Ulasan

Bagaimana AirAsia Mengubah Hidup (Jalan-Jalan) Saya

dalam kategori Ulasan ditulis oleh

Pramugari AirAsia melayani penumpang
Pramugari AirAsia melayani penumpang

Saya baru senang jalan-jalan sekitar lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, itu juga karena beberapa tahun sebelumnya saya sudah mulai bekerja, bisa menabung dan bisa menentukan bagaimana saya membelanjakan tabungan saya. Dari kuliah, saya sudah senang membaca artikel-artikel perjalanan. Bahkan, dari SMP pun, saya kadang membaca majalah National Geographic dan bermimpi menjadi fotografer. Fotografer idola saya waktu itu adalah Reza Deghati. Liputan yang membuat saya terinspirasi adalah liputan tentang Iran dan Maroko. Warna-warna menarik dan lanskap yang getir membuat saya ingin langsung pergi ke sana dan mencoba merekam semuanya dari kacamata saya sendiri.

Catatan Perjalanan

Dari Bawah Laut Hingga Atas Bukit Pulau Kanawa

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Bar saat senja
Bar saat senja

Perahu saya berlabuh setelah perjalanan dua hari satu malam mengelilingi Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitarnya, di sebuah pulau kecil yang sudah disulap menjadi resort sederhana dengan pemandangan yang luar biasa bernama Pulau Kanawa. Menginjakkan kaki di Pulau Kanawa sekitar jam dua siang, tubuh terasa tidak sabar untuk segera melihat apa yang tersembunyi di perairan sekitar pulau ini.

Bawah laut Pulau Kanawa begitu memanjakan mata saya. Kegiatan snorkeling saya mulai dari dermaga yang berada di utara pulau lalu berlanjut menuju ke arah barat. Berbagai koral dan ikan yang beraneka warna menemani sepanjang kepakan kaki di permukaan laut. Petualangan bawah laut ini berawal dari sambutan rombongan ikan menuju laut lepas, ikan nemo yang malu-malu bersembunyi dibalik koral, dan berakhir dengan bertemunya saya dengan penyu yang berenang santai, tenang, dan bebas. Hingga tak terasa saya sudah berenang cukup jauh hingga ke bagian barat pulau ini.

Transportasi

Menyentuh Hati Pejalan dengan “The Changi Experience

dalam kategori Transportasi ditulis oleh

Bandara Internasional Changi di Singapura adalah hub udara terbesar di Asia Tenggara, dan salah satu yang terbesar di Asia. Menghubungkan lebih dari 270 kota di 60 negara, bandara ini menawarkan maksimum waktu transfer 60 menit untuk perjalanan transit. Bagi pejalan ransel, juga ditawarkan program Changi Connects yang membuat transfer penerbangan dari dan ke penerbangan hemat biaya tanpa harus melewati imigrasi atau harus mengambil bagasi mereka dulu. Efisiensi perjalanan penerbangan adalah kunci di bandara ini.

Bandara Changi dari menara
Bandara Changi dari menara

Catatan Perjalanan

“Live on Board” di Komodo

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Gili Lawa Laut dari atas pulau Rinca
Gili Lawa Laut dari atas pulau Rinca

Tujuan perjalanan saya ke Komodo sangat jelas. Live on board (tinggal di kapal) selama lima hari dan menyelam 15 kali. Perjalanan kali ini telah direncanakan dengan matang oleh saya dan delapan orang teman sejak bulan November 2013. Kami sengaja memilih akhir Maret sampai awal April 2014 sebagai agenda perjalanan kami mengingat curah hujan rendah di daerah Nusa Tenggara Timur pada bulan itu. Awalnya saya berpikir di akhir Maret, Komodo akan bersemi hijau dan saya tidak mungkin bertemu dengan savana cokelat indah khas Komodo yang terkenal. Ternyata salah. Komodo di bulan Maret justru menghadirkan gabungan antara savana dan “musim semi” yang baru mulai.

Catatan Perjalanan

Memburu Salju Musim Gugur (Bagian 1)

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Toko peta tua di Gamla Stan
Toko peta tua di Gamla Stan.

Beberapa perjalanan udara, darat dan air membawa saya ke kota keberangkatan: Stockholm, Swedia, kota berpenduduk 1,2 juta jiwa. Musim gugur berarti kunjungan turis mengalami penurunan, sebelum melonjak lagi pada musim dingin yang sudah di pelupuk mata. Bis yang membawa saya dari Kopenhagen, Denmark itu berhenti di Cityterminalen pada waktu subuh. Hari sangat gelap, suhu dan angin menusuk dan menembus kulit. Hitungan suhu pun masih dianggap relatif “hangat” dengan kisaran 0-10°C, tetapi tentu ini sama sekali tidak hangat buat saya dan mereka yang berasal dari negara tropis.

Saya lihat dompet. Beruntung, saya sempat menukarkan sisa krona Denmark ke krona Swedia. Setelah mampir ke Pressbyrån, sebuah toko kecil serba ada, sarapan roti isi dan segelas susu hangat melegakan tubuh yang kelaparan ini. Jadwal selanjutnya, mencari hostel di bilangan Södermälarstrand, daerah yang cukup sentral di kota Stockholm. Perjalanan dengan kereta bawah tanah untuk satu zona mencabai 40 krona Swedia atau sekitar Rp52.000,-. Tarif ini relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain seperti Jerman atau Amerika Serikat. Apalagi setelah menyadari ternyata jarak yang ditempuh cukup dekat, hanya sekitar tiga stasiun. Beberapa pertanyaan dan salah jalan berikutnya, sampailah saya di hostel yang dibangun dari kapal bermesin uap yang sudah dinon-aktifkan, tetapi masih mengapung di dermaga.

Makanan

Soto Ayam Pak Sungeb, Purwokerto

dalam kategori Makanan ditulis oleh

Soto Ayam Kampung Pak Sungeb, Purwokerto

Barangkali ini pengecualian bagi saya yang tak begitu suka soto.

Soto Ayam Pak Sungeb “Jl. Bank” di Jl. R. A. Wiria Atmaja, Purwokerto, Jawa Tengah, menjadi labuhan kami pada waktu itu setelah turun dari stasiun Purwokerto setelah lima jam perjalanan dari Gambir, Jakarta. Bak Sroto Sokaraja yang berisi daging sapi, soto ayam yang juga cukup populer di Purwokerto ini juga dilengkapi dengan sambal kacang.

Tips

Berhemat Pangkal Jalan-Jalan Maksimal

dalam kategori Tips ditulis oleh

Sampai saat ini banyak yang bertanya bagaimana “berwisata murah ala ransel” atau malah ada juga yang ingin “wisata murah atau nyaris gratis tetapi fasilitas maksimal”. Berwisata murah ala ransel tentu lebih terdengar logis dan sangat bisa diusahakan, tetapi wisata murah atau nyaris gratis dengan fasilitas maksimal? Mungkin perlu pintar-pintar mencari kesempatan promosi, undangan atau dengan “nebeng” keluarga atau teman di tempat tujuan.

Tidak ada formula khusus untuk berwisata murah ala ransel, dan niat berwisata murah bisa saja tiba-tiba pudar ketika kita tidak disiplin pada rencana ketika sampai di tujuan. Namun, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya sebelum, ketika dan setelah perjalanan itu.

Catatan Perjalanan

Pemakaman Unik di Trunyan

dalam kategori Catatan Perjalanan ditulis oleh

Deretan ancak saji
Deretan ancak saji.

Pada jalan-jalan edisi Pulau Bali ini, kami mengunjungi satu desa yang memiliki tradisi pemakaman yang tidak biasa. Lokasi desa ini terletak di Pinggir Danau Batur, Kintamani, Bali.

Berangkat dari hotel jam 10.00 pagi, tujuan kami adalah dermaga perahu Danau Batur. Perahu motor memang transportasi yang digunakan untuk mencapai Trunyan. Ketika kami tiba di dermaga segera berdatangan para pemilik perahu motor yang menawarkan jasa penyeberangan menuju desa.

“Ayo pak nyebrang, mumpung masih siang. Mayatnya juga masih baru ini. Baru dua minggu-an,” ujar salah satu pemilik perahu motor.

Istri saya yang sebelumnya tidak tahu mengenai pemakaman Desa Trunyan kaget dan sedikit takut. Dia bingung kenapa bapak ini menyebut kata mayat. Memang, perjalanan ini saya buat sebagai kejutan untuk istri. Harga paket yang ditawarkan menuju desa Trunyan adalah Rp600.000.

Tempat

Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

dalam kategori Tempat ditulis oleh

Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo.

Dari sekian banyak cerita perjalanan saya di Indonesia, Taman Nasional Komodo menjadi salah satu tempat yang punya paling banyak cerita. Terlalu banyak keindahan yang bisa di ceritakan sampai tiada habisnya.

Saya mengunjungi Taman Nasional Komodo bertepatan dengan acara puncak Sail Komodo 2013. Sengaja saya pilih waktu yang bertepatan dengan acara tersebut, agar dapat merasakan nuansa salah satu acara pariwisata terbesar di Indonesia. Banyak sekali serangkaian acara yang di selanggarakan pada acara puncak Sail Komodo 2013, mulai dari acara pariwisata dan acara budaya. Saking banyaknya, saya harus membagi waktu untuk menikmati kedua acara tersebut.

Sabtu pagi yang cerah saya sudah berdiri di dermaga Labuan Bajo, dan siap untuk berpetualang di Taman Nasional Komodo selama satu hari penuh. Sengaja saya memilih one day trip, karena saya ingin melihat pergelaran budaya di hari berikutnya.

Penjelasan mengenai trekking oleh ranger.
Penjelasan mengenai trekking oleh ranger.

Selamat datang di Taman Nasional Komodo!
Selamat datang di Taman Nasional Komodo!

“Hari ini ada dua pilihan, pilihan pertama kita ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca, tapi kita tidak ke pulau-pulau kecil di sekitarnya untuk snorkeling, karena waktu pasti tidak akan cukup. Dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo saja akan ditempuh selama tiga jam, pulang pergi sudah enam jam dan itu cuma perjalanannya saja,” ujar sang penjaga kapal. “Pilihan kedua, kita ke Pulau Rinca saja—tidak usah ke Pulau Komodo—kemudian kita bisa keliling ke Pulau-Pulau sekitarnya sambil snorkeling,” lanjut penjelasan dari penjaga kapal.

Rupa-rupa

Lalu Lintas di India

dalam kategori Rupa-rupa ditulis oleh

Lalu lintas di India. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, ya?

MEDIA SOSIAL

LANGGANAN