Artikel-artikel dari bulan Januari 2010 (halaman ke-1 dari 2)

Pengelanaan Dimulai!

1 Februari, 2010. Dunia, perkenalkan, Ransel Kecil. Mulai hari ini kami akan menemani Anda, sebelum, sesaat dan sesudah perjalanan Anda. Kami merangkul semua orang: mereka yang sudah mahir melakukan perjalanan, mereka yang terbiasa melakukan perjalanan, dan mereka yang masih meraba-raba. Artikel kami juga cocok bagi mereka yang sekedar tertarik pada satu jenis topik, yang kebetulan mampir ke sini karena pranala dari luar.

Kami hadir di sini untuk mencerahkan, menceritakan dan mengarahkan. Bahwa perjalanan adalah topik yang menarik untuk dibahas panjang lebar, bahkan tak ada habisnya. Bahwa perjalanan tak sederhana, maupun tak juga sangat sulit. Bahwa perjalanan membawa dampak yang besar bagi setiap individu.

* Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai Ransel Kecil, “silakan baca Profil kami”:/profil.

* Jika Anda ingin mengirimkan tulisan atau foto, “silakan baca halaman Kontributor”:/kontributor.

* Ikuti kami juga di Twitter dengan _username_ “@ranselkecil”:http://www.twitter.com/ranselkecil.

* Anda juga dapat “berlangganan RSS”:http://feeds.feedburner.com/ranselkecil untuk mengetahui artikel-artikel termutakhir.

* Tunggu apalagi? Sudah siapkah ransel Anda? Ayo berangkat!


Seputar Transit dan Kegiatan Selama Transit

Ruang Transit di Narita

Bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan perjalanan naik pesawat ke belahan bumi lain, pasti juga sudah pernah atau bahkan terbiasa dengan yang namanya transit. Transit adalah perhentian sementara untuk berganti pesawat (atau melanjutkan pesawat yang sama, tapi dengan mayoritas penumpang yang berbeda) untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Sebenarnya, konsep transit tidak terbatas pada moda transportasi udara. Namun untuk artikel ini kita akan membahas seputar transit pesawat udara saja.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan transit dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Okupasi tempat duduk: Setiap jalur penerbangan dinilai dari jumlah okupasi kursi penerbangan (jumlah penumpang), semakin terisi kursi di suatu jalur penerbangan, semakin bagus, karena maskapai dapat mencapai _return of investment_ yang sebesar-besarnya, bahkan meraup untung besar. Maskapai sayang sekali terhadap jalur-jalur gemuk. Nah, maskapai penerbangan ada yang berusaha “mencaplok” volume penumpang yang lebih banyak. Misalnya, Lufthansa tidak memiliki jalur penerbangan langsung Frankfurt – Jakarta, tapi lewat Singapura dulu. Kenapa? Karena volume penumpang (dan daya belinya) lebih besar di Singapura. Mereka yang ikut dari Jakarta ke Singapura biasanya hanya mampir ke Singapura.

Jarak yang terlalu jauh, pesawat yang terlalu kecil: Mungkin saya salah, tapi setiap jenis pesawat memiliki jarak tempuh maksimal. Semakin besar ukuran tubuh pesawatnya, semakin jauhlah jarak tempuhnya. Tapi sebenarnya semua kembali ke formula kapasitas versus biaya operasional. Pesawat lebih kecil (misal, “Boeing 737-800NG”:http://www.boeing.com/commercial/737family/background.html) bisa saja menjelajah Singapura – London, tapi jumlah penumpang sedikit, untung tak banyak.

Kerjasama bilateral pemerintah atau maskapai: Guna meningkatkan _traffic_ di daerah transit (untuk alasan tertentu, misalnya komersil), atau karena fasilitas hangar yang mumpuni bagi si maskapai. Ada beberapa bandara internasional yang menyewakan hangar/fasilitas perawatannya untuk maskapai-maskapai yang singgah.

Nah, kembali kepada kita si pelaku perjalanan. Bagaimana kalau kita diharuskan transit? Tahukah kita di mana kita akan transit? Ketika memilih tiket penerbangan, biasanya kita disodorkan beberapa pilihan maskapai, atau kombinasi maskapai, dan lokasi transitnya. Waktu transit pun bervariasi, mulai dari 45 menit sampai setengah hari (12 jam). Bahkan ada yang transitnya sampai satu hari (walau biasanya tidak direkomendasikan oleh penjual tiket). Dalam kasus tertentu, jumlah lokasi transit bisa dua atau tiga kali.

Jangan panik dulu. Biasanya bandara transit adalah bandara yang besar, megah dengan fasilitas komplit, dan merupakan _hub_ (sentra labuhan transportasi – semacam “terminal”) regional. Misalnya: “Hong Kong International”:http://www.hongkongairport.com atau “Changi Airport”:http://www.changiairport.com di Asia, “Frankfurt International”:http://www.frankfurt-airport.com/ di Eropa, “Chicago O’Hare”:http://www.flychicago.com/ di Amerika Utara. Bahkan bandara-bandara ini memang memposisikan dirinya sebagai bandara transit, dengan fasilitas seperti pariwisata transit (_transit tour_).

Berikut beberapa tips seputar transit:

Periksa dengan seksama berapa lama waktu Anda transit. Ini penting, karena kita jadi tahu kapan harus kembali lagi ke _departure lounge_ atau ruang tunggu untuk melanjutkan perjalanan. Jangan sampai ketinggalan! Apalagi jika sendirian.
Berapa lama Anda transit menentukan kegiatan yang akan Anda lakukan. Tidak mungkin belanja atau berkeliling dengan puas jika waktu transit hanya 40 menit.
Jika Anda memiliki waktu kurang dari 1 jam: Belanja oleh-oleh, makan/minum, keliling sebentar (pastikan Anda sudah tahu ruang tunggu ada di sebelah mana), atau hanya duduk sambil membaca atau _ngobrol_ dengan teman seperjalanan/teman baru Anda.

Snack Bar untuk mereka yang transit

Jika Anda memiliki waktu 2 – 3 jam: Eksplorasi bandara secara ekstensif, cari tahu apakah ada tur keliling bandara (bandara di Frankfurt memiliki tur bandara dengan bis khusus), relaksasi: tidur atau mandi (ya, beberapa bandara memiliki fasilitas _shower_ dan tempat tidur, seperti di Changi dan “Incheon”:http://www.airport.kr/eng/airport/, Korea Selatan), belanja oleh-oleh, makan/minum yang agak lama.

Mandi di Bandara Incheon, sekitar 6 won

Jika Anda memiliki waktu 3 – 12 jam: Banyak sekali opsi yang bisa dilakukan. Pastikan Anda tidak bosan. Anda bisa melakukan semua kegiatan di atas, bahkan berkali-kali. Bawalah buku, iPod atau laptop dan lakukan pekerjaan atau bersenang-senang. Sekali lagi, jangan sampai lupa waktu. Anda juga bisa istirahat di ruang-ruang yang kadang khusus disediakan.

Istirahat di Bandara Incheon, Korea Selatan

Jika Anda memiliki lebih dari 12 jam: Cari penginapan. Banyak hotel transit yang dapat disewa jam-jaman atau per malam. Lebih baik lagi, kalau visa atau paspor Anda mumpuni, keluarlah dari imigrasi. Bandara Incheon di Korea Selatan memiliki fasilitas “_transit tour_”:http://www.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_5_1.jsp di mana pemegang paspor tertentu (walau tak punya visa Korea Selatan) dapat keluar dan ikut dalam pilihan tur terpandu dari 1 jam hingga 7 jam. Asyik, bukan?

Beberapa bandara menyediakan fasilitas transit unik: Bandara Incheon menyediakan tempat untuk mempelajari budaya Korea, seperti ruang pameran, _workshop_ kesenian kecil (_fan painting_). Bandara Changi menyediakan ruang bermain anak, ruang nonton film, taman kecil, dan pertunjukan musik _live_.

Bagi mereka yang suka _plane-watching_, atau “kegiatan mengamati kegiatan pesawat dan pesawat itu sendiri”:http://www.flickr.com/groups/airspot/, bisa mampir ke lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik seperti _observation deck_.

Bagi yang suka fotografi, bisa keliling bandara dan mengambil foto-foto unik dari pengunjung atau arsitektur bandara.

Bagi yang suka makan, tentunya, pasti banyak pilihan makanan di bandara khusus transit (jangan lirik “Soekarno-Hatta”:http://www.jakartasoekarnohattaairport.com/, tentunya!), tapi hati-hati, harganya relatif tinggi.

Apapun kegiatan Anda, ingat bahwa Anda hanya bisa berada di dalam bandara dan tidak bisa keluar jika tak memiliki izin yang mencukupi (visa, misalnya). Selain itu, pastikan Anda tidak berada di anjungan keberangkatan jika masih ingin keluar bandara, karena biasanya tidak bisa keluar lagi.

Jaga barang-barang Anda dengan rapi, gunakan troli jika perlu. Jangan sampai kehilangan.

Dapatkan peta bandara, apalagi bandara itu besar. Biasanya peta bandara dibagikan gratis dalam bentuk buklet atau brosur lipat.

Jika terjadi apa-apa, jangan panik dulu. Perhatikan di mana letak pusat informasi.

Anda juga bisa mengisi waktu transit dengan menelepon ke tanah air. Belilah kartu telepon yang mencukupi dananya, jika ponsel Anda tidak bisa digunakan.

Menikmati Fish Udon di Incheon

Semoga transit Anda menyenangkan dan produktif!


Pakaian

* Kaos berlengan tak lebih dari dua pasang. Selain untuk menghemat ruang. Anda bisa pula membeli di perjalanan. Ada ide sebaiknya membawa kaos polo(berlengan dan berkerah), pertimbangannya: bila panas kerahnya untuk melindungi leher (meski jadi agak lucu tapi praktis), atau bila cuaca dingin bisa dirangkap dengan kaos oblong didalam agar lebih hangat. Beli, cuci, atau buang (atau hibahkan) bila dirasa jumlah kaos mulai membebani tas. Campuran kaos polo dan oblong, atau kaos polo dan lengan panjang juga bagus. Usahakan satu kaos menyerap keringat dan terbuat dari katun. Intinya, semua tergantung tujuan. Kaos bersaku bagus selain bermanfaat untuk membawa uang kecil, tiket, dan barang penting lainnya; juga bisa untuk kamuflasi pelancong (sungguh!)
* Dua celana panjang. Cari yang cepat kering, seandainya dicuci malam bahan ini harus bisa kering pagi harinya. Bahan kuat. Bersaku, bila mungkin ada samping dan belakang.
* Celana pendek (bila diperlukan dan bila lebih nyaman), kalau bisa kombinasikan dengan jumlah celana panjang agar tidak terlalu banyak. Tapi ini juga tergantung tujuan.
* Rompi atau pakaian penutup dada, terutama untuk wanita, bila Anda akan bepergian ke wilayah religius seperti masjid, gereja, atau candi, demi kesopanan.
* Baju renang (tergantung tujuan)
* Baju dalam direkomendasikan membawa beberapa pasang, katakanlah tiga sampai enam pasang. Anda bisa mencucinya. Cari yang bahannya menyerap dan cepat kering. Wanita mungkin perlu membawa lebih banyak, terutama bra, juga tambahan jenis seperti sports-bra.
* Bila diperlukan bawalah Kaos kaki secukupnya.

Sumber dan referensi: TravelIndependent


ASEAN dalam 10 Hari

Sepuluh hari sesungguhnya waktu yang singkat. Namun ia cukup untuk mengenalkan kita, meski secara singkat, dengan wajah negara tetangga kita.

Sepuluh hari adalah juga jumlah rata-rata cuti yang cukup diperbolehkan hampir semua perusahaan, sehingga rencana perjalanan dalam rentang waktu ini tentu bisa dilakukan. Tambahkanlah empat hari, maka ia akan cukup untuk mengarungi paling tidak empat negara, masing-masing tiga hari (dengan dua hari lainnya habis di perjalanan).

Bagaimana, kemana, dan apa yang akan kita lakukan tentu akan sangat banyak variasi. Tulisan ini adalah tentang rencana perjalanan 10 hari dengan berbagai sudut pandang dan pertimbangan.

Berdasarkan Negara

* Singapura dua hari bila Anda ingin mengenal singkat negara kecil ini. Jadikan tiga hari maka itu jumlah yang cukup untuk melihat dari ujung ke ujung. Singapura juga menawarkan tatanan negara yang rapi, fasilitas modern, dan juga jendela ke sejarah Melayu, taman, dan hiburan yang cukup lengkap.
* Malaysia Ini adalah negara besar. Tidak mungkin menelusuri negara ini dalam 10 hari. Juga tidak mungkin menjangkau wilayah barat (semenanjung) dan timur sekaligus. Malaysia menawarkan arsitektur, sejarah Melayu, dan makanan khas serta berbagai tempat indah.
* Thailand juga negara yang besar dan luas. Juga tidak mungkin menjangkau seluruh thailand. Tapi kita bisa memfokuskan ke beberapa tempat di Thailand, dan menikmatinya. Thailand menawarkan candi yang indah, perjalanan sungai, pantai, budaya Budha yang khas, dan makanan enak. Thailand mempunyai daya tawar menarik, murah. Maka tak heran wilayah ini banyak menjadi pilihan pelancong. Pendapat kami, Anda bisa memfokuskan perjalanan 10 hari dengan lebih banyak di negara ini.
* Brunei Darussalam meski tidak begitu menawarkan variasi perjalanan, negara kecil sumber minyak ini menawarkan masjid, museum, dan taman yang indah dengan khasanah Islam yang khas.
* Kamboja juga sangat menarik, yang paling terkenal tentu saja komplek candi Angkor Wat. Kamboja juga menawarkan museum, pantai dan pulau indah, serta budaya yang khas.
* Laos menawarkan keindahan khas tersendiri terutama candi, kota, kebudayaan yang berbau Perancis, tapi juga tantangan terutama jalanan yang belum memadai di seluruh wilayahnya.
* Myanmar sesungguhnya negeri yang cantik dan unik. Tapi karena alasan keamanan, negara ini menjadi pilihan yang kurang begitu dilihat. Myanmar menawarkan candi Budha, wilayah air yang indah, dan trekking.
* Filipina adalah negara unik dengan kemampuan bahasa Inggris warganya yang cukup banyak. Filipina menawarkan pantai yang indah, trekking, kota metropolis yang riuh, dan juga budaya yang kental dengan pengaruh Spanyol dan Amerika.
* Vietnam menarkan wisata air yang indah, kota modern yang riuh, dan juga wilayah perawan yang seru.

Pertimbangan

* Bila Anda belum pernah ke salah satu negara tersebut di atas, pilih yang paling rasional dan Anda inginkan. Dengan 10 hari, kami sarankan cukup tiga atau maksimal empat negara. Dan itu pun kunjungan sangat singkat dan perlu stamina tinggi.
* Bila Anda sudah pernah di salah satu negara, tentu bisa diabaikan dan fokus ke negara-negara lain. Pertimbangankan pula masalah transportasi. Negara-negara yang lebih dekat tentu lebih menarik bila dapat dilalui dengan transportasi darat. Bila Anda punya bujet lebih, transportasi melalui udara tentu pilihan yang tak melelahkan.
* Pertimbangan kemampuan bujet dan fisik. Perjalan antar negara sangat melelahkan. Apalagi lewat darat, dan dengan asumsi lebih banyak menghabiskan malam dalam perjalanan (tidur di bus atau kereta), tentu akan sangat menantang tapi juga capek. Pertimbangkan. Jangan lupa terlalu mengumbar tujuan, bisa jadi sudah boros tiket, tapi di negara tujuan hanya dapat capeknya juga dan malas ke mana-mana.

Dari pengalaman melakukan perjalanan 10 hari pada tahun lalu, penulis hanya mampu menjangkau tiga negara. Itu pun dengan fokus satu negara yang lebih lama, yaitu lima hari. Kami juga berpikir bahwa kami dapat mencoba negara lainnya di lain waktu.

Ide

* Dua – tiga hari di Singapura
* Dua – tiga hari di Malaysia
* Empat – enam hari di Thailand
* Satu – tiga hari di Brunei
* Dua – tiga hari di Kamboja
* Dua – tiga hari di Laos
* Belum ada ide untuk Myanmar
* Tiga – enam hari di Filipina
* Dua – tiga hari di Vietnam

Ide Tujuan (Macam-Macam Negara)

Arsitektural

* Angkor Wat (Kamboja)
* Petronas (Malaysia)
* Luang Prabang (Laos)

Pantai

* Ko Phi Phi (Thailand)
* Palawan (Filipina)
* Pulau Perhentian (Malaysia)

Alam

* Chiang Mai (Thailand)
* Muang Sing (Laos)
* Bario dan Kelabit Highlands (Malaysia)

Kuliner

* Penang (Malaysia)
* Chiang Mai (Thailand)
* Singapura
* Hoi An (Vietnam)
* Phnom Penh (Kamboja)

Petualangan Air

* Ha Long Bay (Vietnam) — Baca pula catatan perjalanan Perhentian Waktu di Ha Long Bay
* Ko Tao (Thailand)
* Taman Negara (Malaysia)
* Bangar (Brunei)
* Batang Rejang (Malaysia)

Sebagai catatan, tentu saja negara kita banyak menawarkan tujuan yang sepadan dengan berbagai tempat di atas. Tapi hal ini kami bahas dalam tulisan lain.

Referensi: Southeast Asia on a Shoestring edisi 14, Lonely Planet dan Wikipedia

Disunting oleh SA.


Seat61.com — Segalanya tentang Kereta Api

Seat61

Nama situs ini cukup unik, seat61.com. Hanya itu. Begitu pula slogan yang dipakainya, the man in sixty one, arti harfiahnya kurang lebih “Lelaki di Kursi 61”. Desain situsnya juga sangat sederhana dan tidak terlalu modern. Tapi dibalik kesederhanaan itu ada begitu banyak informasi yang ditawarkannya.

Begitulah. Seat61.com adalah situs yang berisi tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan kereta api. JALUR KERETA API (hampir) SELURUH DUNIA! Keren sekali.

Mari kita uji dengan pengetahuan situs ini tentang jalur kereta api di Indonesia. Apakah jalur kereta Indonesia ada? Ternyata ada pranala Indonesia dalam daftar negara di sebelah kiri halaman, masuk bagian Asia. Situs ini menampilkan data singkat dan informatif mulai dari data operator, waktu, visa (untuk pengunjung luar negeri tentunya), dan jalur feri ke Indonesia.

Lalu ada data kereta api. Ada data satu paragraf tentang jalur kereta di Sumatera. Juga beberapa jalur kereta api di Jawa, seperti Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung. Ya, cukup singkat. Tapi bagi pelancong asing, sebagai target utama situs ini, data tersebut sangat berguna sekali. Minimal membantu riset awal bila ada pelancong ingin melakukan perjalanan dengan kereta.

Situs ini terbukti sangat membantu saya dalam mempersiapkan rencana perjalanan dari Singapura ke Malaysia (dan juga Thailand) tahun lalu. Dari riset singkat di situs ini, kami mengetahui ternyata ada jalur kereta api yang dikelola oleh Keretapi Tanah Melayu Berhad, sebuah perusahaan kereta milik pemerintah Malaysia yang melayani rute tersebut. Atau juga alternatif jalur bus.

Alangkah asyiknya melakukan perjalanan darat, demikian rencana kami, alih-alih lewat udara seperti biasa dilakukan. Menggunakan kereta api juga lebih terjangkau. Dari data situs ini, selain mengetahui trayek, tarif, juga terdapat berbagai cerita dari pembaca lain, data keamanan jalur, bagaimana cara reservasi tiket, termasuk trik memesan tiket yang jauh lebih murah untuk perjalanan dari Malaysia ke Singapura, dibanding Singapura ke Malaysia, dan banyak hal lainnya.

Data yang bisa didapat dari situs ini:
* Informasi negara
* Informasi singkat sistem kereta api
* Jadwal waktu kereta api
* Laporan dan cerita dari pelancong lainnya.
* Tarif
* Bagaimana cara membeli tiket, termasuk apakah bisa beli online, dan juga trik pembelian secara langsung.
* Foto-foto,
* Stasiun
* Informasi perjalanan alternatif, misal London-Singapore via darat (wow!)
* Juga informasi perjalanan lanjutan di luar jalur kereta api, misal melalui bus
* Buku panduan

Sebagai peringatan, beberapa pranala yang disebut situs ini adalah merupakan layanan komersil, biasanya merupakan afiliasi. Meski hal ini tidak berarti semua layanan itu berbahaya. Tetapi Anda harus hati-hati sebelum melakukan berbagai transaksi yang ditawarkan oleh situs-situs tersebut, terutama seandainya seat61 tidak mengungkapkan sanggahan (disclaimer) mereka. Kami tidak bisa menjamin obyektivitas dan opini pengelola situs ini terhadap layanan-layanan yang ditawarkan di sana. Tapi yang jelas, di luar hal tersebut, situs ini sangat membantu terutama bila kita mempunyai rencana perjalanan dengan naik kereta api.

Disunting oleh SA. Pemutakhiran oleh ARW/SA.


Bontang — Kalimantan Timur

Bontang adalah kota kecil di wilayah Kalimantan Timur. Bontang secara resmi menjadi kota pada 1984. Pembangunan di Bontang terjadi setelah dua perusahaan pertambangan didirikan di sini pada 70-an, yaitu PT Badak Liquid Natural Gas dan PT Pupuk Kaltim, yaitu pada 1974, dan Pupuk Kaltim tiga tahun sesudahnya. Dua perusahaan ini bergerak dalam bidang pertambangan, khususnya gas alam dan pupuk. Secara geografis, daerah ini cukup berawa, kadang banjir, tapi terletak di dekat pantai.

====

Mungkin Anda tidak sengaja sampai di Bontang, sebab kebanyakan orang yang pergi ke Bontang adalah untuk urusan pekerjaan di dua perusahaan di atas. Kota ini letaknya cukup jauh, sekitar 4-5 jam dengan kendaraan darat dari Balikpapan dengan melewati Samarinda (ibukota Kalimantan Timur). Meskipun Bontang memiliki bandara, tapi penerbangan reguler terdekat yang dilayani hanyalah sampai Balikpapan.

Belajar di atas Laut

Nah, bila Anda di kota ini, jangan lupa menikmati kota ini yang juga mempunyai banyak budaya, khususnya Dayak (meski kami belum pernah menikmatinya). Atau jangan lupa berkunjung ke Bontang Kuala. Daerah ini ditetapkan sebagai daerah wisata, tempat bermukimnya warga asli Bontang. Keunikan tempat ini adalah, rumah warga terbuat dari kayu ulin yang kuat, berdiri tegak di atas laut luas. Makanan laut tentunya sangat melimpah dan bisa dinikmati di hampir banyak kedai dan tempat makan di kota kecil ini. Tentu hati-hatilah menjaga konsumsi cumi, kepiting, dan udang itu agar tidak berlebih karena kolesterol itu sangat menghantui.

Kampung di atas air, Bontang

Sumber: Bontang di Wikipedia Indonesia dan Inggris.
Foto-foto: koleksi penulis diambil sekitar 2006

Pemutakhiran: SA/ARW-100210


Konsortium Bas Ekspres Semenanjung

Beberapa penumpang, istri penulis dan kakak ipar di depan KBESKonsortium Bas Ekspres Semenanjung (KBES) adalah layanan bis ekspres (_express bus_) yang melayani rute darat di Semenanjung Malaysia dan juga ke negara lain seperti Hat Yai (juga disebut Hadyai atau Had Yai), Thailand dan Singapura. Mereka juga menyediakan layanan sewa (_carter_).

Layanan bis ini (atau bas dalam pengucapan Bahasa Melayu) terdiri dari berbagai kelas, semuanya mempunyai pendingin udara (AC). Tiket bisa didapatkan melalui beberapa cara, yaitu: lewat situs KBES, melalui loket pemesanan langsung seperti yang tersedia di Terminal Puduraya (Hentian Puduraya), atau via agen wisata atau hotel di Malaysia. Berhati-hatilah dengan pencopet, calo tiket, dan lainnya yang kurang mengenakkan, terlebih bila lewat larut malam di terminal ini.

Kami belum pernah melalukan pemesanan tiket melalui situs KBES, jadi kami tidak dapat mengkonfirmasikan kesahihan dan kualitas layanan ini. Bahkan seperti terdapat pada situs KBES, layanan pemesanan hanya tersedia pada pukul 7:00 am – 12:00 am waktu Malaysia. Menurut riset, tiket yang dipesan melalui sistem online adalah semacam kupon tiket, jadi itu belum merupakan tiket yang sah. Kupon tiket tersebut, seperti dijelaskan dalam halaman FAQ, harus ditukarkan di kaunter KBES di terminal paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan. Menurut infomasi dari manual KBES, pemesan tiket online dapat memilih tempat duduk yang tersedia. Tiket yang telah dipesan tidak dapat diuangkan kembali atau ditukar.

Kalau tak salah, ada tiga kelas yang dijual di loket terminal bas Puduraya. Kami mempunyai pengalaman mencoba bus ini dari Kuala Lumpur ke Hat Yai, Thailand pada pertengahan 2009 lalu. Kami pernah menemukan beberapa kelas bis lainnya, seperti kelas bis susun (_double deck_), namun kami belum pernah mencobanya.

Foto Interior bis Konsortium Bas Ekspress Semenanjung

Tempat Duduk KBESTarip untuk kelas yang paling bagus adalah RM 60 (sekitar Rp170.000), nama kelasnya adalah Snoozer. Kelas Snoozer mempunyai tiga tempat duduk setiap barisnya (lihat foto di atas) dan sembilan baris tempat duduk (atau total kapasitas 27 penumpang). Kelas Snoozer mempunyai sebuah layar televisi kecil (9″?) dan _headset_ stereo pada masing-masing kursinya. Sandaran kursi dapat dinaikkan atau diturunkan (recliner seat), terdapat pula sandaran kaki yang bisa diatur mealui kontrol di dekat sandaran tangan. Para penumpang bisa memilih berbagai film dan tayangan yang disediakan dengan kontrol yang tersedia di masing-masing kursi.

Bis kelas Snoozer tidak mempunyai toilet (WC) di dalamnya seperti kebanyakan bis kelas eksekutif di Indonesia. Tapi mungkin hampir seluruh bis di Malaysia seperti itu. Namun penumpang tak usah khawatir, bis ini sering sekali berhenti dalam perjalanan. Mungkin semacam terminal atau titik pelaporan. Saya kira kita bisa ijin pengemudi bila ingin tandas dahulu (sekadar buang air kecil).

Seperti juga normalnya transportasi lintas negara, para penumpang juga harus melewati imigrasi ketika akan masuk dan keluar perbatasan, misalnya keluar dari Malaysia, dan masuk ke Thailand. Jalur bis ke Hat Yai akan melalui perbatasan Bukit Kayu Hitam, Propinsi Kedah di Malaysia dan Sadao, Propinsi Songkhla di Thailand.

Dalam perjalanan dari Kuala Lumpur (Hentian Puduraya), Malaysia ke Hat Yai, Thailand, kami mendapat kesempatan dua kali berhenti. Perhentian pertama saat itu masih gelap, mungkin sekitar pukul 2:00 pagi (atau mungkin sebelumnya, saya kurang mencatat detil waktunya). Penumpang diberi kesempatan turun dan menengok sebuah toko camilan yang ada di situ. Yah, mirip dengan keadaan peristirahatan bis di Indonesia pada umumnya, namun toko camilan ini hanya adalah satu saja. Bis kemudian melanjutkan perjalanan hingga perhentian kedua.

Perhentian dekat Bukit Kayu Hitam

Perhentian kedua pada pukul 03:30 AM di sebuah tempat peristirahatan di dekat perbatasan Malaysia. Tempat peristirahatan ini dikelola oleh CTC Recreation Berhad. Menurut informasi yang kami dapatkan dari beberapa penumpang lain, sebentar lagi kita akan mendekati perbatasan Bukit Kayu Hitam, jadi mungkin wajar penumpang dibangunkan agar menyiapkan diri. Dan juga ada warung dan toilet. Saatnya tandas! Kami menyempatkan diri untuk menyegarkan badan, cuci muka dan buang air serta sikat gigi. Dan karena masih diberi waktu agak longgar sekitar 30 menit, kami menyempatkan diri mencicipi makanan yang dijual di situ. Tersedia berbagai jenis makanan, bahkan sebuah toko mengaku menjual makanan Indonesia. Kami meninggalkan tempat peristirahatan ini sekitar pukul 04:15 AM.

Perbatasan Bukit Kayu HitamPada pukul 04:30 AM kami sampai di pintu perbatasan Bukit Kayu Hitam. Antrian kendaraan cukup panjang, bis kami mengantri sekitar 20-30 menitan. Saya menyempatkan diri salat Subuh di sebuah mushalla di dekat pintu perbatasan. Seluruh penumpang bis diminta keluar dan menuju antrian imigrasi. Ada sekitar empat atau enam pintu imigrasi yang melayani ratusan penumpang itu. Akhirnya pada pukul 05:05 AM kami sudah keluar pintu imigrasi. Sementara itu kami menanti seluruh penumpang bis lainnya selesai lewat imigrasi. Terdengar kabar beberapa penumpang, yang belakangan kami tahu mereka ibu-ibu dari Indonesia, mempunyai masalah karena kehilangan kupon imigrasi berstempel Malaysia.

Perbatasan Danok SadaoSetelah beberapa saat, kami masuk perbatasan Sadao, propinsi Songkhla, Thailand. Seluruh penumpang kembali diminta turun bis dan melaporkan dirinya masing-masing. Setelah melewati pintu imigrasi terus terang kami agak kebingungan dengan lokasi bis kami. Ditambah minusnya petugas yang bisa bahasa Inggris, kami agak khawatir di mana letak bis kami berada. Akhirnya kami menemukan lokasi parkir bis dan kendaraan, di sebuah lapangan yang letaknya pada sebelah kiri pintu keluar imigrasi. Di sana kami kembali menunggu seluruh penumpang bis lainnya selesai keluar pintu imigrasi. Bis lalu meluncur kembali hingga perhentian terakhir di Hat Yai, sekitar 20 km dari titik perbatasan tersebut. Tempat perhentian terakhir adalah sebuah agen perjalanan mitra KBES, di sebuah sudut jalanan Hay Tai, dekat sebuah mal kecil. Saya lihat ada jaringan restoran makanan siap saji terkenal buka di situ. Suasana Hat Yai mirip dengan kebanyakan kota-kota kecil di Indonesia.

Situs: http://www.kbes.com.my/
Telpon: 03-4041 6789
Faks: 05-8912880

Kredit foto perbatasan Bukit Kayu Hitam dan Sadao, Wikipedia.

Pemutakhiran oleh ARW 27/02/2010.


Rucksack Inn

Rucksack InnRucksack Inn adalah hotel yang mengambil target khusus untuk _backpacker_. Mereka menjuluki dirinya sebagai “_a backpacker’s hotel by backpackers_”. Dan seperti hotel untuk pelancong lainnya, hostel ini menyediakan kamar asrama lebih dari 15 kasur, juga kamar privat yang masing-masing bisa ditempati untuk dua orang hingga empat orang.

Tarip kamar:

* Dormitory (asrama), S$26
* Double Room, untuk 2 orang, S$79
* Triple Room, untuk 3 orang, S$99
* Quad Room, untuk 4 orang, S$128

Fasilitas

Kamar AC tanpa jendela. Terdapat 2 WC dan 2 kamar mandi shower. Tidak terdapat handuk, tapi bisa sewa. Namun, hotel ini menyediakan sabun dan sampo gratis. Roti, teh, dan minuman (dipanaskan sendiri) juga tersedia gratis dan bisa dipakai kapan saja.

Beberapa fasilitas lain bisa dipakai bersama-sama secara gratis:
* Lemari es
* Televisi layar datar dilengkapi DVD dan beberapa koleksi film, dan juga konsol _game_!
* Dua set komputer yang terkoneksi ke internet, bisa dipakai setiap saat
* Setrikaan, setrika sendiri gratis

Fasilitas lain, tersedia dengan membayar tambahan:
* Mesin cuci dan pengeringnya

Staf dan manajemen hotel dikenal cukup ramah dan _helpful_. Hotel ini juga penuh kejutan, misal memberi hadiah tamu untuk mencoret-coret temboknya.

Alamat: 33 Hongkong Street, Singapore 059672
Telpon: 6438 5146‎
Situs: rucksackinn.com


Keretapi Tanah Melayu Berhad

KTMB atau Keretapi Tanah Melayu Berhad adalah perusahaan kereta api yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Sebelumnya disebut sebagai Malayan Railway Administration dan baru dikenal sebagai KTMB sejak 1992. Sistem perkeretapian ini ada sejak era kolonial Inggris.

Sistem kereta api ini tersambung dari Singapura hingga Bangkok, Thailand. Dan taripnya pun, menurut pendapat kami, cukup terjangkau. Makanya, kereta api ini bisa menjadi alternatif transportasi menarik via darat bila ingin melakukan perjalanan indenpenden khususnya di negara Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Singapura; baik dari Singapura ke Kuala Lumpur, dan Bangkok.

Kaunter KTMB di Stasiun Tanjong Pagar

Di Singapura, stasiun pemberangkatan kereta api ini adalah di Stasiun Tanjong Pagar. Di Kuala Lumpur adalah Stasiun Kuala Lumpur Sentral. Di Bangkok adalah Stasiun Hualamphong.

Misalnya, untuk tujuan Kuala Lumpur (Stasiun Sentral KL) dari Singapura dan sebaliknya, kita bisa menumpang Ekspress Rakyat atau Ekspres Sinaran Pagi. Sedang untuk tujuan Bangkok ke Malaysia, atau sebaliknya, kita bisa menumpang kereta nomor 35 & 26, dari Bangkok hingga Butterworth (dekat Penang). Dan dari sana ke Kuala Lumpur bisa dilanjutkan dengan kereta api lainnya atau bus.

Sebuah kereta KTMB di PlatformSleeping Berth

Selain tempat duduk biasa (dengan beberapa macam kelas) pada beberapa kereta api juga menyediakan kelas tidur (sleeper atau berth) alias benar-benar bisa selonjor tidur. Menurut pengalaman kami, kelas ini cukup nyaman dan menyenangkan karena ketika bangun di tempat tujuan badan pun cukup segar dan tidak pegal.

Calon penumpang bisa memesan tiket kereta di loket stasiun atau jauh-jauh hari melalui sistem reservasi online. Asyik kan? Untuk reservasi, bisa diakses langsung ke situs KTMB. (Perhatian: beberapa kali kami mencoba, situs mengalami beberapa kali masalah dan menampilkan pesan kesalahan yang panjang).

Sebagai catatan, mengingat sifat perjalanan antar negara, para penumpang KTMB juga harus mengikuti prosedur standar imigrasi ketika masuk atau keluar negara tujuan. Di sinilah uniknya. Semua penumpang, berapa ratus orang itu, harus keluar kereta ramai-ramai dan mendaftarkan diri di imigrasi, lalu ramai-ramai kembali ke masing-masing tempatnya.

Imigrasi Malaysia KTMB


Seluk-beluk Persiapan Pergi ke Amerika Serikat untuk WNI

Berikut adalah sedikit tips mengenai bepergian ke Amerika Serikat (A.S.), dalam kasus ini dengan visa kunjungan (B1/B2). Sifatnya tulisan ini tips, informal, dan acak, sehingga ia tidak bisa dijadikan panutan resmi, karena bisa saja ada peraturan yang telah berubah.

* Setiap perjalanan pasti butuh perencanaan jauh-jauh hari. Tetapi untuk negara seperti A.S. dan untuk WNI, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama. Karena itu, siapkanlah waktu sejauh-jauhnya 6 (enam) bulan sebelum rencana keberangkatan.
* Aplikasi visa ke A.S. butuh wawancara yang harus dihadiri secara fisik langsung oleh yang bersangkutan di kedutaan A.S. di Jakarta. Kadang-kadang waktu menjadi isu, oleh karena itu rencanakanlah dengan matang. Jika perjalanan Anda disponsori oleh sebuah even, organisasi atau perusahaan, mintalah lembaga yang bertanggungjawab untuk membuatkan surat dukungan yang harus dibawa pada saat wawancara. Lembaga Anda juga mungkin dapat membantu mengatur jadwal yang sesuai untuk wawancara tersebut.
* Pastikan paspor Anda berlaku setidaknya 1 (satu) tahun ketika merencanakan aplikasi visa A.S..
* Pastikan Anda telah melakukan studi menyeluruh terhadap keperluan dan syarat aplikasi visa A.S., baik melalui situs web resmi kedutaan A.S. atau sumber-sumber resmi lainnya.
* Khusus mengenai pas foto: ukurannya 5 cm x 5 cm, ini mungkin berbeda dengan ukuran pasfoto ala Indonesia, dan latar belakang harus putih. Seluruh bagian dari wajah mesti kelihatan bersama dengan pundak. Jangan sampai ada bagian wajah yang terpotong, karena wawancara Anda bisa tertunda hanya karena hal sepele seperti itu. Tidak ada ketentuan resmi mengenai pakaian. Usahakan memakai jasa fotografi profesional (studio).
* Pada hari wawancara: datanglah sangat awal, karena antrian bisa bertambah sangat drastis dalam beberapa menit saja. Para pencari visa bahkan sudah ada yang datang pukul enam pagi, bahkan kurang. Luangkan waktu sekitar 4 – 6 jam untuk wawancara itu, dan bisa saja Anda harus berdiri selama 4 – 5 jam. Mengertilah prosedur dan ikut instruksi dengan sangat baik. Lebih baik tidak mengenakan atau membawa metal (seperti sabuk, atau jam tangan). Kalau bisa juga jangan bawa ponsel dan alat elektronik lain seperti kamera atau laptop. Semua barang itu akan ditinggal di sebuah kaunter. Jangan lupa membawa paspor, surat dukungan dan dokumen-dokumen lain yang mendukung, jika ada. Siapkan uang pembayaran di muka.
* Waktu pengambilan visa biasanya satu minggu hingga tiga minggu setelah wawancara. Jika Anda berusia 19 sampai 45 tahun, pria, waktu tunggu kemungkinan lebih lama hingga empat mingguan. Saya tidak tahu waktu tunggu untuk jenis visa lain.
* Di bandara Jakarta: Lakukan _check-in_ sangat awal. Ini perjalanan jauh! Bahkan untuk lokasi yang paling dekat sekali pun, Hawaii, membutuhkan waktu paling tidak 10 – 15 jam! Ketika _check-in_, Anda mungkin akan ditanya dari awal di mana Anda menginap (hotel, rumah teman/saudara) beserta alamat lengkapnya, dan berapa lama serta apa tujuan Anda ke A.S. Karena itu, siapkanlah informasi tersebut dari awal. Pastikan bagasi Anda diteruskan langsung ke tujuan final Anda, jadi Anda tidak perlu mengkonfirmasi atau _check-in_ ulang bagasi Anda di bandara transit.
* Apa yang harus Anda kenakan dalam perjalanan jauh? Apa yang harus Anda bawa dalam kabin? Hal ini berbeda-beda bagi setiap orang, tetapi rekomendasi saya adalah kenakan pakaian yang sangat nyaman dan gunakan sepatu yang mudah dilepas dan ergonomis (misalnya sepatu olahraga, atau sandal yang nyaman namun tetap tertutup/sepatu-sandal, ber-kaus kaki). Dalam cabin baggage Anda, masukkanlah baju hangat lengan panjang, laptop, DVD player (jika perlu), buku, kamera saku (kalau ada), ponsel, tas kecil berisi dokumen penting seperti paspor, organizer/folder untuk dokumen-dokumen penting, kaus kaki, sisir, syal jika perlu. Jangan bawa benda-benda cair seperti balsem atau kosmetik. Obat-obatan mesti jelas tujuannya dan bersiaplah untuk mendeklarasikannya.
* Ketika sampai di bandara A.S., jika Anda seorang pria berumur 19 – 45 tahun, bersiaplah untuk “_Secondary Registration_”, sebuah prosedur inspeksi sekunder setelah kaunter imigrasi normal. Anda akan diwawancara ulang secara menyeluruh, mulai dari sifat dan tujuan kunjungan, di mana Anda tinggal dan berapa lama, hingga latar belakang Anda seperti sekolah/universitas, dan orang tua Anda (tips: ingat tanggal lahir mereka)! Maka dari itu siapkanlah fisik dan mental Anda karena tergantung dari siapa yang mewawancara Anda, prosedur ini bisa memakan waktu hingga 3 jam!
* Ketika hendak meninggalkan bandara A.S.: Anda harus melakukan prosedur _check-out_ yang berbeda dari prosedur kaunter imigrasi normal, karena memang tidak ada kaunter imigrasi normal! A.S. memberlakukan sistem yang berbeda – untuk beberapa negara yang termasuk _visa waiver_ (negara yang tak perlu visa untuk kunjungan sosial ke A.S.), mereka melakukan _check-out_ dengan mesin yang bentuknya seperti ATM, secara elektronik. Sedangkan untuk negara-negara ‘dunia ketiga’ seperti Indonesia, prosedur _check-out_ dilakukan secara manual di sebuah kantor kecil yang berjudul “Special Alien Registration”. Ketika saya di San Francisco International Airport (SFO), kantornya agak tersembunyi, dan kecil, sehingga harus proaktif bertanya kepada petugas di situ. Di kantor ini, paspor Anda akan di-“cop” (stempel imigrasi) telah resmi keluar A.S. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan check-in ke maskapai penerbangan bersangkutan.

Begitulah tipsnya berdasarkan pengalaman saya yang sangat terbatas. Jika ada kesempatan untuk berkunjung lagi ke A.S., dan menemukan ‘pencerahan’ baru, akan saya tulis di sini. Sementara itu, jika ada di antara Anda yang ingin ikut menyumbangkan saran, silakan kirimkan kami tulisan Anda!


Artikel sebelumnya

© 2017 Ransel Kecil