Artikel-artikel dari bulan Oktober 2012

Memotret Laos Melalui Luang Prabang dan Van Vieng

Laos adalah destinasi “underdog” di Asia Tenggara. Namun, tahukah anda, justru di negara ini terdapat kecantikan alam dan hasil budaya yang mengagumkan, seolah belum pernah terjamah. Safir Soeparna membawa kita dalam perjalanan visual yang mencengangkan sepanjang Luang Prabang, yang menjadi UNESCO World Heritage Site, serta Van Vieng, kota kecil yang tenang bagi pejalan yang ingin lepas dari hiruk-pikuk perkotaan, terutama mungkin kecenderungan modernisasi negara tetangganya seperti Thailand atau Vietnam.

Mulai dari kota yang klasik sampai alam penuh rona, Laos memiliki semuanya, tanpa harus terjebak keramaian pengunjung.

Vang Vieng, kota yang terkenal sebagai backpacker's wildest party town, juga terkenal dengan blue lagoon-nya. Untuk menemukan blue lagoon, ternyata tidak perlu berangkat jauh ke Iceland.

Vang Vieng, kota yang terkenal sebagai “backpacker's wildest party town“, juga terkenal dengan blue lagoon-nya. Untuk menemukan blue lagoon, ternyata tidak perlu berangkat jauh ke Islandia.

Plain of Jars masuk ke dalam nominasi UNESCO World Heritage Site. Sekumpulan Jar raksasa kuno ini tersebar di kota Phonesavanh, kota yang terkenal dengan sisa-sisa bahan reaktif peninggalan Vietnam War yang masih memiliki potensi untuk meledak . Sejarah jar raksasa ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan.

Plain of Jars masuk ke dalam nominasi UNESCO World Heritage Site. Sekumpulan “jar” raksasa kuno ini tersebar di kota Phonesavanh, kota yang terkenal dengan sisa-sisa bahan reaktif peninggalan Perang Vietnam yang masih memiliki potensi untuk meledak. Sejarah “jar” raksasa ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan.

Luang Prabang masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site karena arsitektur teakwood yang dapat ditemui pada rumah para penduduknya.

Luang Prabang masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site karena arsitektur teakwood yang dapat ditemui pada rumah para penduduknya.

Beberapa pemuda lokal terlihat berkunjung ke candi yang sudah berumur ribuan tahun untuk beribadah. Mayoritas penduduk Laos merupakan penganut Buddha Theravada.

Beberapa pemuda lokal terlihat berkunjung ke candi yang sudah berumur ribuan tahun untuk beribadah. Mayoritas penduduk Laos merupakan penganut Buddha Theravada.

Perahu-perahu nelayan di Muang Ngoi terlihat sedang "parkir" di tepian sungai. Muang Ngoi merupakan daerah terisolasi yang menjadi tujuan para traveler yang ingin menjauh dari keramaian kota. Listrik di Muang Ngoi hanya aktif dari jam 9 pagi hingga lima sore.

Perahu-perahu nelayan di Muang Ngoi terlihat sedang "parkir" di tepian sungai. Muang Ngoi merupakan daerah terisolasi yang menjadi tujuan para pejalan yang ingin menjauh dari keramaian kota. Listrik di Muang Ngoi hanya aktif dari jam sembilan pagi hingga lima sore.

Air terjun bertingkat Kuang Si merupakan panorama yang ramai didatangi traveler yang singgah di Luang Prabang. Pengunjung dapat mendaki hingga 'kolam' paling atas dan menikmati keindahan 'infinity pool' alami.

Air terjun bertingkat Kuang Si merupakan panorama yang ramai didatangi pejalan yang singgah di Luang Prabang. Pengunjung dapat mendaki hingga 'kolam' paling atas dan menikmati keindahan 'infinity pool' alami.

Meski terlihat sebagai kota yang sederhana, banyak cafe atau bar di Luang Prabang menawarkan aktifitas yang unik. Fashion Show pakaian tradisional Laos dapat dilihat setiap malam di Hive Bar.

Meski terlihat sebagai kota yang sederhana, banyak kafe atau bar di Luang Prabang menawarkan aktivitas yang unik. Pagelaran busana pakaian tradisional Laos dapat dilihat setiap malam di Hive Bar, contohnya.

Panorama Nong Khiaw terkenal dengan kesunyiannya. Bersepeda di sepanjang sungai merupakan kenikmatan tersendiri bagi traveler yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota.

Panorama Nong Khiaw terkenal dengan kesunyiannya. Bersepeda di sepanjang sungai merupakan kenikmatan tersendiri bagi pejalan yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota.

Titik tertinggi Vang Vieng cocok menjadi tempat bermeditasi.

Titik tertinggi Vang Vieng cocok menjadi tempat bermeditasi.

  • Disunting oleh SA 20/10/2012

Uji Nyali di Bukit Bangkirai

Berada di atas Canopy Bridge.
Berada di atas Canopy Bridge.

Di pagi yang cerah sekitar pukul delapan pagi, selepas menyelesaikan sarapan di hotel di Balikpapan. Saya bergegas untuk check out dari hotel dan kemudian saya duduk di lobi, menunggu kawan yang akan menemani saya melancong di sekitar kota Balikpapan.

Sesuai dengan rencana sebelumnya, saya dan keempat kawan saya berencana untuk mengunjungi kawasan Bukit Bangkirai. Kawasan hijau yang merupakan kawasan hutan konservasi yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Untuk melihat keindahannya, dibutuhkan jarak tempuh sekitar 50 km yang menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Perjalanan yang cukup jauh, tapi tidak membosankan, karena di sepanjang perjalanan menuju Bukit Bangkirai, saya disuguhkan pemandangan bukit bukit nan hijau dan hutan yang penuh dengan pepohonan. Suasana dalam perjalanan menjadi semakin seru saat mobil melaju memasuki hutan, melewati jalan kecil yang berkelok, berbatu dan berkerikil, membuat mobil jadi bergoyang.

Menara tangga menuju Canopy Bridge.
Menara tangga menuju Canopy Bridge.

Bukit Bangkirai sendiri merupakan kawasan hutan hujan tropis yang dilindungi dan dikelola oleh PT. Inhutani I. Disini, terhampar luas hutan yang masih alami. Kawasan yang luasnya mencapai 1.500 hektar ini dijadikan wisata alam yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Hamparan hutan hujan tropis ini diberi nama Bukit Bangkirai karena disini tumbuh Pohon Bangkirai. Pohon ini merupakan tumbuhan berkayu keras dan kuat. Pohon Bangkirai bisa berdiameter hingga 120 cm dan dapat mencapai tinggi sekitar 40 meter. Pohon yang memiliki kayu yang berwarna kuning dengan tingkat kekerasan kayu Pohon Bangkirai yang cukup tinggi. Tak heran kalau jenis kayu ini sering di pergunakan untuk jembatan, bantalan rel kereta api, perahu kayu, konstruksi bangunan dan lain sebagainya. Saat berada di kawasan Bukit Bangkirai, saya merasa takjub dengan memandangi besarnya pohon Bangkirai yang berumur lebih dari 150 tahun.

Satu hal yang menjadi daya tarik kawasan Bukit Bangkirai adalah Canopy Bridge atau jembatan tajuk yang dibuat menggantung diantara lima pohon Bangkirai yang tumbuh di kawasan ini. Jembatan ini menggantung di Pohon Bangkirai setinggi kurang lebih 30 meter dari atas tanah. Faktor kekerasan, ketinggian dan kekuatan Pohon Bangkirai inilah yang menjadikan dasar PT. Inhutani I, untuk membuat jembatan tajuk. Bagi penduduk di Kalimantan Timur pasti sudah tidak asing lagi dengan jembatan tajuk ini. Jembatan ini terkenal karena merupakan jembatan tajuk pertama yang ada di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia.

Pelancong yang memiliki rasa takut berada di ketinggian, dapat mencoba untuk menguji nyali dengan cara menyusuri jembatan tajuk ini. Untuk orang yang tidak memiliki rasa takut akan ketinggian, mungkin bukan suatu masalah. Saya saja, orang yang termasuk tidak memiliki ketakutan terhadap ketinggian, sempat merasa takut dan berdebar debar saat menyusuri jembatan ini.

Gapura selamat datang.
Gapura selamat datang.

Saat menaiki anak tangga yang pertama rasa takut mulai menghampiri, saya melangkah menaiki anak tangga satu persatu. Entah ada berapa anak tangga, yang saya ingat kira-kira perlu waktu sekitar tiga menit untuk mencapai puncak tangga.

Sesampainya di puncak tangga, saya menemukan pemandangan yang sangat indah, sepanjang mata memandang terlihat hamparan luas hutan hujan tropis, terlihat hijau dan segar. Ketika kaki saya berpijak di ujung puncak tangga, didepan saya tepat terlilit jembatan tajuk yang menghubungkan pohon bangkirai yang satu dengan pohon bangkirai yang lainnya. Uji nyali dimulai. Di mulai dengan membaca doa dalam hati, saya melangkahkan langkah saya yang pertama di atas jembatan, pada saat jembatan bergoyang dan seketika hormon adrenalin saya naik, sangat menegangkan sekali rasanya. Saat itu, saya berupaya untuk tetap menenangkan diri, saya sambil terus berupaya melangkahkan kaki saya menyusuri jembatan.

Saat diri sudah mulai tenang, saya melanjutkan langkah saya selanjutnya, rasa takut perlahan luntur ditelan keberanian saya. Terus melangkah, jembatan terus bergoyang seiring dengan langkah kaki saya dan kedua kawan saya. Goyangan di ketinggian 30 meter inilah, yang membawa kenikmatan tersendiri. Sambil menyusuri jembatan, saya menikmati keindahan hutan hujan tropis yang masih asri, sesekali ditemani bunyi burung dan tidak lupa pula untuk berfoto.

Sekitar setengah jam lebih saya beruji nyali di ketinggian, saya kembali ke ujung tangga untuk kembali turun menyusuri anak tangga. Rasa penasaran saya akan jembatan tajuk di Bukit Bangkirai telah terlampiaskan. Puas rasanya. Tempat ini sangat menarik dan sangat direkomendasikan untuk semua pelancong yang menginginkan jenis liburan yang berbeda.

Penasaran dengan sensasi dan ingin menguji adrenalin anda, silahkan kunjungi Bukit Bangkirai dan temukan pesona dan uji nyalinya.

  • Disunting oleh PW 20/10/2012

Negombo si “Little Rome”

Kota yang satu ini patut dikunjungi apabila anda berkunjung ke Sri Lanka. Terletak tidak jauh dari Bandaranaike International Airport, kota ini sering dijadikan persinggahan para turis yang baru saja tiba atau sebelum meninggalkan Sri Lanka. Sebagai gambaran Bandaranaike International Airport terletak 37 kilometer dari Colombo, ibukota Negara Sri Lanka.

Dari Bandaranaike International Airport, Negombo mudah dicapai dengan menggunakan beberapa alternatif moda transportasi. Yang paling mudah dan nyaman adalah menggunakan jasa penjemputan yang disediakan dari hotel atau taksi, tentunya dengan harga yang lumayan mahal berkisar dari Rs1.500 hingga Rs2.500 (US$1 = Rs129).

Penjaga pantai Negombo
Penjaga pantai Negombo.

Terminal bis Negombo
Terminal bis Negombo.

Berkeliling Negombo dengan bajaj
Berkeliling Negombo dengan bajaj.

Alternatif lain menggunakan bajai yang disebut masyarakat lokal sebagai three wheelers dengan harga berkisar dari Rs500. Bajaj tidak diperbolehkan masuk kawasan bandara, tapi tersedia di luar komplek bandara, begitu keluar bandara belok kanan hingga melewati gerbang masuk komplek bandara.
Yang paling murah adalah menggunakan bis umum. Keluar dari bandara belok kiri kurang lebih 100 meter tersedia fasilitas angkutan bis bandara gratis yang mengantar penumpang ke terminal bus terdekat di Katunayake lima menit dari bandara. Dari terminal bis Katunaye juga bisa menggunakan bajai atau bis umum untuk menuju Negombo.

Negombo terkenal dengan industri perikanan
Negombo terkenal dengan industri perikanan.

Kanal buatan Belanda yang masih digunakan nelayan
Kanal buatan Belanda yang masih digunakan nelayan.

Bis dari terminal bis Kutanaye menuju terminal bis di Negombo seharga Rs24 ditempuh kurang lebih 30 menit, sangat murah memang tapi bukan untuk mereka yang tidak suka berdesak-desakan dengan penumpang lain. Dari terminal bis Negombo dilanjutkan menggunakan bis yang melewati Lewis Place seharga Rs12 melintasi jalan di sepanjang pantai yang dipenuhi penginapan, rumah makan, pertokoan dan hiburan malam.

Bis yang melewati Lewis Place hanya tersedia hingga pukul 19.00 dengan interval setiap 30 menit. Apabila anda tiba di terminal bis Negombo lewat dari pukul 19.00 bisa menggunakan bajai seharga Rs150. Dari terminal bis Negombo juga tersedia berbagai bis tujuan ke kota lain.
Pernah menjadi pelabuhan dagang Portugis dan Belanda, Negombo dijuluki sebagai “Little Rome” dengan peninggalan bangunan tua abad ke-17 dan komunitas Katolik yang mencapai dua pertiga dari total populasi kota Negombo.

Gedung perpustakaan tua di kompleks kuil Buddha
Gedung perpustakaan tua di kompleks kuil Buddha.

Deretan depan dalam bis dikhususkan untuk para biksu
Deretan depan dalam bis dikhususkan untuk para biksu.

Gereja Katolik
Gereja Katolik.

Dua hari sudah lebih dari cukup untuk melihat atraksi wisata di Negombo dan bebelanja di toko cinderamata di sepanjang jalan Lewis Place atau bersantai di hamparan pantai berpasir putih yang lumayan bersih dan terawat.

Kuil Hindu
Kuil Hindu.

Tidak perlu menggunakan jasa operator pariwisata untuk menikmati kota Negombo. Di sepanjang jalan sesekali pengendara bajaj akan menawarkan bajajnya untuk mengunjungi beberapa atraksi wisata di Negombo dengan harga pasaran Rs1.500 dan berlangsung kurang lebih dua jam. Tanya atraksi wisata apa saja yang akan dikunjungi, dengan tanggap si supir bajai akan menyebutkan satu persatu beserta penjelasannya. Bermodalkan peta dan sepeda sewaan seharga Rs250 merupakan cara yang paling ekonomis menjelajah kota Negombo.

  • Disunting oleh SA 18/10/2012

© 2017 Ransel Kecil