Arsip bulan April 2011

Catatan Perjalanan

Tersesat dalam Ruang dan Waktu di Phnom Penh

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Kendaraan Umum di Phnom Penh

Gersang.

Kata itulah yang pertama keluar dari pikiran saya ketika sang kapten berkata bahwa dalam beberapa menit kita akan mendarat di bandar udara internasional. Ya, pemandangan hanya menyuguhkan hamparan coklat dengan sedikit sentuhan hijau di beberapa titik yang terlihat dari dalam pesawat. Apakah ini karena musim panas yang sedang menghampiri? Saya diperingatkan bahwa cuaca akan sangat panas saat ini.

Perjalanan kali ini membawa saya ke Phnom Penh, Kamboja, kota yang akan saya kunjungi selain Siem Reap. Selain terkenal dengan candi-candi indah luar biasa yang tersebar di seluruh penjuru negeri, Kamboja juga terkenal dengan masa lalunya yang kelam. Phnom Penh memiliki beberapa bukti sejarahnya.

Rencana Perjalanan

Mempersiapkan Anggaran Liburan

dalam kategori Rencana Perjalanan ditulis oleh

Siapa sih yang tidak senang berlibur? Saya yakin kebanyakan orang menyenanginya. Mungkin setelah menikmati liburan baru-baru ini, Anda sudah buru-buru ingin merencanakan liburan berikutnya, entah bulan depan, tahun depan, atau malah beberapa tahun lagi…

Sayangnya, kebanyakan dari kita bukanlah orang kaya dengan status tabungan Prioritas, selalu naik kelas bisnis di setiap penerbangan, atau menginap di hotel bintang lima. Meskipun demikian, saya meyakini bahwa liburan itu milik semua orang, termasuk yang anggarannya terbatas.

Kata kunci dari bahasan saya kali ini adalah “perencanaan keuangan”. Mungkin sebagian dari Anda bakal sebal, sudah hidup dibatasi anggarannya, ini mau senang-senang kok masih dibatasi juga. Well, reality bites, my friend. Mungkin seluruh tabungan yang Anda punya saat ini bisa dipakai untuk jalan-jalan keliling Eropa sebulan penuh. Tapi setelah kembali ke tanah air, Anda niscaya langsung “jatuh miskin” karena sudah tidak punya apa-apa lagi di genggaman.

Tips

Mencari Kendaraan Tumpangan

dalam kategori Tips ditulis oleh

Saya teringat masa kecil itu. Bersama teman seusia saya, kami naik bak belakang mobil atau kontainer di perempatan lampu merah, mengejar mobil boks dan bergantungan di pintu belakang, bahkan menaiki bis umum dan cepat-cepat melompat keluar ketika kenek-nya menagih bayaran. Bukan berarti pada saat itu saya tidak punya ongkos untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, tapi kenakalan yang spontan dan tanpa memikirkan resiko itu kami lakukan untuk kesenangan semata.

Konsep tersebut kurang lebih sama dengan istilah “hitchhiking” atau menumpang kendaraan di kalangan pejalan. Kendaraan tumpangan tentu saja moda transportasi apa pun yang tersedia agar kita bisa tiba di tempat tujuan. Dengan mencari kendaraan tumpangan kita bisa meminimalkan biaya perjalanan, bahkan gratis, tentunya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan atas kesepakatan kedua belah pihak.

Berikut beberapa tips dari rangkaian pengalaman saya sewaktu melancong melalui jalan darat melintasi tujuh negara di Asia.

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN