Month: Februari 2010 (halaman 1 dari 4)

Sebulan Ransel Kecil

oleh

Ransel Kecil berusia satu bulan hari ini.

Tak terasa telah 28 hari kami menyapa dan menyajikan hal-hal menarik seputar perjalanan. Ucapan dan dedikasi kami sampai kepada kontributor kami (urut abjad): Arif Widianto, Dessy Tri Anandani Bambang, Muhammad Arif, Sigit Adinugroho, dan Yani Widianto. Tanpa para kontributor tentu tidak akan ada kisah-kisah perjalanan yang menarik.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pembaca, pengikut (_follower_) dan fans Rancel Kecil yang telah mengikuti kami di situs, via RSS, Twitter, dan Facebook.

Statistik Ransel Kecil 1 bulan

Menurut laporan statistik dari Google Analytics, Ransel Kecil mendapat kunjungan dari 1.019 pengunjung. Jumlah halaman dikunjungi adalah 2.618, atau 2,57 halaman per kunjungan. Hal yang menggembirakan untuk sebuah awal yang sangat sederhana bila mengingat jumlah tulisan yang telah terbit hingga saat ini sekitar 30 artikel. Semua berkat dukungan Anda, para pembaca dan komunitas Ransel Kecil.

Sementara itu, akun Twitter @ranselkecil mempunyai pengikut 164 orang. Halaman Facebook Ransel Kecil mempunyai fans sejumlah 5 orang. Kami undang untuk menjadi fans Ransel Kecil agar bisa mendapatkan pemberitahuan bila ada tulisan dan kisah baru yang terbit.

Seiring dengan perjalanan satu bulan ini, kami juga mengadakan evaluasi internal dan mungkin akan melakukan perubahan signifikan terhadap internal Ransel Kecil, terutama sistem manajemen konten. Kami juga merencanakan beberapa penambahan fasilitas baru. Kami berharap perubahan dan penambahan ini tidak mengganggu kenyamanan pembaca, dan semua dilakukan untuk kebaikan dan kenyamanan dalam menikmati artikel kami.

Oh yah, tak lupa kami masih menunggu kisah-kisah perjalanan dari Anda semua lho! Kami sudah tak sabar untuk ikut menyebarkan kejutan, kegembiraan, ketakjuban yang Anda nikmati kepada komunitas Ransel Kecil lainnya. Menurut kami, tak ada perjalanan yang biasa, jika itu dilihat dengan perspektif personal yang unik dari pelakunya. Kami menerima semua cerita: perjalanan dekat, jauh, baik itu ke tempat yang sudah sering dikunjungi orang, atau tempat pelosok yang hanya mengundang para pelaku perjalanan paling pemberani. Tak ada cerita yang “sederhana”, “klise” atau “biasa”, semua cerita seunik diri kita masing-masing. Karena itu, jangan ragu untuk bercerita! Caranya bagaimana? Silakan baca halaman Kontributor dan ikuti petunjuk di sana.

Disunting oleh ARW & SA 01/03/2010.

Ziarah Wali Sembilan

oleh

Baiklah, ini bukan ide biasa. Rencana perjalanan ini bisa dibilang khusus dibuat bagi pemeluk agama Islam. Bahkan ide ini pun bisa mengerucut lagi kepada sebagian umat Islam yang tidak mempunyai masalah dengan kegiatan ziarah ke makam. Karena kami tahu ada sebagian yang mempunyai pandangan ziarah ke makam adalah kegiatan bid’ah, kami mohon maaf, tulisan ini dibuat tidak untuk mengundang perdebatan fikih agama. Namun sebagai wisata sejarah, kami kira ziarah wali sembilan sangat masuk akal dilaksanakan oleh siapa saja.

Apa dan Kemana Ziarah Wali Sembilan?

Yang dimaksud Ziarah Wali Sembilan (atau Wali Songo dalam bahasa Jawa) adalah mengunjungi (minimal) sembilan lokasi makam orang-orang khusus yang dikenal sebagai wali, dan juga mengunjungi beberapa lokasi sejarah kewalian lainnya (bila ada). Makam-makam mereka tersebar di seluruh Jawa. Wali adalah tokoh agama Islam yang dipercaya sebagai penyebar awal ajaran agama Islam di Indonesia (dan Jawa pada khususnya) pada abad 17.

Sembilan Wali Sembilan ini antara lain:
* Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, juga dikenal Syaikh Makhdum Ibrahim As-Samarqandy adalah wali pertama dan sesepuh dari wali sembilan. Ia adalah keturunan ke-11 dari Husain bin Ali r.a. (cucu Nabi SAW). Makamnya di Desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Ampel atau Raden Rahmat, putra Maulana Malik Ibrahim, ia konon mempunyai garis keturunan dari Majapahit juga. Makamnya dekat Masjid Ampel (area Kembang Jepun), Surabaya.
* Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, putra Sunan Ampel. Makamnya dekat alun-alun Tuban, Jawa Timur.
* Sunan Drajat atau Raden Qasim, putra Sunan Ampel. Makamnya di Desa Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
* Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq, putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah adik dari Sunan Bonang. Makamnya di areal Masjid Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah. Masjid Menara Kudus juga menarik dari sisi arsitektur karena mengusung seni Jawa (menara) sebagai bangunan masjid.
* Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, adalah keturunan Maulan Ishak. Sunan Giri adalah keturunan ke-12 dari Husain bin Ali, merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Makamnya di Giri, Gresik, Jawa Timur.
* Sunan Kalijaga atau Raden Said, adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ia adalah murid Sunan Bonang. Makamnya di Kadilange, Demak, Jawa Tengah.
* Sunan Muria atau Raden Umar Said, adalah putra Sunan Kalijaga. Makamnya di Bukit Muria, Jawa Tengah.
* Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Makamnya di Cirebon, Jawa Barat.

Ziarah Wali Sembilan secara tradisional lazimnya dilakukan oleh jamaah pengajian. Tapi kadangkala ada kelompok lepas, lintas desa, dan ada orang yang mengkoordinir pelaksanaan perjalanan ini, termasuk menyewa bus dan sopir, lalu mereka yang menjadi pemimpin perjalanan. Karena tradisional, akomodasinya pun sangat sederhana, disamping alasan penghematan dan alasan lain. Misal, busnya tidak ber-AC, selain karena murah, kebanyakan orang desa tidak kuat ber-AC. Lalu menginapnya pun di masjid-masjid di sepanjang perjalanan yang biasanya terbuka kepada para peziarah semacam ini. Sopir-sopir bis paket ziarah seperti ini biasanya sudah tahu letak masjid-masjid tertentu yang bisa digunakan untuk menginap.

Karena letak tempat ziarah wali sembilan terhitung dekat dan dalam Pulau Jawa, tidak menutup peluang melakukan perjalanan ini secara independen. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan roda empat, menggunakan bis atau mini bus. Bahkan ada beberapa orang yang penulis ketahui melaksanakan dengan kendaraan bermotor roda dua, meski pelaksanaan dan pragmatisnya kurang kami sarankan. Jangan heran pula bila saat ini ada pula agen wisata di Jawa Timur yang mengusung paket ziarah Wali Sembilan dan memberi tarip dolar.

Selain berkunjung ke wali-wali di atas, biasanya ada pula tempat persinggahan dan kunjungan lain, misalnya: Masjid Agung Demak, Gua Saparwadi (lebih dikenal dengan nama Gua Pamijahan) terletak di kaki gunung Mujarod di desa Pamijahan, Tasikmalaya, Masjid Banten, dan juga lokasi Makam KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur di Jombang. Sebagai bonus, sifat kunjungan ke tempat-tempat ini tidak wajib, namun peziarah Wali Sembilan banyak mengunjunginya selain karena letaknya yang juga terlewati oleh jalur, juga sebagai alternatif perjalanan agar tidak membosankan (setelah dari pantai utara lalu lewat jalur selatan).

Rencana Perjalanan

Bila dilakukan dari Jakarta, perjalanan ini bisa dilakukan dengan urutan berikut: Masjid Agung Banten, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Ampel, Jombang, dan Gua Pamijahan.

Bila dilakukan dari Jawa Timur, urutannya sebagai berikut: Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Masjid Demak, Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Banten, Gua Pamijahan, lewat jalur selatan, dan Jombang.

Tentunya alur dan lokasi bisa disesuai dari jalur mulai perjalanan. Lama waktu bisa dilakukan antara lima hari dan enam hari. Bisa pula ditambah mengunjungi berbagai tempat wisata yang tersebar di sepanjang jalur perjalanan tersebut. Tempat menginap ideal dengan kemungkinan hotel tersedia di Surabaya, Tuban, Kudus, Cirebon.

Referensi data Wali Sembilan: Wikipedia.

Disunting oleh SA 28/02/10.

Duka Kami untuk Chili

oleh

Belum usai warga dunia menghapus sedih dari bencana di Haiti yang diguncang gempa besar awal Januari lalu, kita baru saja mendengar kabar duka lainnya.

Gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter baru saja terjadi di Chili, sebuah negara dengan garis pantai panjang di sepanjang barat Amerika Latin. Gempa terjadi pada 27 Februari 2010 (hari ini), di lepas pantai Concepción, Chili. Gempa terasa hingga ibukota Chili, Santiago, dan beberapa kota di Argentina.

Titik episentrum gempa berada pada lepas pantai Maule, sekitar 6,4 km sebelah barat Curanipe, Chili dan 115 utara-timur laut dari kota terbesar kedua di Chili, Concepción. Gempa terjadi pukul 3:34 waktu lokal dan dilaporkan gempa dirasakan antara 10-30 detik.

Peringatan terjadi tsunami diberikan kepada Chili dan Peru, sementara itu peringatan tsunami juga terjadi untuk Ekuador, Kolombia, Antartika, Panama, dan Kosta Rika.

Peringatan tsunami ini kemudian diperluas hingga seluruh wilayah Samudera Pasifik, kecuali untuk wilayah pantai barat Amerika Serikat, British Colombia, dan Alaska. Ketinggian tsunami mencapai 2,6 meter (8,6 kaki) terjadi di laut Valparaiso, Chili. Ketinggian tsunami mencapai 2,34 meter tercatat di Talcahuano, Biobío Region.

Atas terjadinya gempa ini, kami warga dunia dari Indonesia di komunitas Ransel Kecil ikut sangat berduka. Doa dan belasungkawa kami atas seluruh warga Chili.

Sumber berita dan gambar: Wikipedia Indonesia (USGS).

Disunting oleh ARW 27/02/2010