Monthly Archives: Juni 2012

Memesan Kopi/Teh Ala Singlish

Sudah menjadi kebiasaan kalau tidak bisa tidur, saya selalu keluar mencari cemilan atau sekedar minum sambil menikmati suasana menjelang hari berganti. Malam itu di North Bridge Rd., Singapura, sudah terlihat sepi. Lampu pusat perbelanjaan di seberang jalan sudah dipadamkan. Jalanan terasa lenggang oleh lalu lalang kendaraan. Pelanggan kopitiam (rumah makan yang menyediakan kopi dan teh) bisa dihitung dengan jari.

Di malam yang hampir larut itu, saya memesan segelas es teh susu. “Can I have iced milk tea please?”. Dengan muka bertanya-tanya, tukang kopi itu pun mengulangi “Tea with ice, ah?”, “…and milk!” lanjut saya. “It’s iced tea lor…” tukang kopi kembali meyakinkan pesanan saya. Daripada pusing saya pun meng-iya-kan saja kesimpulan si tukang kopi sambil mengeluarkan recehan S$1.20.

Tukang kopi itu pun membuatkan pesanan saya, memasukkan beberapa sendok susu kental manis, disusul menuangkan air teh dan es batu ke dalam gelas dan mengaduk rata. “Nah, your iced tea, one twenty cents.” Dalam hati saya, “It’s iced milk tea, not iced tea!” Masih terheran dan penasaran dengan perdebatan kecil itu pun saya tetap membayar pada akhirnya.

Baca seutuhnya →

Merlion, Kisah Ikan Berkepala Singa

Konon datanglah tiga putra Raja Iskandar Dzulkarnain, Bichitram, Paladutani dan Nilatanam. Mendengar berita ini, Raja Palembang Trimurti Tribuana mengunjungi mereka dan membawa pulang ke kota. Ketika berita ketiga putra raja ini sedang berada di Palembang tersebar, rakyat dan penguasa dari segala penjuru berdatangan dan memberi tahta kepada mereka. Putra raja tertua diangkat menjadi Raja Minangkabau dengan predikat Sang Sapurba. Putra Raja kedua menjadi Raja Tajung Pura dengan predikat Sang Maniaka. Nilatanam, putra bungsu berpredikat Sang Utama yang lebih dikenal dengan nama Sang Utama atau Sri Tri Buana menetap di Palembang dan menjadi Raja Kerajaan Sriwijaya.

Merlion di malam hari.
Merlion di malam hari.

Baca seutuhnya →

Tambatan Hati di Ujung Barat Republik

Sejak kecil, saya sudah mengenal dua kota terujung di Indonesia, Sabang dan Merauke. Terima kasih kepada R. Suharjo untuk lagunya, “Dari Sabang sampai Merauke”. Melalui lagu inilah, saya menjadi tahu bahwa Indonesia adalah negara besar dengan jajaran pulau-pulaunya. Sabang di ujung barat republik, tepatnya di Pulau Weh, sebelah barat laut Banda Aceh dan Merauke di ujung timur Papua, bersebelahan dengan negara Papua Nugini.

Sebagai seorang pecinta negeri dan petualang, saya selalu menyimpan hasrat untuk sebisa mungkin menyambangi setiap jengkal negeri ini. Ketika akhirnya menginjakkan kaki di Sabang, sebuah fraktal kecil hasrat tersebut terpenuhi.

Lembayung di Pantai Iboih.
Lembayung di Pantai Iboih.

Baca seutuhnya →

Cordial House Hotel, Istanbul

Berbekal dari tulisan tangan di secarik kertas, dengan mudah saya tiba di penginapan Cordial House Hotel, Istanbul. Goresan tinta merah itu memandu saya setibanya di Bandara Internasional Ataturk.

“Beli dua jeton saja sekaligus karena nanti mesti pindah jalur kereta. Jeton itu koin plastik untuk naik tram, satu koin seharga dua lira, bisa beli di mesin atau di petugas yang berdiri di pintu masuk. Dari stasiun bandara ambil jalur merah, lalu pindah ke jalur biru di Zeytinburnu dan turun di stasiun Cemberlitas, satu stasiun sebelum Sultan Ahmed…”

Jalan sedikit sudah di Divanyolu Cadessi
Jalan sedikit sudah sampai di Divanyolu Cadessi.

Baca seutuhnya →

Lubang Sembur Kiama, Australia

Tidak ada di dalam benak saya untuk pergi jauh-jauh keluar kota Sydney. Maklum, saya tidak punya kendaraan pribadi dan sialnya lagi SIM A sudah saya mati. Kakak sayalah yang membawa saya pergi jalan-jalan dan membuka mata saya betapa indahnya Australia ini. Maka saya dibawa ke suatu tempat yang bernama “Kiama Blow Hole“. Dalam Bahasa Indonesia, “blow hole” disebut sebagai “lubang sembur”, sebuah fenomena geologi di mana gua bawah tanah memiliki bukaan di permukaan, sehingga memancurkan air atau gas. Mendengar namanya saja sudah bikin penasaran seperti apa tempat itu.

Pemandangan pertama saat masuk ke kawasan lubang semnbur. Tempat ini cukup ramai saat ujung minggu.
Pemandangan pertama saat masuk ke kawasan lubang semnbur. Tempat ini cukup ramai saat ujung minggu.

Baca seutuhnya →

Penangkaran Buaya Lo Than Muk, Medan

Pernah membayangkan halaman belakang anda dijaga 2.800 ekor buaya? Tidak perlu dibayangkan, cukuplah datang ke lokasi penangkaran buaya milik Lo Than Muk di Asam Kumbang, Medan Selayang, Kota Medan.

Taman buaya Asam Kumbang, demikian biasa disebut dapat dicapai dari pusat Kota Medan dengan taksi atau kendaraan sewaan. Beberapa angkutan nampak berseliweran, tapi saya tidak tahu nomor dan jurusannya. Cobalah bertanya di terminal apabila hendak menggunakan angkutan umum.

Cukup membayar tiket masuk seharga Rp5000,-, anda sudah dapat melihat lebih dekat buaya di pekarangan belakang rumah. Tidak jinak tentu saja, karena bukan jenis hewan peliharaan biasa semacam kucing atau anjing. Konon penangkaran ini adalah yang terbesar di dunia. Saya tidak tahu apakah Steve Irwin, si penakluk buaya dari Australia itu sudah pernah mampir ke sini atau belum.

Baca seutuhnya →

Guildford, Surrey, Britania Raya

Inilah kota pertama yang saya kunjungi dalam perjalanan saya ke Britania Raya. Guildford terletak 43 km barat daya London. Kota kecil ini sangat mudah dikunjungi baik dari pusat kota London maupun dari Bandara Internasional Heathrow. Berbekal tiket terusan seharga ₤10.50 (dimulai dengan bis bandara menuju stasiun Woking kemudian dari stasiun Woking perjalanan dilanjutkan dengan kereta ke Guildford). Apabila ingin berkunjung dari pusat kota London (stasiun London Waterloo), Guilford bisa dicapai hanya dengan 35 menit perjalanan dan enaknya lagi kita tidak usah takut ketinggalan kereta, karena setiap 15-20 menit pasti ada rangkaian gerbong yang ke sana. Dengan segala kemudahan itu tidak heran Guildford menjadi destinasi favorit untuk liburan singkat para “Londoners” (sebutan untuk penduduk kota London) untuk menghindari hiruk-pikuk kota London terutama saat penghujung minggu.

High Street
High Street

Baca seutuhnya →