Ransel Kecil adalah blog kolaboratif tentang perjalanan independen. Di sini kita berbagi tentang catatan perjalanan, rencana perjalanan, dan semua hal seputar perjalanan itu sendiri. Anda pun bisa berbagi. Baca profil untuk informasi selengkapnya. →

Kopitiam dan Mamak

Oleh Sigit Adinugroho

Foto Oriental Kopitiam, Malaysia
Oriental Kopitiam, Malaysia. Foto oleh Mohd. Fahmi Mohd. Azmi, (lisensi Creative Commons)

Di Jakarta khususnya akhir-akhir ini sering ditemukan restoran atau warung makan yang di depannya ada panggilan “kopitiam”. Setidaknya, sepengetahuan saya, ada beberapa merek kopitiam di Jakarta: Kopitiam Oey, milik pengamat kuliner Bondan Winarno, Killiney Kopitiam, Lau’s Kopitiam, KL Village Kopitiam, Old Town Kopitiam, dan barangkali beberapa kopitiam lain yang tidak kita ketahui. Sekilas, penampilan kopitiam hampir tak ada bedanya dengan restoran biasa, baru bisa diketahui bedanya ketika melihat perabotan dan dekorasi yang digunakan, biasanya menyiratkan khazanah visual dan budaya peranakan. Peranakan sendiri adalah asimilasi dari budaya Cina dan budaya setempat, dalam hal ini, Melayu, karena asal kopitiam adalah dari ranah Singapura dan Malaysia.

Baca lebih lanjut »

Makanan 31/08/10

Pentingnya Asuransi Perjalanan

Oleh Sigit Adinugroho

Satu anggaran yang sering terlupakan dalam setiap perjalanan adalah asuransi perjalanan. Banyak dari kita, apalagi yang muda, yang pergi ke luar negeri jauh-jauh tanpa persiapan ini. “Sayang uangnya,” atau “saya optimis, tak akan terjadi apa-apa,” adalah beberapa tanggapan kenapa melangkahi kewajiban yang satu ini. Memang, hidup-mati, sehat-sakit dan kaya-miskin, tak ada yang tahu apa dan kapan akan terjadi pada diri kita. Namun, sebagai tanda sayang pada keluarga yang menunggu di rumah, pedulikah kita untuk membebaskan mereka dari rasa khawatir dan beban finansial?

Baca lebih lanjut »

Tips 21/08/10

Menghadapi Imigrasi

Oleh Sigit Adinugroho

Jam Digital
Jam digital di Bandara Narita, menuju imigrasi

Melakukan perjalanan sebagai warga negara Indonesia (WNI) dan memegang paspor berwarna hijau itu suka membuat deg-degan jantung, apalagi kalau yang dituju negara yang memiliki sentimen terhadap WNI, baik itu tentang terorisme maupun tenaga kerja. Semua itu tak ubah juga seperti mencurigai seluruh WNI sebagai kriminal. Lebih deg-degan lagi kalau kita ternyata butuh visa yang didaftarkan sebelum berangkat, biasanya oleh negara-negara yang maju dan sentimennya tinggi sekali. Apa yang akan ditanya? Apa barang kita akan dibongkar? Prosedur macam apa yang harus dilalui? Apa visa yang tertera di paspor menjadi penjamin mutlak? Berikut beberapa tips universal menghadapi imigrasi, semoga dapat memperlancar urusan kita di pintu masuk negara mana pun!

Baca lebih lanjut »

Tips 14/08/10

A untuk Apel

Oleh Arif Widianto

Papan Petunjuk di Bandar Beijing
Di Bandara Beijing

Salah satu kenangan dalam perjalanan ke negeri asing adalah masalah berkomunikasi. Bagi Anda yang bisa bahasa lokal negeri itu, tentu hal ini tidak terasa. Tetapi bagi yang tidak bisa pasti ada beberapa kesan tentang hal ini. Ini adalah catatan perjalanan saya.

Baca lebih lanjut »

Tips 02/08/10

Menggambar Sebuah Kenangan Perjalanan

Oleh Galih Suharjan

Andong & pintu biru

Pada pertengahan tahun 2010, tepatnya bulan Mei, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota Solo dan Yogyakarta. Tidak ada rencana atau tujuan khusus ketika saya merencanakan liburan di kota tua ini, hanya ada perasaan ingin bertualang yang begitu besar, melepaskan diri dari hiruk pikuk kota Jakarta, kota kelahiran dan tempat tinggal saya yang keadaannya semakin memprihatinkan dari hari ke hari. Salah satu tujuan yang ingin dicapai ketika merencanakan jalan-jalan ke Solo dan Yogyakarta, adalah untuk menggambar sebanyak mungkin di kota-kota tersebut.

Baca lebih lanjut »

Catatan Perjalanan 23/07/10

Mencari Kesederhanaan di Danau Sentarum

Oleh Dita Ramadhani

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan taman nasional yang ada di wish list teratas taman nasional wajib kunjung saya. Saya melompat kegirangan ketika kantor mengirim saya ke sana untuk survei lapangan. Satu hal yang membuat saya lebih gembira lagi adalah saya akan ditemani oleh Jimmy Syahirsyah, seorang wildlife photographer handal sekaligus kolega saya di kantor. Jimmy bekerja di Kalimantan Barat dan rutin keluar masuk hutan untuk berbagai ekspedisi sehingga kami jarang sekali bertemu.

Baca lebih lanjut »

Tempat 19/07/10

Bentang Romansa Jalur Baja

Oleh Sigit Adinugroho

The Great Railway Bazaar, novel dari Paul Theroux

Setelah beberapa artikel sebelumnya yang banyak berdasarkan realita, fakta dan pengalaman, kali ini bolehlah kita menilik sedikit tentang hasrat. Kereta api memang penuh romansa. Paul Theroux pun terkesima. Menurutnya, tak ada yang lebih ramah dari kereta api. Tak ada minuman yang tumpah, tak ada rasa mabuk darat, tak ada bising mesin yang memekakkan telinga. Terlalu banyak kisah yang dihasilkan dari sebuah perjalanan kereta api. Sejak dulu, saya selalu menganggap perjalanan adalah masa di mana kita paling bebas. Kita tak terbelenggu rutinitas dan tanggungjawab. Untuk sejenak, kita menjadi penonton panggung kehidupan. Sama juga seperti kereta api. Namun, banyak kelebihan yang kita nikmati dengan kereta api. Perjalanan dengan pesawat terbang tak selalu memberikan kita lanskap yang mengagumkan. Perjalanan dengan mobil tidak memberikan kita dialog yang mengesankan, serta rajutan rasa yang sambung-menyambung.

Baca lebih lanjut »

Transportasi 11/07/10

Generasi Muda Indonesia Terisolasi?

Oleh Sigit Adinugroho

Harian Kompas hari ini memaparkan Mike Hardy, mantan Direktur Pelaksana British Council di Indonesia, seorang ahli dialog antarbudaya dari British Council, yang menangani program pertukaran pelajar dan dialog antar sekolah. Dalam sebuah seminar yang bertajuk Global XChange di Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa generasi Indonesia masih terisolasi dari pergaulan internasional.

Baca lebih lanjut »

Dari Kami 05/07/10

Le Bambino Guesthouse, Da Nang

Oleh Sigit Adinugroho

Tampak depan Le Bambino Guesthouse

Mencari penginapan di negeri orang adalah hal yang suka menyesakkan dada. Foto dan kenyataan bisa saja tak sesuai, harga terlalu mahal, lokasi tak tepat, begitu sampai di lokasi, pelayanan tak maksimal: entah itu mereka ternyata tak pandai berbahasa Inggris atau tak bersahabat. Bagi orang muda, mungkin boleh untuk bertaruh sedikit dengan menyewa tempat penginapan yang murah meriah. Untuk tidur saja, tak perlu mahal. Namun, bagaimana dengan kita yang punya gaya perjalanan yang berbeda: ingin nyaman, aman, dan layanan yang prima, tapi harga tak selangit? Atau perjalanan yang dilakukan bersama keluarga, dengan anak kecil?

Baca lebih lanjut »

Akomodasi 16/06/10

Mencari Santapan Halal di Ho Chi Minh City

Oleh Sigit Adinugroho

Interior Halal@Saigon

Bagi Anda yang memeluk agama Islam, setiap perjalanan selalu disibukkan dengan kegiatan mencari makanan halal, terutama di negeri yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Tentu, kita dapat mengunjungi beragam tempat makan yang ada dan memesan menu vegetarian atau ikan dan ayam, tetapi banyak juga dari kita yang cemas dengan cara mereka memasak, dan peralatan yang digunakan (apakah bekas memasak yang mengandung babi dan lain sebagainya). Kebutuhan mencari tempat makan yang benar-benar berkomitmen menyediakan makanan halal dengan metode yang halal pun tak terelakkan. Di Vietnam, relatif sulit menemui tempat makan yang 100% halal.

Baca lebih lanjut »

Makanan 16/06/10