vietnam, Thailand, Bali dan Laos, anak-anak bimbingan saya bertemu dengan mahasiswa asing yang sudah berkelana pada usia yang jauh lebih muda.

(via Rhenald Kasali, “Keluar dari Sangkar Emas”)


Artikel selanjutnya

© 2017 Ransel Kecil