Bulan: January 2010 (halaman 1 dari 7)

Pengelanaan Dimulai!

1 Februari, 2010. Dunia, perkenalkan, Ransel Kecil. Mulai hari ini kami akan menemani Anda, sebelum, sesaat dan sesudah perjalanan Anda. Kami merangkul semua orang: mereka yang sudah mahir melakukan perjalanan, mereka yang terbiasa melakukan perjalanan, dan mereka yang masih meraba-raba. Artikel kami juga cocok bagi mereka yang sekedar tertarik pada satu jenis topik, yang kebetulan mampir ke sini karena pranala dari luar.
Kami hadir di sini untuk mencerahkan, menceritakan dan mengarahkan. Bahwa perjalanan adalah topik yang menarik untuk dibahas panjang lebar, bahkan tak ada habisnya. Bahwa perjalanan tak sederhana, maupun tak juga sangat sulit. Bahwa perjalanan membawa dampak yang besar bagi setiap individu.
* Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai Ransel Kecil, “silakan baca Profil kami”:/profil.
* Jika Anda ingin mengirimkan tulisan atau foto, “silakan baca halaman Kontributor”:/kontributor.
* Ikuti kami juga di Twitter dengan _username_ “@ranselkecil”:http://www.twitter.com/ranselkecil.
* Anda juga dapat “berlangganan RSS”:http://feeds.feedburner.com/ranselkecil untuk mengetahui artikel-artikel termutakhir.
* Tunggu apalagi? Sudah siapkah ransel Anda? Ayo berangkat!

Seputar Transit dan Kegiatan Selama Transit

Ruang Transit di Narita
Bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan perjalanan naik pesawat ke belahan bumi lain, pasti juga sudah pernah atau bahkan terbiasa dengan yang namanya transit. Transit adalah perhentian sementara untuk berganti pesawat (atau melanjutkan pesawat yang sama, tapi dengan mayoritas penumpang yang berbeda) untuk melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Sebenarnya, konsep transit tidak terbatas pada moda transportasi udara. Namun untuk artikel ini kita akan membahas seputar transit pesawat udara saja.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan transit dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang.
Okupasi tempat duduk: Setiap jalur penerbangan dinilai dari jumlah okupasi kursi penerbangan (jumlah penumpang), semakin terisi kursi di suatu jalur penerbangan, semakin bagus, karena maskapai dapat mencapai _return of investment_ yang sebesar-besarnya, bahkan meraup untung besar. Maskapai sayang sekali terhadap jalur-jalur gemuk. Nah, maskapai penerbangan ada yang berusaha “mencaplok” volume penumpang yang lebih banyak. Misalnya, Lufthansa tidak memiliki jalur penerbangan langsung Frankfurt – Jakarta, tapi lewat Singapura dulu. Kenapa? Karena volume penumpang (dan daya belinya) lebih besar di Singapura. Mereka yang ikut dari Jakarta ke Singapura biasanya hanya mampir ke Singapura.
Jarak yang terlalu jauh, pesawat yang terlalu kecil: Mungkin saya salah, tapi setiap jenis pesawat memiliki jarak tempuh maksimal. Semakin besar ukuran tubuh pesawatnya, semakin jauhlah jarak tempuhnya. Tapi sebenarnya semua kembali ke formula kapasitas versus biaya operasional. Pesawat lebih kecil (misal, “Boeing 737-800NG”:http://www.boeing.com/commercial/737family/background.html) bisa saja menjelajah Singapura – London, tapi jumlah penumpang sedikit, untung tak banyak.
Kerjasama bilateral pemerintah atau maskapai: Guna meningkatkan _traffic_ di daerah transit (untuk alasan tertentu, misalnya komersil), atau karena fasilitas hangar yang mumpuni bagi si maskapai. Ada beberapa bandara internasional yang menyewakan hangar/fasilitas perawatannya untuk maskapai-maskapai yang singgah.
Nah, kembali kepada kita si pelaku perjalanan. Bagaimana kalau kita diharuskan transit? Tahukah kita di mana kita akan transit? Ketika memilih tiket penerbangan, biasanya kita disodorkan beberapa pilihan maskapai, atau kombinasi maskapai, dan lokasi transitnya. Waktu transit pun bervariasi, mulai dari 45 menit sampai setengah hari (12 jam). Bahkan ada yang transitnya sampai satu hari (walau biasanya tidak direkomendasikan oleh penjual tiket). Dalam kasus tertentu, jumlah lokasi transit bisa dua atau tiga kali.
Jangan panik dulu. Biasanya bandara transit adalah bandara yang besar, megah dengan fasilitas komplit, dan merupakan _hub_ (sentra labuhan transportasi – semacam “terminal”) regional. Misalnya: “Hong Kong International”:http://www.hongkongairport.com atau “Changi Airport”:http://www.changiairport.com di Asia, “Frankfurt International”:http://www.frankfurt-airport.com/ di Eropa, “Chicago O’Hare”:http://www.flychicago.com/ di Amerika Utara. Bahkan bandara-bandara ini memang memposisikan dirinya sebagai bandara transit, dengan fasilitas seperti pariwisata transit (_transit tour_).
Berikut beberapa tips seputar transit:
Periksa dengan seksama berapa lama waktu Anda transit. Ini penting, karena kita jadi tahu kapan harus kembali lagi ke _departure lounge_ atau ruang tunggu untuk melanjutkan perjalanan. Jangan sampai ketinggalan! Apalagi jika sendirian.
Berapa lama Anda transit menentukan kegiatan yang akan Anda lakukan. Tidak mungkin belanja atau berkeliling dengan puas jika waktu transit hanya 40 menit.
Jika Anda memiliki waktu kurang dari 1 jam: Belanja oleh-oleh, makan/minum, keliling sebentar (pastikan Anda sudah tahu ruang tunggu ada di sebelah mana), atau hanya duduk sambil membaca atau _ngobrol_ dengan teman seperjalanan/teman baru Anda.
Snack Bar untuk mereka yang transit
Jika Anda memiliki waktu 2 – 3 jam: Eksplorasi bandara secara ekstensif, cari tahu apakah ada tur keliling bandara (bandara di Frankfurt memiliki tur bandara dengan bis khusus), relaksasi: tidur atau mandi (ya, beberapa bandara memiliki fasilitas _shower_ dan tempat tidur, seperti di Changi dan “Incheon”:http://www.airport.kr/eng/airport/, Korea Selatan), belanja oleh-oleh, makan/minum yang agak lama.
Mandi di Bandara Incheon, sekitar 6 won
Jika Anda memiliki waktu 3 – 12 jam: Banyak sekali opsi yang bisa dilakukan. Pastikan Anda tidak bosan. Anda bisa melakukan semua kegiatan di atas, bahkan berkali-kali. Bawalah buku, iPod atau laptop dan lakukan pekerjaan atau bersenang-senang. Sekali lagi, jangan sampai lupa waktu. Anda juga bisa istirahat di ruang-ruang yang kadang khusus disediakan.
Istirahat di Bandara Incheon, Korea Selatan
Jika Anda memiliki lebih dari 12 jam: Cari penginapan. Banyak hotel transit yang dapat disewa jam-jaman atau per malam. Lebih baik lagi, kalau visa atau paspor Anda mumpuni, keluarlah dari imigrasi. Bandara Incheon di Korea Selatan memiliki fasilitas “_transit tour_”:http://www.visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_5_1.jsp di mana pemegang paspor tertentu (walau tak punya visa Korea Selatan) dapat keluar dan ikut dalam pilihan tur terpandu dari 1 jam hingga 7 jam. Asyik, bukan?
Beberapa bandara menyediakan fasilitas transit unik: Bandara Incheon menyediakan tempat untuk mempelajari budaya Korea, seperti ruang pameran, _workshop_ kesenian kecil (_fan painting_). Bandara Changi menyediakan ruang bermain anak, ruang nonton film, taman kecil, dan pertunjukan musik _live_.
Bagi mereka yang suka _plane-watching_, atau “kegiatan mengamati kegiatan pesawat dan pesawat itu sendiri”:http://www.flickr.com/groups/airspot/, bisa mampir ke lokasi yang menawarkan pemandangan terbaik seperti _observation deck_.
Bagi yang suka fotografi, bisa keliling bandara dan mengambil foto-foto unik dari pengunjung atau arsitektur bandara.
Bagi yang suka makan, tentunya, pasti banyak pilihan makanan di bandara khusus transit (jangan lirik “Soekarno-Hatta”:http://www.jakartasoekarnohattaairport.com/, tentunya!), tapi hati-hati, harganya relatif tinggi.
Apapun kegiatan Anda, ingat bahwa Anda hanya bisa berada di dalam bandara dan tidak bisa keluar jika tak memiliki izin yang mencukupi (visa, misalnya). Selain itu, pastikan Anda tidak berada di anjungan keberangkatan jika masih ingin keluar bandara, karena biasanya tidak bisa keluar lagi.
Jaga barang-barang Anda dengan rapi, gunakan troli jika perlu. Jangan sampai kehilangan.
Dapatkan peta bandara, apalagi bandara itu besar. Biasanya peta bandara dibagikan gratis dalam bentuk buklet atau brosur lipat.
Jika terjadi apa-apa, jangan panik dulu. Perhatikan di mana letak pusat informasi.
Anda juga bisa mengisi waktu transit dengan menelepon ke tanah air. Belilah kartu telepon yang mencukupi dananya, jika ponsel Anda tidak bisa digunakan.
Menikmati Fish Udon di Incheon
Semoga transit Anda menyenangkan dan produktif!

Pakaian

* Kaos berlengan tak lebih dari dua pasang. Selain untuk menghemat ruang. Anda bisa pula membeli di perjalanan. Ada ide sebaiknya membawa kaos polo(berlengan dan berkerah), pertimbangannya: bila panas kerahnya untuk melindungi leher (meski jadi agak lucu tapi praktis), atau bila cuaca dingin bisa dirangkap dengan kaos oblong didalam agar lebih hangat. Beli, cuci, atau buang (atau hibahkan) bila dirasa jumlah kaos mulai membebani tas. Campuran kaos polo dan oblong, atau kaos polo dan lengan panjang juga bagus. Usahakan satu kaos menyerap keringat dan terbuat dari katun. Intinya, semua tergantung tujuan. Kaos bersaku bagus selain bermanfaat untuk membawa uang kecil, tiket, dan barang penting lainnya; juga bisa untuk kamuflasi pelancong (sungguh!)
* Dua celana panjang. Cari yang cepat kering, seandainya dicuci malam bahan ini harus bisa kering pagi harinya. Bahan kuat. Bersaku, bila mungkin ada samping dan belakang.
* Celana pendek (bila diperlukan dan bila lebih nyaman), kalau bisa kombinasikan dengan jumlah celana panjang agar tidak terlalu banyak. Tapi ini juga tergantung tujuan.
* Rompi atau pakaian penutup dada, terutama untuk wanita, bila Anda akan bepergian ke wilayah religius seperti masjid, gereja, atau candi, demi kesopanan.
* Baju renang (tergantung tujuan)
* Baju dalam direkomendasikan membawa beberapa pasang, katakanlah tiga sampai enam pasang. Anda bisa mencucinya. Cari yang bahannya menyerap dan cepat kering. Wanita mungkin perlu membawa lebih banyak, terutama bra, juga tambahan jenis seperti sports-bra.
* Bila diperlukan bawalah Kaos kaki secukupnya.
Sumber dan referensi: TravelIndependent

Halaman sebelumnya

© 2021 Ransel Kecil