Musim Gugur di Canberra

Canberra sebagaimana yang kita kenal sebagai ibu kota Australia saat ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Dengan penduduk hanya sekitar 200.000 jiwa, Canberra yang terletak di antara Sydney dan Melbourne saat ini sayangnya belum menjadi destinasi wisata utama apabila di bandingkan dengan kedua kota tersebut. Didorong oleh hasrat saya mengamati arsitektur dan perkotaan, sudah lama saya ingin meluangkan waktu agak lama untuk lebih mendalami isi kota yang konon merupakan salah satu dari dua kota buatan manusia di dunia yang dirancang dari nol.

Gedung parlemen Australia.
Gedung parlemen Australia.

Karena merupakan kota yang dirancang sejak awal, maka segalanya terlihat sangat teratur. Inti kota adalah gedung Australian War Memorial di titik utara kota, kemudian jika kita tarik garis lurus akan sampai di Central Business District (pusat kota dan perdagangan) di titik tengah, kemudian ditarik garis lagi ke selatan, kita menjumpai danau buatan (Lake Burley Griffin) dan diakhiri dengan gedung parlemen di selatan kota.

Baca seutuhnya →

Pelajaran Berharga dari Deles Indah, Klaten

Hari itu, tepatnya hari Rabu. Bersama dengan sang saudara yang lahir mendahului saya, kami pergi dari rumah tanpa ada tujuan yang pasti. Tampaknya kebiasaan ini memang ada di dalam jiwa kami masing-masing. Kami suka pergi untuk mencari tempat dan hal-hal baru yang belum pernah kami datangi dan kami nikmati. Perjalanan kami hari ini pun akhirnya sampai di tempat yang tidak kami duga sejak berangkat tadi.

Nenek penjual durian di jalan pulang.
Nenek penjual durian di jalan pulang.

Rencana awal kami, hari ini hendak pergi ke suatu kota yang sudah amat terkenal dengan Jalan Malioboro. Alih-alih, perjalanan secara spontan berganti dengan jalan menantang menuju daerah wisata Deles Indah, sebuah lokasi wisata yang bagi kami berdua memiliki kadar ekstremitas tersendiri, karena letaknya cukup tinggi di atas permukaan laut. Namun, untuk kali ini rasa penasaran menambah jiwa keberanian kami untuk menuju lokasi. Tanpa ada rasa rendah diri kami pun mengarahkan sepeda motor kami ke arah kanan di pertigaan sebelum pabrik gula Gondang Winangoen di Klaten. Kondisi jalan di sini memang sedikit mengerikan. Lubang jalan yang lebarnya selebar kubangan kerbau pun selalu siap menghadang di jalan depan. Truk-truk pasir dengan muatan penuh siap menghalangi jalan kami dengan tumpahan pasirnya. Sempitnya jalanan pun harus kami bagi dengan pengendara-pengendara di sekitar kami. Keletihan, kesemutan, dan panasnya mesin bercampur menjadi satu pada saat itu. Namun, kami pantang istirahat sebelum sampai di tujuan akhir. Rasa penasaran menambah keinginan kami untuk segera sampai ke tujuan akhir. Setelah berjalan sekitar satu setengah jam dengan menghindari lubang-lubang jalan, kami pun sampai di tempat pembayaran tiket masuk.

Baca seutuhnya →

Seberapa Penting Kartu Kredit di Perjalanan?

Pejalan pemula, yang biasanya masih mahasiswa atau baru saja bekerja, dan ingin melakukan perjalanan ke luar negeri biasanya bertanya-tanya, apakah mereka butuh kartu kredit. Jangankan untuk perjalanan, untuk kebutuhan sehari-hari saja mungkin belum merasa perlu untuk memilikinya. “Takut boros,” atau “tidak penting dan tidak butuh,” adalah salah satu di antara alasannya. Ada juga yang mungkin beralasan, “tidak mampu membiayainya.”

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama kenapa kita butuh kartu kredit di perjalanan, tidak hanya uang tunai. Uang tunai tentu penting dalam perjalanan, karena ia adalah metode pembayaran yang paling jelas dan dapat diterima. Namun, bayangkan jika kita harus membawa uang tunai sampai beribu-ribu dolar Amerika untuk membiayai dua minggu perjalanan kita ke Cina, misalnya. Apakah itu tidak riskan juga? Tidak hanya soal kecopetan atau kehilangan, tetapi soal ketenangan pikiran dan bagaimana membawanya ke mana-mana. Lebih lagi, banyak penukar uang di Indonesia yang kemudian tidak menerima uang kertas asing yang rusak karena kita masukkan tas atau dilipat-lipat.

Baca seutuhnya →

Ulasan Buku: “Jakarta: 25 Excursions In and Around Indonesia’s Capital”

Jakarta: 25 Excursions In and Around Indonesia's Capital

Kemarin saya baru dibelikan buku “Jakarta: 25 Excursions In and Around Jakarta’s Capital” oleh istri saya. Sudah lama saya mengincar buku ini karena isinya merekomendasikan jalan kaki (dan menggunakan transportasi umum) ke lokasi-lokasi Jakarta yang umumnya tidak ada di buku panduan wisata atau bahkan tidak direkomendasikan pemerintah, misalnya melalui program “Enjoy Jakarta!“.

Temuilah Andrew Whitmarsh dan Melanie Wood, pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jakarta. Pada bagian perkenalan, Andrew mengaku ketika pertama kali pindah ke Jakarta, ia merasa seperti “sudah mati dan masuk neraka”. Sempat frustrasi, namun cepat beradaptasi, Andrew kemudian mulai berkeliling Jakarta dengan sepeda dan peta. Ia mengakui, lama-kelamaan ia jatuh cinta dengan Jakarta. Kehidupan yang dulu “nyaman” di Amerika Serikat dan profesi lalu sebagai penjaga perdamaian di Republik Georgia ditinggalkan untuk kemudian menjadi penulis perjalanan bersama istrinya, Melanie, sang fotografer, yang ditemuinya ketika bekerja di Tbilisi, Republik Georgia dulu.

Baca seutuhnya →

Menikmati Pantai Pribadi di Kuta, Lombok

Awal tahun lalu, saya dan suami berkesempatan untuk berbulan madu ke Pulau Seribu Masjid—tetangga Pulau Seribu Pura yang tersohor itu. Ya, akhirnya saya berhasil menjejakan kaki di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah sekian lama saya menuliskan pulau ini di “bucket list” yang saya miliki.

Selama ini saya mengenal Lombok karena dua hal. Pertama, sebagai penggemar kuliner, siapa yang tidak pernah mendengar nama masakan khas Lombok, ayam taliwang, yang pedas namun sangat lezat itu, dilengkapi plecing kangkung yang segar? Dua masakan tersebut adalah menu khas Lombok yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Panorama Pantai Kuta, Lombok
Panorama Pantai Kuta, Lombok.

Baca seutuhnya →

Warta Ransel #2

Bagaimana mengendarai sepeda di Jakarta

Bukan masalah ada atau tidaknya artikel tentang ini di Wikihow, tetapi ternyata ada yang peduli bagaimana memandu pesepeda amatir untuk menavigasi Jakarta yang sudah hiruk-pikuk dengan sepeda motor, mobil dan pengguna jalan lain. Semoga berguna.

Suasana subway Kota New York tahun 1973

Foto-foto suasana subway di Kota New York tahun 1973, penuh grafiti

Foto-foto nostalgia dari subway (kereta bawah tanah) di Kota New York tahun 1973. Walau pada hari ini suasana stasiunnya tidak banyak berubah, yang jelas gerbong kereta hari ini lebih bersih, terutama bersih dari grafiti.

Jendela-jendela New York

Menikmati sebuah kota tidak hanya dari tulisan, tapi juga mencermati secara visual, lalu mendokumentasikannya. Jose Guizar adalah seorang desainer grafis di Kota New York yang rajin mendokumentasikan jendela-jendela di gedung-gedung kotanya dalam ilustrasi sederhana nan elegan.

Loco2

Loco2 adalah situs yang didedikasikan khusus untuk perjalanan kereta api di Eropa, sekaligus memfasilitasi pemesanan tiket secara terintegrasi.

Tips mengatasi takut terbang

Anda takut naik pesawat terbang? Anda tentu tidak sendiri, ini beberapa tipsnya.

Baca seutuhnya →

Warta Ransel #1

Salam untuk pembaca semua. Mulai hari ini Ransel Kecil akan juga menulis soal berita-berita atau pernak-pernik dunia perjalanan, untuk menyemarakkan lagi isi situs ini. Kami akan memasukkan pranala-pranala yang relevan dengan dunia perjalanan dari waktu ke waktu. Semoga bisa berguna sebagai inspirasi atau referensi perjalanan.

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan

Pemerintah Sri Lanka mulai melakukan pelacakan pada wisatawan yang berkunjung ke negara mereka demi keselamatan dan keamanan. Beberapa kejadian kekerasan terjadi di negara itu dan jika dibiarkan akan mengancam industri pariwisatanya.

Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda

Rijskmuseum di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali

Setelah renovasi yang memakan waktu 10 tahun dan biaya 498 juta dolar Amerika, Rijksmuseum, sebuah museum seni di Amsterdam, Belanda, dibuka kembali. Wajib kunjung jika ke sana.

Koleksi travel organizer dari Etsy

Jika ingin pernak-pernik wisata yang berbeda, coba beberapa opsi travel organizer dari Etsy ini, atau jadikan inspirasi untuk membeli di tempat lain.

Lion Air Bandung-Denpasar Jatuh di dekat Bandara Ngurah Rai

Penerbangan Lion Air dengan kode JT904 jurusan Bandung – Denpasar jatuh sebelum landasan (undershooting) di dekat Bandara Ngurah Rai, Pulau Bali. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan kali ini. Investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih berlanjut. Banyak spekulasi hadir soal kecelakaan ini, antara lain downdraft atau pergerakan udara secara tiba-tiba yang jika pesawat tidak kuat atau terlalu lambat, maka akan membuatnya jatuh.

Cap paspor dari berbagai negara di seluruh dunia

Beberapa koleksi cap paspor negara-negara eksotis yang mungkin tak semua dari kita bisa menerimanya. Cap paspor, menurut tulisan tersebut, adalah seperti “medali kehormatan” bagi para pengelana.

Baca seutuhnya →

Magnet Spiritual

Arab Saudi serupa lampu, dan umat Muslim adalah laron-laron yang tak henti beterbangan menghampirinya. Tiap tahunnya jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia datang ke sini untuk melaksanakan ibadah umroh atau haji, ritual yang diajarkan oleh Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu. Di negeri berdebu ini beragam manusia dan budaya yang melekat padanya berinteraksi, berdinamika, bergesekan, serta berangkulan di bawah nafas yang sama: perjalanan spiritual.

Selama dua puluh empat jam non-stop para peziarah bergantian bertawaf mengelilingi Ka'bah selama tujuh kali.
Selama dua puluh empat jam non-stop para peziarah bergantian bertawaf mengelilingi Ka’bah selama tujuh kali.

Baca seutuhnya →

Guest Inn Muntri, George Town, Penang, Malaysia

Suasana lobi.
Suasana lobi.

Salah satu hal yang jadi agenda wajib bagi saya dalam mempersiapkan suatu perjalanan adalah mencari tempat menginap di daerah tujuan. Perjalanan saya ke Penang, Malaysia, pada akhir Januari 2013 sudah saya rencanakan sejak setahun sebelumnya. Rencananya saya akan berangkat dengan dua orang teman yang semuanya wanita. Ketika tiket pesawat rute SBY-PEN-KUL-JOG sudah di tangan, yang sibuk dilakukan adalah mencari tempat menginap dan membuat rencana jalan-jalan. Berhubung saya berencana berangkat dengan dua orang teman, maka hal ini menjadi PR bersama, agar semua bisa sreg nantinya dan tidak ada yang mengeluh karena merasa tidak cocok dengan tempat menginap yang sudah dipilih.

Awalnya hal ini merupakan pekerjaan yang menyenangkan, mencari, membaca ulasan dan menyortir pilihan-pilihan tempat menginap yang ada. Berbagai penawaran dari situs web seperti Agoda, Booking.com dan Hotels.com kami banding-bandingkan harga, fasilitas dan lokasinya.

Baca seutuhnya →

Sebuah Puisi Tersembunyi di Madhya Pradesh

Embun itu masih ada, waktu kami beranjak pergi menuju Orchha yang letaknya cukup jauh dari Khajuraho. Masih bertempat di Madhya Pradesh, Orchha terletak 15 km dari stasiun kota Jhansi atau sekitar tiga jam perjalanan dengan mobil dari khajuraho. Saya berharap keputusan yang saya ambil tepat untuk mengunjungi tempat ini mengingat tidak begitu banyak informasi yang saya peroleh dari internet sebelumnya.

“Orchha” artinya “tersembunyi”. Dan seperti arti dari namanya, semua hal yang ada di kota kecil ini memang seakan-akan “tersembunyi” dari sentuhan peradaban luar, menyepi di pinggir Sungai Betwa. Kota kuno yang seakan tertidur ini mengisahkan peradaban dinasti raja Bundela pada masa sekitar abad ke-15 di setiap sudut istana, benteng, dan kuilnya. Akibat letaknya yang memang tersembunyi di antara hutan yang mengelilinginya, kota ini bahkan terbebas dari sentuhan penjajahan kerajaan Mughal di masa itu.

Jahangir Mahal.
Jahangir Mahal.

Baca seutuhnya →