Artikel-artikel dari bulan Mei 2010

Melanconglah Selagi Muda

Mungkin Anda teringat dengan catatan saya tentang perjalanan yang gagal? Kalau dipikir kembali, selain faktor kurang matangnya perencanaan, ada hal lain yang banyak menyebabkan rencana perjalanan itu jadi berat. Ya betul, karena kami berkeluarga.

Membuat rencana perjalanan bagi keluarga tampak jauh lebih rumit. Ada banyak hal yang harus dipikirkan: orang yang lebih banyak, tujuan spesifik dan harus cocok bagi seluruh anggota keluarga, transportasi yang tidak bisa sembarangan, pemilihan waktu dan lama kunjungan yang lebih santai, dan pada akhirnya semua bermuara pada bujet yang lebih banyak.

Jumlah orang yang lebih banyak tentu akan membuat rencana perjalanan lebih kompleks daripada perjalanan seorang atau dua orang. Apalagi dengan anak kecil, hal itu akan menambah persyaratan ke banyak hal lainnya. Yang paling utama terpengaruh adalah waktu kunjungan yang lebih lama. Jangan sampai keluarga (atau anak) jatuh sakit karena punya niat menghemat waktu lalu memutuskan mengunjungi dua atau tiga lokasi dalam satu hari. Mungkin mereka menikmatinya, tapi ketika kembali ke hotel barulah keluhan atau gejala kelelahan itu akan muncul. Waktu yang lebih lama berakibat pada bujet akomodasi yang lebih banyak.

“Berkelanalah sebelum menikah. Jelajahi seluruh dunia ini satu atau dua kali sebelum Anda mendapat kesulitan bahkan sebelum merencanakan rencana perjalanan itu sendiri.”

Tujuan jalan-jalan keluarga juga terbatas, kalau tidak bisa dibilang kurang menantang. Lokasi wisata yang terlalu keras (adventure) harus dihindari. Apakah tempat yang harus dikunjungi itu harus familiar dengan dunia anak, mungkin tidak harus. Kita bisa saja mengajak anak ke museum sambil mengenalkan banyak pengetahuan baru baginya. Jadi lupakan saja wisata petualangan, kecuali anak sudah pada usia cukup, dan ini berarti di atas 7 tahun. Anda bisa menunggu anak 7 tahun? Sabarlah.

Pertimbangan penting lainnya adalah makanan, apalagi kalau anak masih kecil. Contohnya selain tidak boleh pedas, makanan harus sudah familiar dengan si anak. Bayangkan kalau anak kita tidak mau makan hanya karena ia punya alasan “Aku tidak suka makanan itu karena ia banyak bintik hitam-hitamnya”, “Aku tidak suka mie dicampur sama jamur dan lain-lain”, “Aku tidak suka ada kentangnya dikasih keju”, dan masih banyak alasan lain. Beruntunglah orang tua yang selalu bisa mengenalkan makanan baru pada anaknya. Anak seperti ini adalah jenis yang sudah siap untuk jalan-jalan.

Transportasi bagi keluarga juga tidak bisa macam-macam. Bukan berarti harus kelas eksekutif atau harus pesawat, biar perjalanan lebih cepat. Tetapi mungkin tidak akan bisa mencoba kereta semacam kelas ekonomi. Atau kita tidak bisa mencoba jeep, kalau anak masih terlalu kecil.

Belum lagi kalau Anda dan istri juga bekerja. Mencari cuti bagi kita sendiri saja sudah cukup susah apalagi bisa memadukan cutinya dua orang. Apalagi kalau anak sudah sekolah jangan sampai dibuat pusing untuk mencari padanan waktu yang tepat untuk tiga orang atau lebih ini.

Saya menulis ini bukan karena menyesal sudah menikah dan mempunyai anak kecil usia empat tahun. Tulisan ini saya buat sebagai tips bagi mereka yang menunda untuk jalan-jalan selagi mereka muda. Ketika saya cerita sama istri akan menulis ide tulisan ini, dia langsung menjawab, “Ya, setuju itu. Semua orang muda harus memanfaatkan waktunya sesegera mungkin untuk jalan-jalan keliling dunia.” Tiap orang punya kesempatan dan jalan yang berbeda. Saya menikmati dan selalu ingin melakukan perjalanan bersama keluarga, bila kesempatan memungkinkan. Ada saat jalan-jalan sendiri atau bersama istri saja, dan saat itu adalah waktu yang kurang menyenangkan, entah karena kangen atau sebab lain. Saya juga ingin memberi putri saya kesempatan yang berbeda dengan saya. Saya hanya mengenal tanah Jawa dan pulau-pulau sekitarnya. Saya berharap banyak anak saya bisa mengenal negara, bahasa, dan orang dari seluruh penjuru dunia. Saya akan bahagia kalau bisa menemani dan menjawab semua pertanyaannya.

Berkelanalah sebelum menikah. Jelajahi seluruh dunia ini satu atau dua kali sebelum Anda mendapat kesulitan bahkan sebelum merencanakan rencana perjalanan itu sendiri. Setiap perjalanan itu akan sangat berharga bagi kehidupan Anda di masa mendatang, baik karir atau kehidupan keluarga. Jangan sampai uang habis hanya untuk ganti gadget saja. Harga dua telpon seluler canggih yang Anda pakai dalam dua tahun mungkin cukup untuk tiket pesawat ke Eropa. Jadi, backpacking-lah ke Eropa atau ke Amerika Latin atau Afrika selagi Anda muda. Jangan menunggu dan menyesal belakangan.

  • Disunting oleh SA 27/05/10

Perjalanan yang Gagal

“Suatu waktu, pembatalan rencana itu bahkan bisa lebih penting daripada keasyikan perjalanan itu sendiri. Mungkin faktor keselamatan, hal pembiayaan membengkak, mungkin juga kesehatan, dan banyak hal-hal yang bisa mempengaruhi lainnya.”

Saya dan istri sudah lama menginginkan sebuah perjalanan menikmati alam. Lebih-lebih alam Indonesia yang indah. Kami senang dengan segarnya alam, khususnya istri saya Yani, dia adalah sahabat alam. Pengalamannya menjelajahi alam jauh lebih banyak daripada saya.

Kira-kira satu bulan yang lalu kami menggodok rencana ke Gunung Bromo, Jawa Timur ini. Sungguh sangat kebetulan ada rencana mengunjungi saudara di Malang, jadi kami rencanakan setelah dari itu kita lalu ke Bromo. Rencana yang cukup masuk akal.

Proses perencanaannya tidak terlalu rumit, karena ini perjalanan lokal. Kami memutuskan akan akan menumpang kereta api Gajayani rute Jakarta-Malang. Kami belum pernah naik kereta ini. Mungkin akan menarik meski tiketnya cukup mahal, Rp300.000,- untuk hari biasa. Kalau ramai, tiket bisa melambung sampai Rp350.000,-. Saya membeli tiketnya melalui kantor pos. Saya baru tahu hal ini setelah mengecek laman situs PT Kereta Api. Kita cukup datang ke kantor pos yang ada fasilitas onlinenya lalu sampaikan pemesanan kita, dan kita bisa langsung mendapat kupon tiket secara langsung. Asyik bukan? Tentu saja selain kantor pos kita bisa pula memesan tiket melalui layanan telpon dan membayar melalui ATM.

Cerita berlanjut, tapi saya kembali sibuk dengan pekerjaan. Istri sibuk dengan ujian kuliahnya. Dan rencana perjalanan ini tiba-tiba terabaikan.

Akhirnya kami berangkat. Kereta api Gajayana menurut pendapat saya sangat bagus. Ia sudah memakai gerbong terbaru produksi PT. Inka, Madiun, perusahaan lokal khusus manufaktur kereta api. Gerbongnya terlihat canggih dan modern. Ada loker penyimpanan luas dan lega yang mirip di pesawat terbang. Tas ukuran 75cm bisa masuk. Toiletnya pun cukup lapang, ukurannya sekitar 1,5 m x 1,5 m. Sangat nyaman deh. Hanya satu hal, lama perjalanan Jakarta-Malang menurut jadwalnya adalah 15 jam. Sangat lama. Tapi syukurlah kami bisa menghadapinya, meski dengan badan penat dan capek.

Malang adalah nostalgia bagi saya. Saya menempuh pendidikan setingkat SMA selama tiga tahun di kota ini. Saya terakhir berkunjung pada 2004, dan itu hanya kunjungan setengah hari. Jadi kunjungan pada 2010 ini merupakan nostalgia lama yang tertunda. Pada sekitar pukul 10 siang kami menginjakkan kaki di Malang.

Wisata Kuliner

Setelah silaturrahmi pada bekas induk semang saya di daerah Bareng (pusat Malang) dan Sawojajar (timur luar Malang), saya mengajak istri dan putri kami yang berusia empat tahun, bernostalgia dengan makanan ala Malang yang dulu saya santap.

Kami sempat mencicipi pecel di Jl. Kawi pada pagi hari yang mendung itu. Pecel ini masih berdiri, dengan konsep dan layanan yang sama, persis 15 tahun lalu. Rasanya juga mirip saya kira. Maklum saya hampir lupa rasanya. Harga sebuah nasi pecel dengan bumbu dan sayur dan sebuah tempe adalah Rp5000,-. Dulu, pada jaman saya sekolah dan ngekos, harga pecel ini termasuk kelas mahal.

Selain ke pecel Kawi, kami juga berkunjung ke Toko Oen yang terletak di samping Toko Buku Gramedia di Jl. Basuki Rahmat. Ini adalah sebuah rumah makan yang berdiri sejak masa kolonial Belanda. Yang terkenal dari restoran ini adalah konsepnya yang mengusung gaya jaman dulu, dari interior hingga menunya. Menu utamanya, yang juga terkenal, adalah es krim dan makanan Barat. Selain di Malang, Toko Oen lainnya berada di Semarang, Jawa Tengah dan juga di negeri Belanda. Kami pernah membaca bahwa yang di Malang bukan dimiliki jaringan keluarga Oen lagi. Tapi itu tidak begitu penting, selain juga tidak sempat menanyakan langsung, yang jelas Toko Oen adalah peninggalan sejarah kota Malang dan restoran ini menjadi daya tarik wisata sendiri bagi kota ini. Karena dulu hanya anak kos, saya belum pernah mencicipi restorani ini. Dari luar terlihat pengunjung restoran ini adalah bule-bule. Pasti mahal, begitu pikir saya.

Ternyata, harganya memang lebih agak mahal, tapi masih terjangkau. Wajarlah menurut saya. Es krimnya paling mahal Rp30.000,-. Kami mencicipi Banana Split dan satu lagi es California sesuatu, yang saya tak ingat nama lengkapnya. Rasa Banana Split-nya memang halus. Putri saya yang memang penyuka es krim langsung asyik menikmatinya. Kalau es California itu rasanya kurang pas, menurut saya esnya terlalu banyak. Tapi ada campuran manisan buah di dalamnya. Ini mirip makanan kecil saya dulu, hehehe. Kami tidak mencicipi makanan karena saya perhatikan menu di situ banyak mengandung babi.

Setelah dari Oen, kami mampir ke masjid Agung di barat alun-alun kota Malang untuk ibadah Dhuhur. Setelah itu kami lalu menuju pojok timur alun-alun untuk menikmati tahu telor, harganya Rp6.000,- per porsi. Makanan ini adalah nostalgia bagi saya. Dulu, ketika suka keluyuran ke Gramedia, atau ke Blok M (julukan Jl. Majapahit) untuk berburu buku bekas, atau juga nonton di Sarinah, salah satu tempat makan yang terjangkau adalah kios tahu telor ini. Tapi rasanya aneh. Maklum saja, pagi hari kami sudah menikmati pecel, makanan siang dengan bumbu kacang mungkin jadi kurang terasa. Tidak ada sayurnya, pula!

Pada keesokan harinya, kami menikmati bakso bakar yang ada di Jl. Pahlawan Trip. Wow, sungguh asyik kota Malang yang memang terkenal dengan bakso dan bakwannya ini. Bakso bakar ini rasanya enak, unsur MSG-nya pun tidak terlalu terasa. Dan yang paling menarik, harganya terjangkau. Saya lupa harga masing-masing dan tidak sempat membuat dokumentasi, tapi kalau tidak salah saya hanya perlu membayar Rp30-ribuan untuk enam porsi bakso dan beserta dua gelas jus (tiga porsi dibungkus, hehehe!).

Rencana ke Bromo yang Gagal

Akhirnya kembali ke rencana perjalanan ke Bromo. Kami berdiskusi keras tentang hal ini. Saya tak ingin mengecewakan istri yang sangat menginginkan berkunjung ke sana. Sementara itu, saya juga ingin kita rasional. Kami mengajak anak kami yang masih empat tahun, dan di tengah perjalanan, ternyata persiapan kami kurang. Kami juga meminta pendapat pada orang-orang yang pernah ke sana. Setelah berpikir cukup lama, kami rasa usia anak kami masih terlalu kecil. Coba ia sudah enam atau tujuh tahun, mungkin ia bisa menikmati suasana Bromo. Faktor ini menjadi penentu keputusan kami. Akhirnya keputusan dibuat. Kami membatalkan rencana ke Bromo.

Kadangkala suatu rencana perjalanan bisa gagal. Suatu waktu, pembatalan rencana itu bahkan bisa lebih penting daripada keasyikan perjalanan itu sendiri. Mungkin faktor keselamatan, hal pembiayaan membengkak, mungkin juga kesehatan, dan banyak hal-hal yang bisa mempengaruhi lainnya. Apalagi bagi pelancong yang sudah berkeluarga seperti kami. Tentu, perencanaan yang jauh lebih baik akan jauh lebih sempurna. Kami memang kerang matang membahas hal ini. Kami pun memanen akibatnya.

Itu pelajaran berharga bagi kami. Dalam setiap perjalanan kami harus mempersiapkan dan merencanakan dengan matang. Setiap perencanaan yang kurang matang selalu berakibat fatal, entah gagal atau beresiko. Saya hanya bersyukur gagalnya rencana ini “hanya” dalam perjalanan lokal, rasa kehilangannya tidak terlalu mendalam. Bayangkan bila ini rencana perjalanan di luar negeri, padahal kita sudah menginjak tanah negeri itu. Sangat bisa terjadi dan sangat sayang, bukan?

Disunting oleh SA 30/05/2010


Sistem Kereta Api di China

Jaringan kereta api di China daratan
Sumber: Wikipedia

Jika Anda pernah menyaksikan seri dokumenter di NHK World yang berjudul “Tomohiro’s Grand Railway Tour of China“, maka Anda dapat membayangkan betapa luasnya sistem kereta api di Republik Rakyat China. Dalam artikel ini kita akan mencoba melihat sistem tersebut secara lebih jelas.

Sistem kereta api di China sangat ekstensif, jika melihat peta koneksinya maka hampir 80% daratan China dihubungkan oleh rel, yang tidak hanya sambung-menyambung, tapi juga saling memotong seperti sebuah sarang laba-laba. Sejarahnya dimulai dari Dinasti Qing pada abad ke-18. Moda transportasi ini sangat penting di China, ditandai dengan adanya Kementerian Perkeretaapian (Ministry of Railways)! Fungsi kementerian ini adalah mengatur secara regulasi atas pembangunan dan pemeliharaan moda transportasi kereta api. Pelaksananya adalah perusahaan milik pemerintah yang dinamai China Railways.

Fakta dan Angka

Seperti dikutip Wikipedia, sampai tahun 2008, China Railways mengoperasikan hampir 600 ribu gerbong barang, hampir 45 ribu gerbong penumpang, lebih dari 18 ribu lokomotif dan mengoperasikan lebih dari 36 ribu perjalanan kereta api setiap hari. Seluruh provinsi di China dihubungkan oleh sistem ini kecuali Makau.

Volume trafik kereta api di China adalah salah satu yang terbesar di dunia. Panjang rel di China adalah 6% dari seluruh panjang rel di dunia, sedangkan muatannya sampai 25% dari muatan perkeretaapian global. Sungguh dapat dibayangkan betapa masifnya!

Total jarak yang dihubungkan oleh perkeretaapian di China adalah 86.000 km pada tahun 2009. 1,4 milyar perjalanan kereta api ditempuh oleh penduduk dan non-penduduk di China sepanjang tahun 2008 saja. Seperti juga musim mudik di Indonesia, musim-musim tertentu, seperti Tahun Baru Imlek adalah musim terpadat. Jika ditotal jarak yang ditempuh penumpang kereta api di China sepanjang tahun 2008, jumlahnya mencengangkan: hampir 800 milyar kilometer!

Chunyun

Chunyun disebut sebagai “migrasi terbesar umat manusia di China”, bahkan di dunia. Sama seperti, ibaratnya, ibadah haji, yang mengumpulkan jutaan umat Islam ke suatu tempat. Selama 40 hari, sekitar bulan Januari sampai Maret setiap tahun, masyarakat China melakukan mudik untuk bertemu keluarganya di daerah. Ritual ini adalah bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek, sekaligus menikmati datangnya musim semi. Sudah dapat diduga, mayoritas rakyat di China memilih kereta api karena tarifnya relatif lebih murah daripada tarif pesawat. Pada masa-masa chunyun tahun 2008, jumlah penumpang kereta api dapat mencapai dua kali lipat penduduknya, sekitar 2,2 milyar penumpang. Angka ini termasuk penumpang yang sama yang ikut dalam lebih dari satu perjalanan kereta api. Ada masa-masa liburan lain yang meningkatkan trafik penumpang kereta api, yakni pada masa “Golden Week“, sekitar bulan Mei dan Oktober.

Rute Internasional

Tidak hanya melayani rute domestik, rute kereta api di China juga merambah negara tetangga, seperti Rusia, Mongolia, Vietnam, India, Korea Utara dan Kazakhstan.

Barangkali rute internasional yang paling terkenal adalah rute ke Rusia, yang berlanjut ke Moskow, dan melewati ranah Siberia. Jalur ini beken disebut jalur Trans-Siberia, dan merupakan rute kereta api yang terpanjang di dunia. Ada beberapa pintu masuk ke Rusia, antara lain lewat Mongolia, atau lewat Manchuria di sisi timur laut China. Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke kota Vladivostok, sebuah pelabuhan utama di timur Russia. Jika nekat, Anda juga dapat melanjutkan ke Pyongyang!

Kereta Api Berkecepatan Tinggi

Anda bisa memasuki Hong Kong dan sebaliknya dengan kereta api berkecepatan tinggi, yaitu kelompok yang lajunya di atas 200 km/jam. Ujungnya ada di Kowloon, tersambung dengan tiga kota utama: Shanghai, Beijing dan Guangzhou. Hong Kong dan Guangzhou dapat ditempuh dalam waktu 1 – 2 jam saja dengan kereta modern berkecepatan tinggi.

Selain itu, jaringan kereta api berkecepatan tinggi antar provinsi juga telah menyebar secara ekstensif di seluruh China, menghubungkan kota-kota seperti:

  • Beijing – Shenyang, Changchun, Harbin
  • Beijing – Jinan, Qingdao, Shanghai
  • Beijing – Zhengzhou, Wuhan
  • Shanghai – Zhengzhou, Qingdao, Shenyang
  • Shanghai – Nanchang
  • Wuhan – Changsha – Guangzhou

Tidak berhenti di situ, beberapa kota di China antara lain seperti Beijing, Tianjin, Shanghai, Nanjing, Guangzhou dan Wuhan memiliki kereta api berkecepatan tinggi yang muatannya lebih kecil, menghubungkan satu sama lain yang jaraknya lebih dekat, dalam satu provinsi.

Beberapa rencana pengembangan juga telah dicanangkan, dengan terminal yang mewah dan megah.

Kelas Penumpang dan Fasilitas

Ada beberapa kelas penumpang yang ditawarkan sistem perkeretaapian di China:

  • Soft sleeper/kasur empuk: Nyaman dan paling direkomendasikan untuk perjalanan jangka panjang, walau tetap tidak semahal tiket pesawat! Kompartemen biasanya memiliki empat kasur yang bertingkat, yang bisa dijadikan tempat duduk ketika tidak digunakan. Biasanya ada meja, dan fasilitas seperti teko air panas, bahkan layar kecil untuk menonton program televisi dan soket listrik.
  • Hard sleeper/kasur biasa: Masih bisa tiduran, tetapi tidak senyaman kelas sebelumnya. Harganya lebih murah, tapi satu kompartemen bisa diisi enam orang! Beberapa gerbong memiliki fasilitas soket listrik juga.
  • Soft & hard seat/tempat duduk kelas 1 dan kelas 2: Ibaratnya seperti kelas eksekutif versus kelas bisnis kalau di Indonesia.
  • Deluxe soft sleeper/kasur empuk kelas utama: Beberapa rute penting seperti Beijing – Hong Kong, Beijing – Shanghai dan Beijing – Xian memiliki kelas super-mewah, di mana hanya ada dua tempat tidur dalam satu kompartemen, beberapa bahkan memiliki toilet pribadi. Biasanya sedikit sulit untuk memesan kompartemen ini, karena sudah diprioritaskan untuk dinas pegawai negeri.

Dari semua itu, tidak semua kereta api di China memiliki tiga atau empat kelas di atas sekaligus, ada yang hanya soft sleeper, misalnya rute Beijing – Shanghai.

Fasilitas lain yang tidak termasuk dalam kompartemen termasuk gerbong/kereta makan, toilet bersama (duduk atau jongkok).

Mari lihat berbagai foto-foto menarik yang menampilkan suasana gerbong di China.

Tips

  • Bagaimana membeli tiket kereta api di China? Jika Anda berada di luar China, maka bantuan agen (China Trip Advisor, China Train Tickets atau China-Train-Ticket.com), teman atau hotel adalah yang terbaik. Jika Anda berada di dalam China, memesan tiket langsung di stasiun adalah cara yang paling murah. Pemesanan ideal adalah 2 – 3 hari sebelumnya. Perlu diingat bahwa tidak ada sistem reservasi sentral, baik itu di sebuah situs internet atau melalui telefon. Anda harus memesan di stasiun, dan setiap stasiun biasanya hanya menjual tiket kereta api yang melayani stasiun tersebut. Misalnya, Anda tidak bisa memesan tiket Beijing – Tianjin ketika berada di Shanghai. Di beberapa stasiun, ada loket-loket tertentu yang dikhususkan pada warga negara asing.
  • Ada beberapa jenis kereta api yang direpresentasikan dengan kode huruf: C & D untuk kereta api berkecepatan tinggi, Z untuk kereta api konvensional yang paling nyaman, T untuk kereta api konvensional ternyaman kedua, dan K untuk kereta api konvensional sisanya.
  • Tarif sangat bervariasi. Sebagai contoh, tarif dari Beijing ke Lhasa, Tibet, bisa mencapai USD 200 – 300 satu kali jalan jika melalui agen online, atau USD 100 – 200 jika dibeli sendiri di stasiun. Kedua tarif untuk kelas soft-sleeper dan hard-sleeper.
  • Jadwal kereta api dapat dilihat di beberapa sumber seperti di sebuah halaman di RailwaysofChina.com dan buku jadwal Thomas Cook yang terkenal itu.

Apakah Anda tertarik untuk mulai merencanakan perjalanan besar Anda di China? Sekian pengelana telah berusaha melaksanakannya dan berbagi cerita. Ayo ceritakan pengalaman Anda!


‘Banchan’, ‘Side Dish’ dari Korea

Banchan di Restoran

Untuk sebagian besar penggemar makanan Korea, bibimbap dan bulgogi mungkin merupakan hal yang tidak asing lagi. Terlebih lagi kimchi, yang jenisnya mencapai lebih dari seratus jenis. Tapi mungkin banyak yang tidak
mengetahui bahwa kimchi merupakan bagian dari banchan (반찬) atau side dish ala Korea. Bagi saya pribadi, banchan adalah kenikmatan tersendiri dalam menyantap hidangan korea karena selain lezat, banchan juga disajikan cuma-cuma ketika kita memesan main dish sebagai wujud layanan lebih dan bisa di-refill (diisi ulang).

Seperti halnya kimchi, banchan terdiri dari berbagai jenis masakan dan bahan pangan. Sayuran, umbi, sampai daging dan makanan laut biasanya menjadi bahan utama banchan dengan saus gochujang sebagai bumbu. Contoh masakannya sendiri adalah kimchi, kearan-mari (dadar gulung), kimchi-jeon (pancake kimchi), dan gyeranjjim (telur pindang). Setiap daerah juga memiliki banchan khasnya sendiri yang terkadang tidak bisa dijumpai di daerah
lainnya. Favorit saya adalah Ojingo-jjut, acar cumi mentah yang dibumbui dengan saus gochujang. Rasanya seperti memakan sashimi yang kaya rasa karena memiliki rasa pedas, gurih dan manis.

Biasanya restoran atau warung di Korea menyajikan dua sampai tiga jenis banchan untuk menemani hidangan utama; terdiri dari acar lobak kuning, kimchi, dan satu jenis lainnya. Sayangnya kita tidak bisa memesan banchan
tertentu karena setiap restoran memasak banchan yang berbeda-beda setiap hari. Namun di situlah faktor menarik dari banchan. Kita akan selalu menebak-nebak banchan apa yang akan disajikan hari ini sembari berharap salah satu
favorit kitalah yang akan disajikan. Pengalaman paling mengejutkan bagi saya adalah ketika saya pergi ke sebuah restoran di dekat Ewha Womans University. Saat itu saya dan teman memesan dua porsi kimchi chigae (stewed kimchi dan daging) sebagai lauk utama. Terkejutlah kami ketika pesanan kami datang disertai 12 macam banchan dalam satu nampan kayu besar yang rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan kimchi chigae itu sendiri.

Banchan di Restoran

Banchan di Restoran

Keluarga Korea sendiri umumnya memasak banchan dalam jumlah banyak untuk disimpan dalam kurun waktu tertentu, terutama jenis acar seperti kimchi. Karena banchan merupakan masakan yang tahan lama, mereka biasanya mengepak banchan dalam wadah kedap udara yang disimpan dalam lemari es. Setiap keluarga biasanya menyiapkan tiga sampai empat jenis banchan untuk setiap penyajian makanan, namun jumlahnya bisa bertambah sampai dua belas jenis saat ada perayaan. Untuk orang-orang yang sibuk atau mereka yang tinggal sendiri, banchan siap saji juga bisa dibeli di supermarket dalam ukuran gram, kemasan kecil, atau kalengan. Jika anda berkunjung ke Korea, datanglah ke restoran tradisional yang menyajikan makanan Korea, karena disanalah banchan lezat disajikan, gratis dan bisa isi ulang!


  • Disunting oleh SA 03/05/2010


© 2017 Ransel Kecil